Jika Tuhan menjawab doa Anda,
Dia sedang meningkatkan keimanan Anda.
Jika Tuhan menunda doa Anda,
Dia sedang meningkatkan kesabaran Anda.
Jika Tuhan tidak menjawab doa Anda,
Dia tahu bahwa Anda dapat mengatasinya.
Jika Tuhan menjawab doa Anda,
Dia sedang meningkatkan keimanan Anda.
Jika Tuhan menunda doa Anda,
Dia sedang meningkatkan kesabaran Anda.
Jika Tuhan tidak menjawab doa Anda,
Dia tahu bahwa Anda dapat mengatasinya.
This entry was posted on Monday, November 9th, 2009 at 01:17 and is filed under Renungan. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
| batjoe on The Orion Conspiracy | |
| m4stono on The Orion Conspiracy | |
| Oleng on The Orion Conspiracy | |
| BaNi MusTajaB on The Orion Conspiracy | |
| Lambang on The Orion Conspiracy | |
| batjoe on The Orion Conspiracy | |
| batjoe on The Orion Conspiracy | |
| m4stono on The Orion Conspiracy | |
| Oleng on The Orion Conspiracy | |
| Lambang on The Orion Conspiracy | |
| Oleng on The Orion Conspiracy | |
| The Orion Conspiracy… on Angels Don’t Play This… | |
| Lambang on Illuminati – Freema… | |
| lovepassword on Illuminati – Freema… | |
| lovepassword on Illuminati – Freema… |
Theme Contempt by Vault9.
Blog at WordPress.com.
09 November 2009 at 01:20 |
Zzzzz…. Ehm!
09 November 2009 at 06:10 |
Widih!
09 November 2009 at 04:20 |
oh
10 November 2009 at 06:49 |
Hahaha hahaha hahaha!
Widih oho oho
Widih oho oho
09 November 2009 at 07:20 |
Jika Tuhan tidak menjawab Doa anda,
Dia tahu bahwa anda tidak sedang berdoa,
Tapi sedang…NDLEMING/NGLINDUR…
(hi..hi..hi..sik..sik..tangi ora jal)
09 November 2009 at 07:38 |
Wow ????
09 November 2009 at 08:09 |
ehemmm…wooow potonya…beningnya…cantiknya….
ini cocok buat latihan meditasi09 November 2009 at 09:52 |
Wah aku tersaingi nih…
09 November 2009 at 12:22 |
lha darimana kita tahu kalo tuhan tidak menjwab doa kita…apa enaknya gini aja ya kang kita kasih deadline….kalo seminggu berdoa dan tidak ada perubahan maka tuhan kita anggap tidak menjawab doa kita…gampang to
walah tuhan kok didikte…ntar lama2 tuhan bisa di edit09 November 2009 at 13:02 |
Iya ya… gimana membedakan ditunda atau ditolak?
Keknya kalau deadline-nya lewat, berarti ditolak. Padahal ngga semua doa ada deadline-nya.
Minta naik kelas, ada deadline-nya pada tanggal pengumuman. Minta kesembuhan, ngga ada deadline-nya, yang ada ya mati beneran.
Menurut salah satu sufi:
- Berdoa adalah perintah yang diperhalus.
- Berdoa itu meragukan takdir Tuhan yang telah dituliskan di lauhul mahfudz.
- Berdoa itu karena tidak nyaman dengan kondisi sekarang.
- Berdoa merupakan pengingkaran bahwa Tuhan itu Maha Pengasih dan Penyayang.
- Satu-satunya alasan yang paling dapat diterima dari berdoa adalah untuk mempertebal keimanan dan rasa penghambaan.
Jadi menurut sufi itu, dia tidak pernah berdoa karena alasan di atas itu, tetapi lebih sering membaca tasbih, tahmid, tasyhid dan takbir, dalam rangka untuk mempertebal keimanan dan rasa penghambaan.
09 November 2009 at 13:14 |
padahal ada salah satu riwayat yg mengatakan sesungguhnya orang yg tidak pernah/jarang berdoa itu termasuk orang yg sombong…piye jal
09 November 2009 at 17:44 |
Intinya dia tidak pernah meminta tetapi mensyukuri gicu yah ? Keren juga …
09 November 2009 at 15:24 |
@ Maren kitik kitik
Jika Tuhan menjawab doa Anda, ( Ya)
Dia sedang meningkatkan keimanan Anda.
Jika Tuhan menunda doa Anda, ( Tunggu)
Dia sedang meningkatkan kesabaran Anda.
Jika Tuhan tidak menjawab doa Anda, (Tidak)
Dia tahu bahwa Anda dapat mengatasinya.
Wah… berarti dalam berdoa ada juga trafic light pengatur lalu lintasnya ya mas …..
Kalau Tuhan tidak mnjawab doa kita lampu merah (STOP)
Kalau Tuhan menunda jwb doa kita lampu kuning (Hati2
Kalau Tuhan mnjawab doa kita artinya lampu hijau
(JALAN ) ,
Masalahnya mas kita sering melanggar lampu lalu lintas itu dgn seenaknya menerobosnya. Pasti kita ditangkap bu polisi kan ?? Makanya doa bangsa Indonesia jarang didengar, krn banyak yg menerobos trafic light…. betul kan mas… , betullah bilang mas
09 November 2009 at 17:44 |
Yah tentu ada yang didengar dan ada juga yang tidak didengar.
09 November 2009 at 17:07 |
Saya coba jawab atas nama Bung MK ya…
Petani berdoa minta hujan. Tukang cat mobil berdoa minta panas. Agar Tuhan dianggap adil, dua-duanya ngga dikabulkan.
Lalu kita analogikan ke bangsa Indonesia.
Rakyat berdoa minta makmur. Pejabat berdoa minta makmur. Pejabat pakai bantuan kyai dan ustadz yang konon doanya manjur dan berlipat-lipat.
Dan Tuhanpun mengabulkan doa rakyat. Doa pejabat menyedot kemakmuran dari Tuhan karena doa berlipat tadi. Akhirnya pejabat tetap makmur, dan rakyat tetap melarat.
Seharusnya rakyat selain berdoa minta makmur, juga berdoa agar para pejabat korup segera diberi sakit dan dimatikan secara mengenaskan. Tetapi karena bangsa kita pemurah dan pemaaf, tidak mungkin begitu. Ya sudahlah, terima nasib dan ngga perlu berharap makmur.
09 November 2009 at 17:48 |
Berdasarkan teori Quantun Ikhlas : Sesuatu itu menjadi karena ada pikiran positif tentang itu. Lha salahnya adalah karena kita fokus pada kata tidak/jangan.
Jauh lebih baik kita ngomong sehat daripada kita ngomong tidak/jangan sakit. Katanya sih gicu.
Bukan cuma komputer, bahkan doa pun ada tips anda tricknya. Hi Hi Hi.
Yang membuat tips Cara berdoa supaya dikabulkan itu apa yah selalu doanya dikabulkan yah ???
10 November 2009 at 01:30 |
.
biasanya sih bukan meningkatkan keimanan ( percaya ) malah justru sedang meningkatkan daya nalar anda.
.
contoh :
.
ada seorang yang ditimpa beragam musibah yang hampir dia sendiri tak kuasa menanggungnya.
lantas di tengah keterpurukan yang hampir menyeretnya ke jurang putus asa, sambil berlinang airmata dia berdo’a dengan suara lirih : ‘kuatkan lah kesabaranku tuhan’
.
waktu terus berlalu dan musibah bukannya hilang atau berkurang malah semakin berat.
lalu dia berdo’a lagi dengan airmata yang sudah mengering dan nada geram : ‘ tuhan..! kuatkanlah kesabaranku sekuat-kuatnya… !
.
waktu terus bergulir super cepat dan anehnya seperti biasa musibah bukannya hilang dan bertambah ringan malah justru semakin berat dan bertambah banyak.
di tengah kekacauan dan kegelapan yang semakin pekat dia suadah tak mampu lagi berdoa’a malah mulai berpikir : ‘ apanya yang salah..? ‘
.
waktu telah sirna dan orang ini pun sudah tidak berdo’a lagi malah tertawa membahana.
.
orang bodoh : apa yang salah tuhan..?
tuhan : semuanya salah ente termasuk do’a itu
.
orang bodoh mulai berpikir dan akhirnya dia tertawa. ya…, dia tertawa menertawakan kebodohannya sendiri.
.
.
( jika do’a terucap oleh karena keinginan sungguh itu bisa sangat membahayakan )
biasanya sih lagi mengingatkan anda untuk banyak bersyukur.
.
.
.
, jadi buat apa berdo’a sebab itu sudah gak penting lagi
sebenarnya anda saja yang belum nyadar bahwa anda sudah berada dalam pelukan-Nya
10 November 2009 at 02:59 |
Lha…ada cerita begini:
Kaya…itupun cobaan,
Miskin…itupun cobaan,
Doanya bagaimana agar terbebas cobaan tadi,
Piye…jal…
Salam…Doa…ngkrr..ngkrr..ngkrr..
10 November 2009 at 07:44 |
gampang…..ya tuhan cabutlah nyawa saya segera…nah loe kan sudah terbebas dari cobaan….tinggal urusan di “sananya” gimana ya urusan nanti
10 November 2009 at 03:47 |
Doanya gampang mas,
“Ya Tuhan, semoga yang kaya diberi kesempatan menjadi miskin, dan yang miskin diberi kesempatan menjadi kaya. Semoga mereka mendapatkan kesempatan untuk bisa memilih mana yang terbaik, kaya atau miskin. Amieen.”
10 November 2009 at 18:44 |
amin ya robal alamin
semoga saya diberikan mobil tapi jatuhnya dikepla hehehehehehehee
10 November 2009 at 18:43 |
mantepzzzz
lanjut mas