Mendoakan Leluhur

Di Jawa ini sudah menjadi tradisi penduduk dari semua agama dan aliran kepercayaan untuk mendoakan para leluhur secara berkala pada hari-hari tertentu. Di agama Islam, disebutkan ajaran yang menghimbau untuk mendoakan ayah bin pulan binti pulan dan ibu bin pulan binti pulan. Tidak ada himbauan agar mendoakan juga kakek, nenek, buyut, cicit, canggah, gantung siwur dan leluhur di atasnya. Selain doa kepada almarhum ayah dan ibu, ada juga doa Qunut untuk mendoakan umat secara umum,  dan dibatasi hanya kepada kaum muslim dan mukmin, artinya hanya untuk orang Islam saja.

Artikel selengkapnya bisa baca di sini:
Mendoakan Leluhur

Related Article: Mendoakan Orang Lain

About these ads

64 Responses to Mendoakan Leluhur

  1. m4stono says:

    PERTAMAXX :mrgreen:

    wah kalo ini agak nyangkut2 klenik di trit forum sebelah padahal saya juga salah satu aktivisnya jujur saja ini bukan aliran saya dalam arti sering meminta tolong dgn leluhur, kalo mendoakan ya secukupnya…..kalo saya lebih berpendapat bahwa org yg mati itu sudah “sinempa ing angin” yg artinya sudah terputus hubungan dgn yg masih hidup…..

    tapi apakah bisa yg sudah meninggal menemui yg hidup? ya tentu saja bisa tapi kalau hanya kondisi sangat mendesak, tidak bisa setiap saat kita mintai bantuan apalagi utk praktek perdukunan toh juga mosok para leluhur mau ngajarin kita utk tidak mandiri to?

    lalu siapakah yg suka nyaru menjadi arwah leluhur? kalo jawaban mudahnya ya jin kafir kalau jawaban yg agak rumit ya “hasil rekaman” dari aktivitas leluhur dahulu yg terekam oleh alam semesta yg kemudian berinteraksi dgn alam bawah sadar kita yang bisa jadi kita anggap sebagai arwah leluhur betulan…..

    kalo berurusan dgn yg gaib2 memang rumit dan pelik, bisa jadi yg kita aku2 itu justru cerminan dari nafsu kita bukan sesuatu yg kita tuju ngomong dawa2 ben dikira pinter, asline gur isone teori thok :mrgreen:

  2. Lambang says:

    Woiya Kang, targetnya memang bukan untuk minta tolong, tetapi berbuat kebaikan termasuk kepada yang sudah meninggal dan para leluhurnya. Yah mirip dengan kalau kita menolong orang yang sama sekali tidak kita kenal. Sepintas kan ngga ada manfaatnya bagi kita. Lagian kan ngga pantes kalau kita itung-itungan dagang pahala dengan Tuhan. :)

    Tapi kalau saya terawang dari sisi enerji *halah kemaki*, semua perbuatan baik atau perbuatan jahat kita itu akan berakumulasi dan suatu saat akan berbalik pada diri kita. Na, supaya ngga ada efek balikan yang bisa berbahaya itu, maka marilah kita minggirkan sedikit egoisme karena tiap hari berdoa hanya kepada diri sendiri dan keluarga, dan kita coba untuk mendoakan orang lain termasuk mendoakan arwah siapapun yang sudah meninggal, karena ruh yang masih dalam status “keleleran keronto-keronto” sangat memerlukan doa dari yang masih hidup.

    Ngga ada repotnya juga kalau mencoba, paling hanya lima menit. Sama seperti ngga ada salahnya mencoba membuat Orgonite itu. :mrgreen:

    • m4stono says:

      ya kalau mendoakan sih harus mas walaupun sekarang2 ini jarang tapi ada juga kan yg mengharapkan imbalan utk mengakses ilmu atau kelebihan beliau2 kek org yg kemarin2 kita rasani itu lho…hihi

      ya saya kira memang kalo arwah yg keranta ranta itu biasanya disebabkan oleh dirinya sendiri pas hidup, misalnya mati dgn tidak tenang kroncalan karena masih ada dendam, maka alam pun merspon ketidak tenangannya dan menjadi energi yg mirip2 dgn arwah si yg mati itu….

      kalo menurut mbah albert lambang einstein, ketika org itu meninggal maka energi yg tersisa akan menyatu dgn tanah dan sekitarnya tempat dia dikubur, maka dari itu tanah kuburan menjadi keramat…

      jadi intinya ketika org itu mati maka ruhnya akan menempati tubuh baru berupa jasad halus, yg mana tubuh baru itu adalah perwujudan perbuatannya didunia, kalau jelek ya jadi buto pocong dsb dan gentayangan didunia, kalau cukup baik ya ke langit dan ketemu bidadari2 :mrgreen: kalo bagi para bocor aluser ya kembali ke ilusi persepsi dan imajinasi masing2 :mrgreen:

    • Lambang says:

      Kalau yang itu bener Kang. Banyak yang ziarah berbekal pamrih. Biar hidupnya mulyo, biar waras dan lain-lain.

      Yang masih jadi pertanyaan saya, kalau orang itu hidupnya santai, ngga pernah berbuat jahat, ngga pernah dendam, ngga pernah iri dan lain-lain, tapi ngga punya anak, lha kan kasihan ngga ada yang mendoakan dia untuk membantu jalan menuju halte berikutnya. Kan ngga bisa menyalahkan perbuatan masa lalunya karena terkesan normal dan wajar. Kecuali sering nonton 3gp Miyabi. :mrgreen:

      • m4stono says:

        wah saya kira doa yg masih idup gak penting2 amat gan, sebab gak semua org punya anak atau pengikut….yg penting hepi2 aja….hihi :mrgreen:

      • Lambang says:

        Iya Gan. Lagi visualisasi dewasa berfoya-foya, tua berbahagia dan setelah mati masuk sorga naik Bouraq. :mrgreen:

    • sikapsamin says:

      …karena ruh yang masih dalam status “keleleran keronto-ronto” sangat memerlukan doa dari yang masih hidup…
      __________________________________
      lha iya…perasaan saya ini belum jadi ruh, tapi kok “keleleran keronto-ronto”…terus mengharapkan doa dari siapaaa…ya?
      Beginilah nasib blogger kelas PKL, ‘hrs ikhlas’ menerima TAK-DIR (mangsute TAK-DIRèwès) oleh blogger kelas atas.

      Kalau begitu saya bikin Orgonite digenggam dg kedua telapak-tangan, dan berdoa : “Semoga TAK-DIR yang menimpaku segera kembali kesumbernya”…

      *hihihi…dendam dot com…mbulayuuu*

      • Lambang says:

        Hihi.. kelas PKL koq pakai MacBook… :)

        Blogger kelas atas tu apa maksudnya isnaini atau priyadi itu? Ya jelas ngga direwes wong mereka ngga membahas nasionalisme, leluhur atau Tuhan. Yang dibahas software, template atau cara cari uang di internet… :mrgreen:

      • sikapsamin says:

        Uuassem’ik…balik maring MacBook.
        Kok jadi boomerang ya?

        Nasionalisme?
        Jadi inget Reformasi-1998. Nggak lama muncul istilah Repotnasi… Lha sekarang banyak yang makan Nasiaking…
        Ini hasil produk software jenis apa, terus yg mencipta siapa, mas?

        @mas Ngabehi,
        Soal mendoakan arwah yg sdh meninggal, saya ya begitu mudheng. Jelasnya ya cuma ikut saran2 ‘para pakar’.
        Tapi inget nonton berita-TV, di Thailand pacsa tsunami-2004 yl, pada kesempatan pertama masyarakat melakukan doa massal bagi arwah para korban tsunami…
        Soal mas Ngabehi sering mimpi didatangi arwah2, mungkin bukan karena sering melakukan doa mas.
        Menurut ‘terawangan’ saya, arwah2 tsb senang gravatar mas Ngabehi.

        *lho…seneng guyonan gak yo? Mati aku…mbulayu aaahhh*

  3. ngabehi says:

    Kulonuwun kang Lambang.Baca tulisan ini kok saya jadi inget pak modin di kampung saya.Dulu saya suka cekikikan kalau pak modin sedang ngekrar-ake doa.Contohnya begini;”dumateng para leluwur ugi para arwah sedaya kemawon, ingkang kampir ing prapatan, ingkang kerimatan mboten kerimatan, lan ugi ingkang mapan wonten keblat sekawan,lsp-ipun, sedaya menika wau mugi2 tansah dipun paringi pangapunten dening Gusti Ingkang Moho Agung”.Lha saya baru nyadari, ternyata doanya pak modin yang sekilas lucu menggelikan itu, sebetulnya amat mulia sekali.

