Di Situlah Wajah Allah

26 January 2009

rosesDan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS Al-Baqarah 115)

Ayat ini tampaknya banyak mengandung arti yang tersirat selain dari arti yang tersurat. Kalau kita melihat ke timur atau barat dan pandangan kita tertuju pada langit, gunung, bintang dan lain2, maka pasti kita akan mengagumi kesempurnaan dan keindahan dari ciptaan Allah. Masalahnya, disana kan tidak ada wajah siapapun. Apakah wajah disini dapat diartikan dengan aktualisasi atau pembuktian melalui perwujudan ciptaan ?

Masalahnya akan menjadi lain kalau melihat ke timur dan kebaratnya dari terminal bis. Ketemunya ya preman2 tukang palak atau wanita2 penghibur yang ada di sekitar terminal. Nah yang ini kan malah membuat kacau pemahaman terhadap ayat tersebut.

Terima kasih sekali kalau ada yang bisa memberi penjelasan detail tentang hal ini, atau cukup memberikan link ke site terkait.

Setelah beberapa hari ini merenung di angkutan umum, ternyata saya mendapatkan pencerahan. Wajah Allah yang dimaksud disitu adalah cermin. Cermin yang bersifat spiritual. Cermin yang dapat saya gunakan untuk melihat ke belakang apakah jalan yang saya tempuh selama ini masih salah atau sudah berada di jalur yang tepat. Dengan memanfaatkan cermin ini, saya akan semakin mudah untuk melakukan evaluasi diri.

Untuk sementara saya akan berpatokan pada kesimpulan tersebut, sambil menunggu barangkali ada patokan lain yang lebih masuk akal dan banyak referensi-nya.


Takdir Masuk Surga atau Neraka

26 January 2009

heaven_and_hellHanya sebagai reminder untuk yang merasa sudah dekat dengan Allah maupun untuk yang masih merasa jauh dari Allah.

Rasulullah saw. sebagai orang yang jujur dan dipercaya bercerita kepada kami: Sesungguhnya setiap individu kamu mengalami proses penciptaan dalam perut ibunya selama empat puluh hari (sebagai nutfah). Kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula. Selanjutnya Allah mengutus malaikat untuk meniupkan roh ke dalamnya dan diperintahkan untuk menulis empat perkara yaitu: menentukan rezekinya, ajalnya, amalnya serta apakah ia sebagai orang yang sengsara ataukah orang yang bahagia. Demi Zat yang tiada Tuhan selain Dia, sesungguhnya salah seorang dari kamu telah melakukan amalan penghuni surga sampai ketika jarak antara dia dan surga tinggal hanya sehasta saja namun karena sudah didahului takdir sehingga ia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah ia ke dalam neraka. Dan sesungguhnya salah seorang di antara kamu telah melakukan perbuatan ahli neraka sampai ketika jarak antara dia dan neraka tinggal hanya sehasta saja namun karena sudah didahului takdir sehingga dia melakukan perbuatan ahli surga maka masuklah dia ke dalam surga. (Shahih Muslim No.4781)

Kalau membaca hadist yang seperti ini, mendadak saya menjadi apatis dalam beragama dan dalam menjalani kehidupan. Apapun usaha kita dalam mendekatkan diri kepada Allah, ternyata bisa didahului takdir yang sudah ditentukan sebelumnya.


Pandangan Hidup Jawa

26 January 2009

anggrekIstilah “Pandangan Hidup Jawa” di sini mempergunakan pengertian yang longgar, jadi istilah ini dapat saja diganti dengan istilah-istilah lain yang mempunyai arti yang kurang lebih sama, seperti “Filsafat Jawa” (Abdulah Ciptoprawiro) “Filsafah Kejawen” atau istilah lain lagi. Tetapi pandangan hidup Jawa, ini tidaklah identik dengan “Aliran Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa” atau “Islam Abangan” atau “Mistik Jawa” dan lebih-lebih dengan “ilmu-ilmu klenik”. Sementara itu beberapa istilah lain seperti “Agama Jawa” atau “Agama Jawi” (Koentjaraningrat), “the religion of java” (Clifford Geertz), dan lain-lain. Itu tidak identik dengan “Pandangan Hidup Jawa” sekalipun terlihat adanya beberapa segi persamaan.
Pandangan hidup Jawa bukanlah suatu agama, tetapi suatu pandangan hidup dalam arti yang luas, yang meliputi pandangan terhadap Tuhan dan alam semesta ciptaan-Nya beserta posisi dan peranan manusia di dalamnya. Ini meliputi pula pandangan terhadap segala aspek kehidupan manusia, termasuk pula pandangan terhadap kebudayaan manusia beserta agama-agama yang ada. Read the rest of this entry »


Ranking Agama dari Jumlah Pemeluk

26 January 2009

Menarik juga kalau mempelajari komposisi umat bergama yang ada di dunia ini.

Dari 6.4 milyar penduduk dunia, Islam berada di urutan ke dua yaitu sebesar 1.5 milyar. Urutan pertama ditempati oleh Christiany sebesar 2.1 milyar. Urutan ketiga ditempati oleh Hindu sebesar 900 juta. Ini adalah data tahun 2005, dan detailnya bisa dilihat disini.

rel_pie1

Di site tersebut juga bisa ditemukan perkiraan distribusi agama pada akhir milenium. Yang menarik, ada barchart disana yang menyebutkan bahwa hanya 14%  penduduk Eropa yang mengunjungi tempat ibadahnya secara rutin (1 minggu sekali). Untuk Asia Tenggara angkanya sedikit lebih besar, 27%.

Artikel lengkap bisa dibaca disini.

Read the rest of this entry »


Akankah Indonesia menjadi negara Islam ?

26 January 2009

Ditulis pada oleh Abu Ja’far Al Atsary. Artikel lengkap lihat disini.

Orang yang menolak Indonesia dijadikan negara islam hanya ada 3 kemungkinan, kemungkinan pertama karena dia bodoh (jahil) sehingga tidak tahu bahwa berhukum dengan hukum islam itu wajib, dan menjalankan syariat islam dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara adalah wajib. Kemungkinan kedua adalah karena dia kafir, jadi dia menolak syariat islam dan menganggap hukum buatan manusia lebih baik dari hukum islam, dia menganggap tidak wajib berhukum dengan al Quran & hadits, dan ini adalah kekafiran. Kemungkinan ketiga yaitu dia menolak penerapan hukum islam karena hawa nafsunya, sementara hatinya mengakui bahwa sebenarnya manusia wajib berhukum dengan hukum islam.

Apakah para anggota DPR yang menolak penegakan syariat islam di indonesia itu kafir?

Waduh, kalau membayangkan hukum syari’at Islam ini diberlakukan di Indonesia, di jalan-jalan kita pasti akan sering ketemu dengan orang orang yang buntung tangannya. Atau orang yang buta karena dicungkil matanya seperti hukum di Iran. Atau bakalan ada lapangan untuk hukum lempar batu sampai mati.

Ya Allah, apakah perlu hukuman-hukuman sadis itu ? Astaghfirullah hal adhiem 100x.


Islam Abangan – apa itu ?

26 January 2009

mosque Islam Abangan adalah stempel yang diberikan kepada orang yang mengaku Islam, tetapi belum menjalankan syari’at secara benar. Syari’at yang dimaksud disini bukan hanya Rukun Islam dan Rukun Iman saja. Untuk mengetahui syari’at secara benar, rasanya perlu waktu beberapa tahun dengan cara belajar bahasa Arab, membaca Al-Qur’an dan Hadist, diskusi, berguru, samadi, istiqarah dan sejenisnya. Hal seperti ini yang membuat orang mencoba mencari cara instan untuk menjadi Muslim sejati. Alasannya karena waktu yang tersedia belum tentu mencukupi untuk mempelajari semuanya. Siapa tahu besok mendadak mati. Jadinya ya sambil belajar sambil mengamalkan. Untuk yang belajarnya belum tuntas, boleh saja disebut abangan. Toh untuk yang bukan abangan juga tidak ada jaminan akan menjadi kekasih Allah dan masuk surga. Besar kemungkinan hanya jawaban Wallahualam bissawab atau Insya’Allah.


Abangan – Javanese Mystical Movements

25 January 2009

There are numerous forms of mysticism. The majestic grandeur of nature evoked an intuitive awe in man and a feeling of unity. Some time in history members of the homo sapiens species began directing their attention inside themselves as they received indications of a magical and spiritual nature.
In early cultures groups formed around a person who seemed through some strange play of nature be possessed with extraordinary powers and insights. Some call them medicine man, or shamans.

In modern culture mysticism is seen as the practice of communion and adoration of man of his divine nature.
It takes all forms, though. On this page an introduction to Javanese mysticism, the origins of which little is known as its early adherents committed little to writing.
Read the rest of this entry »


%d bloggers like this: