Atmosfir metafisis –- yang ke dalam atmosfer ini shalat ditempatkan –- berada di luar peliknya pertumbuhan sejarah. Ia merupakah sebuah tempat, di tempat ini Islam bukan berarti agama atau budaya, bahkan juga bukan sistem keyakinan, melainkan sebuah kondisi yang memancarkan kecemerlangan yang universalitas mobilitas temperamennya terlalu sulit ditangkap dan terlalu tinggi untuk dimiliki siapapun. “Segalanya adalah Islam. Islam adalah kesucian sempurna hati. Islam adalah samudra yang maha luas. Jika ada ajaran Tuhan, itulah Islam. Menerjemahkan kualitas-kualitas kebenaran ke dalam bentuk tindakan, dan menerima dengan antusias cinta sejati, maka itulah Islam. Hati yang letih, hati yang terluka, kalau dengan antusias menerima hati-hati ini dengan cinta, dan memberi hati-hati ini susu cinta, menerima hati-hati ini langsung, dari hati ke hati, dalam harmoni, persaudaraan, dan simpati, maka itulah Islam.”
Read the rest of this entry »
Like this:
Be the first to like this post.