    • Lambang says:

      Monggo mas Ngabehi.
      Iya mas, kita itu kadang saking sibuknya ngurusi diri sendiri dan keluarga, sampai lupa ngurusi ruh orang lain yang keleleran keronto-ronto itu. Jangan-jangan yang keleleran itu masih satu gantung siwur dengan kita. :)

  4. ngabehi says:

    Saya punya pengalaman lucu kang, terlepas itu hanya ilusi, tersugesti atau apalah, yang jelas itu terjadi pada diri saya.Dulu kalau pas saya lagi nyantai terus inget temen atau orang lain yang sudah meninggal, saya suka berkirim alafatihah.Lha hasilnya, saya suka bermimpi didatangi arwah2 orang yang sudah meninggal, dalam mimpi itu lain-lain yang mereka sampaikan. Ada yang berkeluh kesah(curhat), ada yang sambat sebut, ada yang sekedar pamer kalu hidupnya enak dsb.Lucunya lagi makin kita sering kirim doa, yang nemuin juga makin nambah. Wah kalau terus2an kok makin lama mengganggu privacy juga ya he he he.

  5. ngabehi says:

    @sikapsamin
    Soal mas Ngabehi sering mimpi didatangi arwah2, mungkin bukan karena sering melakukan doa mas.
    Menurut ‘terawangan’ saya, arwah2 tsb senang gravatar mas Ngabehi
    ========================================
    ahaiii, menurut saya kok bukan masalah itu mas Samin, saya malah jadi narsis, jangan2 orang kaya saya ini, yang notabene sering dicap cuma wong abangan, doanya malah selalu manjur ha ha ha, lha buktinya orang yang sudah mati saja pada ngantri minta didoain ha ha.Herannya kok belum ada artis atau politikus yang datang minta di doain ya….(promosi):mrgreen:

    • Lambang says:

      Ya itulah mas, repotnya jadi selebritis di kalangan para arwah… hehe.. :)

    • sikapsamin says:

      @mas Ngabehi,

      Wah…ayem aku,
      Maklum mas, idola saya itu para punokawan terutama Bagong, dan tokoh ‘pandir’ Nasruddin, jadi saya ikut gak-karuan begini ini.
      Soal ingin didatangi artis atau politikus, saya doakan dalam 35-hari(selapan) terhitung mulai nanti malam ini, kayaknya bakal keturutan…

      *hihihi…kemlinthi dot com*

    • Lambang says:

      Mas Samin kalau menjaga situs Sangiran ya harus sering-sering kirim doa ke leluhurnya yang ada di situ. Sapa tu namanya, Phitecantropus Erectus apa ya… :D

      *ben ayeme ilang*

      • sikapsamin says:

        Lho…mas Lambang, saya patuh dhawuhe simbah.
        Berdoa apapun itu, tidak usah pakai hitungan 7X, 40X dst, sedapat mungkin tiap isapan dan hembusan napas, adalah doa. Sampai akhirnya tidak lagi merasa berdoa atau tidak…

        Btw…hati2 lho kalau menyinggung ungkapan2 yg menggunakan kata ‘Erectus’, apalagi menyangkut Sangiran, nanti kena ‘walat’…nggak bisa erectus…bhlai tenan…hihihi

      • Lambang says:

        Wah hiyo, blaik tenan.
        Lha bisa thela-thelo ra karuan… :)

        Yo wis nitip ngapunten untuk simbah “Homo Erectus”.
        *duh, simbah bikin nama koq ya pakai homo segala*

      • sikapsamin says:

        Soal nama ‘homo erectus, phitecantropus lsp’…mingturut literatur kan dari bahasa Yunani.
        Kalo aslinya ya…TANPO-ARAN atau tanpa-nama…

  6. ahmed shahi kusuma says:

    @Lambang
    Yen konco smpyan penginjil gereja Pantekosta, melarang acara beginian,….
    kalo koncon sampyan wahabi yo ora doyan mocone fatihah gawe leluhur (la padahal Ibn Taimiyah mbahne wahabi iku memperbolehkan!!! hihihihi…)
    Repot juga memang kalo agama copot kitab suci yg dibaca abad 21, mengabaikan fakta bahwa agama adalah tradisi yg ribuan taun da ada!

  7. Gendrayana says:

    mendoakan leluhur ada beberapa pemaknaan yg saya tahu selain memohonken ampunan. ada yg mengirim doa sebagai rasa syukur karena berkat para pendahulu itulah seseorang bisa lahir di dunia. ada juga lantaran faktor genetika tertentu dari leluhur itulah orang bisa pintar bikin prakarya membuat orgonite hidup dengan sejumlah kelebihan. atau mungkin bersyukur terlahir dari keluarga yg punya tradisi mendidik anak-anak dgn penuh kasih sayang… saya pernah dengar itu orang meminta leluhurnya di makam lalu ditemui dan komentarnya semacam begini: “kamu kok malah minta ke saya? bermohonlah kepada Tuhan. buat kami cukup mintakan ampunan…” kira-kira gitu.. tapi ya gak tau apakah itu yg ditemui leluhur yg asli atau oplosan palsu atau imaginasinya sendiri… :cool:

  8. m4stono says:

    dulu pernah punya pengalaman ditemuin simbah putri yg nangis2 di mimpi, setelah di cek ternyata kuburannya gak terurus oleh keluarga yg deket2 situ, padahal saya jarang2 mendoakan simbah :roll: hiks

    memang sih yg sudah mati bisa melihat dan berhub dgn yg masih hidup, tapi kan tidak semua dan tidak sering2 juga, cilakanya kalo yg datang itu gendruwo yg mirip2 dan ngaku2 simbah kita ujung2nya minta rokok dan sajen….nah lo mosok udah mati masih aja nggragas :mrgreen:

    • sikapsamin says:

      …nah lo mosok udah mati masih aja nggragas…
      __________________________________
      hihihi…bingung to?
      kalau menurut imajinasiku, nggragas itu kan sifat, sedangkan sifat adalah salah satu cabang dari energi. Nha…akhirnya ketemu rumus mbah Einstein to?!
      Jadi energi itu abadi…jaréné

    • Gendrayana says:

      ngalaming lelembut… hiiiiii

    • Lambang says:

      @KangTon: Konon untuk membedakan itu ruh asli atau jin yang ngaku-ngaku, cukup dibacakan syahadat jin.

      @Mas Samin: Mungkin entar ada energy drink yang bermerek “Nggragas Drink”, khusus untuk orang-orang yang pingin gemuk dan meningkatkan sifat ngabis-abisin makanan. :)

      @Mas Gen: Alam AKU sopo INGSUN.
      *Suryomentaraman Fans Club* :D

      • sikapsamin says:

        Hihihi…”Nggragas Drink”…

        Sangat innopatip, sangat innopatip…
        Keknya perlu segera di’patent’kan, terus buka “GENDRUWO-CAFE”…

        Josss tenan…

      • mbah yo says:

        kulonuwun…
        nderek mampir sederek2…nyuwun perso nggih
        saya ikut gabung boleh to mas…ngangsu kawruh dateng ingkang pakar. lhah kulo bingung je, membedakan roh ama jin trus dibacain syahadat jin. mbok nyuwun perso kayak apa syahadat jin, biar saya g kepeleset.
        matur suwun sederek2

    • Sumégó says:

      Lha kok ujungnya bisnis lagi…

    • Lambang says:

      Bagusnya memang begitu mas. Ngobrol ra nggenah terus ujung-ujungnya ada inspirasi bisnis… :D

  9. eMina says:

    piye kabare mas lambang?
    sy jarang ngedoain leluhur…

  10. m4stono says:

    jadi teringat kalau kita mendoakan nabi muhammad katanya akan mendapat syafaat…….lha nyatanya yg suka sholawatan pake teriak teriak juga yg pernah ditemuin nabi muhammad paling2 satu banding seribu…. jangan2 database solawat nabi di alam sana sampai error dgn tingkah polah umatnya yg suka teriak2, jadi data2 umat yg dijadwal utk ditemuin jadi kacau ngawur ndot com :mrgreen:

    • Lambang says:

      Kalau ngikuti cerita syahadat dan syafa’at itu ya ada yang aneh juga bagi saya. Yang pertama fakta bahwa Nabi sendiri ngga yakin masuk surga dan minta didoakan oleh umatnya. Yang kedua, Nabi minta imbalan sholawat untuk mendapatkan syafa’atnya. Bukankah Nabi mengajarkan agar kita lebih banyak memberi daripada meminta? :cool:
      *kafiiirun – musyrikin – murtadin*

      Tapi yah kembali lagi ke pendapat yang menyatakan bahwa agama tidak boleh dinalar dengan akal. Ini memang pendapat yang sangat paradoks. Kalau memang Tuhan tidak mengijinkan manusia menggunakan akalnya untuk menilai agama, kenapa manusia dilahirkan dengan memiliki akal? Bantahan untuk pertanyaan ini juga sudah ada. Tinggal cari di Google dan beriman pada jawaban yang mana. ;)

      Mudah-mudahan nantinya banyak ilmuwan yang bisa lolos masuk surga. Minimal sebagai penyeimbang jumlah penduduk surga yang tidak mau menggunakan akalnya. :)

      • sikapsamin says:

        …Mudah-mudahan nantinya banyak ilmuwan yang bisa lolos masuk surga. …
        _______________________________
        kalo nggak salah ‘terawang’, data hasil fit & proper, memang sdh banyak ilmuwan yang sebenarnya lolos masuk surga. Hanya pelaksanaannya terpaksa ditunda, menunggu fit & proper calon2 bidadari utk menambah stock di surga, jadi para ilmuwan diimbau utk bersabar…dan sementara dibagi gambar2 poster para selebriti dulu…

      • Lambang says:

        Kelihatannya ada laboratorium pembibitan baru di Surga Indah II gan. Mungkin banyak yang lolos timbangan, jadinya stock menipis. :)

  11. Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang bisnis di blogku :

    http://www.yohanwibisono.com, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx

  12. Sumégó says:

    Kok tumben sepi ya Mas Lambang…apa ladi pada sibuk mendoakan para leluhurnya ya…?? ato lg persiapan WeekEnd…ya

  13. ahmed shahi kusuma says:

    Mendoakan leluhur adalah menunjukkan rasa terima kasih kita akan kebajikan yg mereka tanamkan pada kita. Di luar mereka banyak alpa terhadap kita. lalu bagaimana cara kita berterimakasih pada mereka? dikirim parsel?

    • Lha udah bener itu mas. Mendoakan leluhur sebagai ucapan terima kasih. Yang jadi masalah adalah leluhur yang tidak didoakan oleh keturunannya, atau yang tidak mempunyai keturunan. Makanya akan lebih baik kalau kita juga mendoakan semua leluhur, apapun SARA-nya, bukan hanya mendoakan leluhur kita saja. :)

  14. Putune simbah says:

    Setujuuu..

  15. Of course, what a great site and informative posts, I will add backlink – bookmark this site? Regards,
    Reader.

  16. tomy says:

    doa ketika nyebar kembang di perempatan :
    Duh Gusti saya tidak sekedar menyebar kembang, namun menyebar kebaikan kepada seluruh titah Paduka yang meleawti perempatan ini. semoga kebaikan, keselamatan dan kebahagiaan menyertai seluruh titah Paduka

    itu salah satu contoh kesadaran kesemestaan Jawa, tak hanya berdoa untuk leluhur atau sesama manusia namun seluruh titah yang ada.. Mantap!!!

  17. Sastro Atmodjo says:

    l like bang LM…

    ======================
    :: Cxixixixi…. :))
    ======================

  18. hallo BOSS…

    ======================
    :: Hallo BRO Boedoet…. :))
    ======================

  19. sikapsamin says:

    Dalam ‘agama’ Blogging…kiranya perlu ditradisikan Mendo’akan Sahabat (terutama yang suka berantem komen) sesama Blogger, semoga masih ingat dan bisa pulang keBlognya masing2…dalam keadaan bugar kewarasan…

  20. mbah yo says:

    sugeng kenal mas Lambang, mas samin, Mas Ngabehi lsp pun
    lah niki informasi sing tak golek2i je…Subhanallah, kulo diparingi kesempatan mengembangkan wawasan kejawen. Joss tenan…setuju mas2, pokoke kalo kita doain para leluhur kinasih tanpa pamrih aja. bener2 minta ama Allah agar diampuni dosa dan diberi tempat yg baik. Imam thabrani*nek g salah ya* bilang kalo dewe2 meniko ndongakke sing apik karo sopo wae, maksude sing tasih sugeng utawa pun kondur, pahalane nggih balik teng dewe2 juga mas. pokoke dewe positif thingking mawon tanpo embel2 njaluk sing neko2 mas. wong yen dewe ikhlas lan sabar energi kosmik dalam tubuh kuwi nambah je…wuis kemlinthi tenan…ngapunten gih mas2

  21. Mukamad yg bukan leluhur kita tiap hari 5X didoakan, giliran orangtua kandung kita lantaran lain agama eh doa kita gak nyampe. Begitupula doa dari orang lain karena bukan anak kandung juga gak nyampe. Malang nian jadi orangnya Mukamad tukang perang ke mana2 bawa pedang.

    • joko says:

      orang gereja pantekosta taqiyah pake nama nasionalis indo padahal ga’ pantekosta sama wahabi sama saja

  22. Oneil Ongso says:

    kulo nuwun dulur….
    podho tindak ngendi yo do’an kok sepi….
    salam kenal kagem om lambang, om sumego om samin lan liyo liyane….
    di tunggu gojekane yo om…
    (tergantung sng moco gelem mikir po ora)
    hehehe…
    pingin ndherek ngangsu dulur….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 41 other followers

%d bloggers like this: