Pusing.. pusing.. pusing…!
*Hah, kenapa pusing mas, pikir dulu tiga kali sebelum nenggak tranquilizer yang bisa menimbulkan spiritual disorder…*
Meditate! Be aware! Don’t drive drunk!
*Apakah meditate mencari awareness itu pekerjaan gampang, yang puluhan tahun aja banyak yang kesasar…*
Kembali ke Al-Quran dan Sunah Rosul!
*Itu mah udah 15 abad dikerjakan orang, tapi silahkan amati hasilnya sekarang…*
Ngga usah banyak teori, nglakoni aja!
*Nglakoni kan perlu guru dan SOP juga, pakai teori dan SOP dari gurunya… hehehe podo bae kiye… kalau gagal tinggal dibilang “Nggak serius sih…”*
Ada yang usul untuk Diam, Hening, Cinta dan Rindu…!
*Bukannya malah ngelamunin Mbak Rindu tuh… lagian rindu dan cintanya ditujukan ke siapa? Hanya ngikutin dogma, jargon dan persepsi yang udah puluhan abad? Bisa-bisa malah mabuk mengejar ekornya sendiri… hehe… jadi inget postingan mbak Illum tentang hot dog*
Nah, kalau gitu pakai jalan terakhir, jangan mikir apa-apa, nikmati saja hidup…!
Nah itu dia! Memang itu yang paling pas untuk saat ini… nikmati hidup, jangan rugikan diri sendiri dan orang lain, usahakan semakin narsis dan nyampah di blog…
=== Renungan Sabtu siang pas mau sholat Dhuhur setelah terkontaminasi mindset Pikir Tiga dari Bung Maren Kitatau ===
Posted by Lambang MH
Beberapa hari terakhir ini saya mencoba mencari hubungan antara meditasi dengan kepribadian (personality). Dari beberapa referensi yang saya baca, banyak yang menyebutkan bahwa meditasi memang bisa mengubah tingkah laku (habit) dan kebiasaan (behaviour). Orang yang semula terkesan agak kasar, bisa berubah menjadi agak lembut dengan melakukan meditasi karena sudah menyadari tentang keakuannya. Demikian juga dengan orang yang tadinya terkesan angkuh bisa berubah menjadi lebih merendah dan lebih tepo-seliro.
Ketahuilah bahwa Allah menciptakan manusia dari dua unsur yang berbeda. Pertama, jasad yang gelap dan tebal, di bawah struktur alam, tersusun dari tanah, dan tidak bisa sempurna kecuali dengan kehadiran unsur lain. Kedua, jiwa yang bersifat individual, menyinari, mengetahui, melaksanakan, menggerakkan, dan menyempurnakan tubuh. Allah menciptakan tubuh dari sari-sari makanan, merawatnya dengan unsur-unsur debu, meratakan dasar dasarnya, menyempurnakan pilar-pilarnya, menentukan ujung-ujungnya, dan menampakkan permata jiwa dari Yang Satu, Yang Sempurna, Yang Menyempurnakan, dan memberi faidah. Saya tidak mengartikan jiwa yang kuaf adalah kuat mencari makanan, juga bukan kuat menggerakkan syahwat dan nafsu amarah, juga bukan kuat yang diam dalam hati yang melahirkan kehidupan dan menggerakkan indra.








