DNA Spiritual

DNA Penelitian DNA selama ini hanya membuktikan bahwa cetak biru bentuk fisik manusia termasuk seluruh organ dalam tubuhnya, disimpan dalam molekul tubuh yang disebut DNA.

Apakah DNA Spiritual ada ? Belum dapat dibuktikan secara ilmiah. Saya berandai-andai bahwa suatu saat akan ditemukan bukti ilmiah bahwa DNA Spiritual adalah bagian dari DNA yang kita kenal selama ini, dan ada pada 90% bagian dari DNA yang dianggap “Junk DNA”.

DNA Spiritual dari ayah dan ibu kita akan sangat berpengaruh dalam membentuk spiritual kita. Kalau bapaknya begal, ibunya germo, 90% dapat dipastikan anaknya akan seperti apa. Kalau ada yang anaknya jadi kiai, ya termasuk yang 10% sisanya itu.

Dalam buku “The Secret of Your Spiritual DNA, oleh Musa Kazhim, Penerbit Hikmah, Feb 2008” disebutkan sebagai berikut :

Fitrah adalah DNA jiwa manusia yang tak mungkin berubah, dan manusia adalah makhluk yang tidak mungkin bisa lepas dari fitrahnya.
Berapa milyar tahun pun kita hidup di dunia ini, sekiranya hal itu mungkin terjadi suatu ketika kelak, fitrah atau DNA jiwa itu tidak akan mungkin berubah. Itulah mengapa tindakan membahas, merenung, menelisik dan mengetahui fitrah ini menjadi tugas dan tanggungjawab abadi setiap insan.

Ada yang kurang mengena disini, karena menyamakan fitrah dengan DNA jiwa. Fitrah menurut pemahaman Islam adalah takdir, yang merupakan ketentuan dari Allah yang tidak berubah sepanjang masa. Ini pemahaman sampai dengan saat ini. Ada kemungkinan beberapa tahun kemudian pemahaman ini akan berubah sesuai dengan kemajuan sains dan teknologi. Sedangkan DNA Spiritual (DNA jiwa) menurut saya adalah sifat bawaan (mencakup minat spiritual, emosi, etika, empati, kesabaran, daya juang dan sejenisnya) yang bermutasi dari ayah dan ibu kita.

Sebetulnya kita semua ini adalah mutant, hasil mutasi genetika dari ayah dan ibu kita. Ya mungkin mirip cerita Mutant Ninja Turtles itu.

Contoh yang sederhana, kalau bapak dan kedua orangtuanya bapak asli negro Nigeria, kemudian ibu dan kedua orang tuanya ibu juga asli negro Nigeria, 99% dapat dipastikan anaknya akan hitam dan berwajah asli negro Nigeria. Apakah anak ini terlahir sesuai fitrahnya atau sesuai dengan mutasi genetikanya ? Dijawab dari sisi agama, ya sesuai fitrahnya. Dijawab dari sisi sains, dia terlahir dari hasil mutasi genetika ayah dan ibunya. Agama dan sains tidak pernah bertolak belakang. Sains adalah hukum alam yang sangat kompleks dan sophisticated, boleh juga dikatakan sebagai bukti kebesaran atau mukjizat yang diciptakan Tuhan, belum pernah terjamah pada jaman Flintstone, tetapi sekarang sudah mulai terbuka sedikit demi sedikit.

Hasil penelitian terakhir di Rusia oleh Grazyna Fosar dan Franz Bludorf pada tahun 2001 menyebutkan bahwa 90% dari DNA yang selama ini dianggap sebagai Junk DNA, ternyata dapat dipengaruhi oleh kata-kata dan frekwensi. Artikel lengkap tentang penelitian ini dapat dibaca di sini.

Pandangan saya tentang DNA Spiritual ini hampir sama dengan isi buku “The Secret, Rhonda Byrne, Nov 2006”. Bedanya, dalam buku The Secret ini disebutkan bahwa takdir kita dapat diubah dengan mengubah pola pikir dan afirmasi, bukan DNA Spiritual yang diubah.

Pandangan yang sejenis juga dapat ditemukan dalam buku “Re-code Your change DNA, Rhenald Kasali, 2007” yang menyebutkan bahwa DNA dapat diubah atau di-recode untuk mencapai harapan kita. Tampaknya Pak Kasali dalam menulis bukunya ter-inspirasi dengan penelitian Rusia di atas dan buku “The Secret”.

Fitrah manusia sudah dijelaskan dalam hadist sebagai berikut :

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang membuatnya menjadi seorang Yahudi, seorang Nasrani maupun seorang Majusi. Sebagaimana seekor binatang yang melahirkan seekor anak tanpa cacat, apakah kamu merasakan terdapat yang terpotong hidungnya?. (Shahih Muslim No.4803)

Setuju sekali dengan hadist ini. Tetapi siapakah yang membuat seorang anak menjadi berkulit hitam kelam atau putih bersih, menjadi pintar atau idiot, menjadi normal atau cacat ? Apakah kedua orang tuanya yang membuat seperti itu ? Kalau bukan mereka, lalu siapa ? Apakah Tuhan yang menciptakan anak-anak cacat ? Bukankah ciptaan Tuhan selalu sempurna ? Masih perlu waktu yang cukup lama untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.

Dengan perkembangan spiritual dan sains, besar kemungkinan nantinya (entah berapa tahun lagi) kita perlu me-redefinisi-kan ulang pemahaman kita tentang isi kitab suci. Isinya boleh tetap sama dan tetap dianggap benar, tetapi pengertian dan pemahamannya yang perlu dijabarkan ulang secara detail dengan menggunakan logika. Kira-kira miriplah dengan kisah sufi tentang empat orang buta yang berusaha memahami apa itu gajah (Google search di sini). Jumlah orang buta inipun sekarang sudah berkembang menjadi lima dan enam. Berapa jumlah orang buta pada kisah aslinya masih belum jelas.

Dikemas oleh : Lambang (https://islamabangan.wordpress.com)

One Response to DNA Spiritual

  1. SufiMuda says:

    Judul di atas menarik untuk ditelaah.
    Saya nonton sebuah film yang judulnya udah lupa. Dalam film itu teknologi sudah sedemikian maju. Seorang pasangan sebelum mempunyai anak terlebih dahulu berkonsultasi dengan ahli gen, anak yang bagaimana yang di inginkannya. Apakah yang hidungnya mancung, warna kulit putih, jantungnya sehat, cerdas dll, semua bisa direkayasa.
    Saya membayangkan suatu saat akan seperti itu, ini merupakan tantangan berat bagi Agama.

    Saya yakin sifat2 dari orang tua akan turun kepada anaknya, termasuk spiritual.
    Ada pepatah lama mengatakan, “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”🙂

    Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: