License to Kill

license to kill Ini judul film James Bond era tahun 90’an. Semua agen intelejen dan militer memiliki hak ini, hak untuk membunuh musuh atau orang yang dinyatakan berbahaya bagi negara. Sebagian polisi juga punya hak ini. Sayangnya hak ini sering disalahgunakan oleh beberapa oknum untuk membunuh orang yang tidak bersalah. Kadang2 juga digunakan untuk menakut-nakuti orang lain.

Para penganut agama Islam aliran keras juga merasa punya hak untuk membunuh para kafir. Ini sesuai dengan kitab suci yang diyakininya (Al-Qur’an).

Hak membunuh? Ya, benar. Di dalam Al-Qur’an jelas2 tercantum ayat yang memberikan hak kaum muslim untuk membunuh kaum kafir di medan perang.

Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka. (QS 47:4 Surah Muhammad)

Perlu dicatat disini bahwa hak tersebut berlaku hanya di medan perang, dan hanya belaku untuk kaum kafir.

Sebetulnya apa arti dari kafir? Ada sebagian yang menjelaskan bahwa kafir adalah orang yang bukan Islam. Jadi, Kristen, Hindu, Buddha, Taoism, dll adalah kafir. Ada sebagian yang lain mengartikan kafir dengan orang yang tidak percaya adanya Tuhan (atheism). Ada sebagian lain lain yang mengatakan bahwa kafir adalah orang yang tidak menjalankan syari’ait Islam. Lingkup yang ini malah akan lebih luas lagi, meliputi aliran kepercayaan dan kejawen.

Jadi, menurut para pengikut aliran terakhir ini, yang boleh hidup hanya Islam asli yang menjalankan syari’at dengan benar.

Pertanyaan yang akan muncul kemudian adalah :

  • Sebetulnya apa arti kafir yang sebenar-benarnya?
  • Apa sebenarnya arti Islam itu?
  • Kalau para Non-Muslim adalah kafir, apakah masuk akal sehat jika surga nantinya hanya berisi orang2 Islam saja?
  • Bagaimanakah yang disebut menjalankan syari’at dengan benar?
  • Apakah kalau sudah menjalankan syari’at dengan benar akan dijamin disukai Allah dan masuk surga?
  • Bagaimana dengan orang2 non-Muslim yang sudah ada sebelum agama Islam datang ? Apakah mereka juga tidak disukai Allah dan masuk neraka semua?

Rasanya tidak banyak yang bisa menjawab enam pertanyaan ini dengan baik. Masing-masing akan menjawab sesuai dengan batas pengetahuan dan kemampuannya saja. Refer ke ayat ini, ayat itu, hadist ini, hadist itu, dan hanya sedikit yang menggunakan hati dan dapat memberikan argumentasi dengan baik. Sesungguhnya hanya Allah yang bisa menjawab pertanyaan ini.

Di dalam Al-Qur’an juga disebutkan adanya pembunuhan oleh (nabi) Khidr, yang disaksikan oleh nabi Musa.

Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidhr membunuhnya. Musa berkata: “Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar.” (QS 18:74)

Apakah (nabi) Khidr mendapatkan hak membunuh dari Allah? Kemungkinan besar ya karena pembunuhan ini disebutkan dalam Al-Qur’an, kalam illahi yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad.

Penjelasan tentang pembunuhan tersebut ada pada ayat berikutnya :

Dan adapun anak muda itu, maka keduanya adalah orang-orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran. (QS 18:80)

Dan kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya). (QS 18:81)

Karena adanya ayat2 tersebut, umat Islam yang beraliran keras akhirnya menjadi kehilangan hati, anarkis dan berdemonstrasi dengan membawa slogan yang bunyinya “Penggal kepala kaum kafir / Beheaded who insult Islam”. Mereka merasa mendapat hak dari Allah untuk membunuh sesama manusia.

Benarkan demikian? Masih perlu dikaji lebih jauh lagi.

Dikemas oleh : Lambang (https://islamabangan.wordpress.com)

10 Responses to License to Kill

  1. varda says:

    Rasanya tidak banyak yang bisa menjawab enam pertanyaan ini dengan baik. Masing-masing akan menjawab sesuai dengan batas pengetahuan dan kemampuannya saja. Refer ke ayat ini, ayat itu, hadist ini, hadist itu, dan hanya sedikit yang menggunakan hati dan dapat memberikan argumentasi dengan baik. Sesungguhnya hanya Allah yang bisa menjawab pertanyaan ini.

    Ya gimana mau jawab kalo nggak direfer ke Quran dan Hadist? Bisa-bisa jadinya mengada-ada dong. Saya langsung ke pertanyaan terakhir yaaaa… Sudah dijawab kan sama Alloh di Al Baqarah:62.

    • lambang says:

      @Mbak Varda,

      Terima kasih atas saran dan jawabannya. Saya setuju dengan jawaban dari pertanyaan ke 6. Sering kita dengar bahwa ada beberapa bagian dari Al Qur’an dan Hadist yang tidak dapat dicerna secara harfiah saja. Apalagi dengan hanya membaca terjemahannya. Ada juga yang menyebutkan bahwa Al_Qur’an itu memiliki beberapa arti lain yang yang tersirat. Nah ini adalah bagian yang paling sulit. Apa kita harus belajar bahasa Arab dulu (bukan hanya belajar membaca Al-Qur’an) dilanjutkan dengan menjalankan laku tasawuf, tarekat atau meditasi selama bertahun-tahun agar bisa mengerti dengan benar ? Embuh… ora weruh… langsung nglumpruk karo biyayakan Googling…

  2. varda says:

    He he he.. Pelan2 asal sampe tempat tujuan, Mas/Mbak Lambang… nggak perlu ngebut2 googlingnya🙂

  3. SufiMuda says:

    Agama tanpa akal bisa melahirkan kesesatan juga.
    Islam lahir di abad pertengahan dengan budaya kekerasan, saling menaklukkan.
    Maka hukum2 Islam juga tidak jauh berbeda dengan kondisi saat itu. Para ulama yang manafsirkan Al Qur’an dan Hadist juga hidup dalam zaman yang sama sehingga tidak mengherankan tafsiran terhadap ayat Al Qur’an disesuaikan dengan zamannya. Menurut saya itu hal yang wajar

    Kita sekarang hidup di abad 21 yang lebih santun. Budaya2 kekerasan sudah saatnya digantikan dengan sikap yang santun dan toleran sehingga peradabana Islam lebih bisa menyejukkan dunia.
    INi lah tantangan bagi ulama kita. Seharusnya ulama lebih menfokuskan untuk hal2 seperti ini dari pada sibuk mengurus rokok dan golput🙂

    Dalam Al Qur’an kita dibolehkan untuk menggauli budak2. Arab Saudi yang menafsirkan ayat Al Qur’an apa adanya masih menjelankan ayat ini. Tidak mengherankan disana banyak terjadi pemerkosaan terhadap TKW dan dianggap wajar karena TKW masih dalam kategori Budak, boleh di gauli!

    Ayat2 Al Qur’an akan berlaku abadi apabila kita bisa menafsirkannya sesuai dengan zaman. Ini tantangan untuk ulama..

    Salam

    • umiaceh says:

      “Tidak mengherankan disana banyak terjadi pemerkosaan terhadap TKW dan dianggap wajar karena TKW masih dalam kategori Budak, boleh di gauli!”

      kasus pemerkosaan pada TKW di Arab itu jumlahnya jauh lebih sedikt daripada kasus-kasus pemerkosaan di negara-negara lain -termasuk indonesia-, entah itu terhadap pembantu, teman, orang lain bahkan keluarga sendiri, dalam keadaan damai maupun perang. tapi kenapa jka ada sesuatu terjadi di arab, selalu srariat Islam yang kambing hitamkan?

      buka pikiran dikit dong mas,,

  4. Lambang says:

    @Bang SufiMuda,

    Terima kasih atas comment-nya. Sering saya merasa bahwa dengan semakin banyak belajar agama dan spiritual, saya malah semakin bodoh dan semakin bingung memilah-milah mana yang benar. Seandainya bisa mohon kepada Allah agar Al-Qur’an bisa diturunkan service-pack nya dalam bentuk CD/DVD, lengkap dengan help, user guide, trouble-shooting, sample images dan standard prosedure-nya, mungkin akan lebih gampang bagi saya memahaminya.🙂
    Salam.

    • umiaceh says:

      ehm,, gak perlu minta software pada Tuhan, , minta saja supaya hidayah Tuhan masuk ke hati kita

  5. batjoe says:

    mantap banget mas artikelnya ndak panjang tapi penuh dengan hikma dan saya setuju dengan alenia terahkir.

  6. Lambang says:

    Iya mas. Memang banyak pemahaman yang perlu dikoreksi. Mungkin dengan cara mencari makna bathiniyah yang lain dari setiap ayat agar dapat sesuai dengan jaman kini. Bukankah sudah ditemukan ada beberapa kata dalam bahasa Arab yang memiliki makna lain yang tersirat.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: