Jangan Berdagang Dengan Allah

euro-coins6Sebelum memulai menulis, saya biasa melakukan Googling terhadap rencana judul. Setelah hasilnya ditemukan, ada dua pilihan yang muncul, mau yang judulnya banyak (pasaran), atau mau yang sedikit. Kalau banyak yang ditemukan, berarti artikel dengan judul tersebut sedang populer atau sudah dibajak di copy and paste secara berjamaah. Kalau ditemukan hanya sedikit, berarti ngga populis, tetapi kemungkinan akan menjadi top rank page. Ini bagian dari SEO (Search Engine Optimizer) tips.

07-Feb-09, jam 23:30. Saya coba Googling dengan keyword “Jangan Berdagang Dengan Allah” (tanda kutip disertakan). Sama sekali tidak ditemukan. Jika anda Googling sekarang, minimal akan muncul satu page, yaitu artikel ini. Ketiadaan temuan ini agak aneh, padahal anjuran ini banyak disebutkan dalam berbagai buku tasawuf. Saya coba lagi dengan keyword “Berdagang Dengan Allah”. Ditemukan 904 pages. Nah, ini baru menarik. Saya buka beberapa halaman secara acak, sebagian besar menyebutkan kisah Nabi tentang penjualan kain Fathimah sebesar 6 dirham yang akhirnya menghasilkan keuntungan sebesar 160 dirham. Kebanyakan penulis artikel menganggap sedekah itu sebagai umpan untuk memperoleh ikan yang besar.

Jadi, kita bersedekah hanya karena janji imbalan Allah ? Seandainya tidak ada imbalan itu, atau imbalannya hanya diganti 100% saja tanpa bonus, akankah kita bersedekah ?

Perlu kita menyadari bahwa Al-Qur’an dan Hadits itu bukan buku kitab suci biasa. Itu adalah buku kitab suci yang multi-interpretation. Disini kita perlu memahami apa yang tersirat dan apa yang tersurat.

Potongan artikel dibawah ini, diambil dari buku “99 Nama Allah Bagi Orang Modern, Anand Krishna, Gramedia, 1998, Rp. 22.500”.

Untuk yang belum open-minded, mohon untuk tidak meneruskan membaca potongan artikel ini, karena banyak hal-hal yang terkesan menggurui, menghakimi, riya’ dan debatable things lainnya.

Disebutkan tentang salah satu nama Allah yaitu :

 

Al-Wahhab (Sang Pemberi)

Pemberi jalan keluar dari segala masalah. Pemberi ketenteraman jiwa. Pemberi keseimbangan batin. Pemberi ketenangan pikiran.

Jangan minta sesuatu yang lebih rendah nilainya. Ia Maha Pemberi dan akan mengabulkan doa Anda. Berhati-hatilah, jangan minta sesuatu yang tidak ada nilainya. Mintalah sesuatu yang berharga. Anda menghadap Kepala Negara dan anda menginginkan penyelesaian KTP. Betapa bodohnya Anda! Anda berhadapan dengan Tuhan, dengan Allah Yang Maha Pemberi, dan apa yang anda minta ? Renungkan, betapa tak berharganya permintaan-permintaan Anda. Jangan minta permen, gundu dan benda-benda duniawi yang tidak kekal, tidak abadi, tidak punya nilai sama sekali. Mintalah peningkatan kesadaran Anda. Permohonan Anda harus untuk sesuatu yang hanya dapat diberikan oleh Tuhan, oleh Yang Esa, oleh Allah.

Dan, apabila Anda mohon untuk sesuatu yang berharga, apabila Anda mohon agar kesadaran Anda ditingkatkan, apabila Anda berjalan menghadap matahari, maka bayangan Anda akan membuntuti Anda dengan sendirinya. Pernahkan Anda mendengar seruan Nabi : Carilah Allah dan segala sesuatu yang lain akan kamu dapatkan, dengan sendirinya.

Selama ini, apa yang kita lakukan ? Kita sebenarnya tidak mencari Allah. Yang kita cari hanyalah kesenangan-kesenangan duniawi. Mengapa Anda melakukan shalat ? Mengapa Anda melakukan sembahyang jam 12 malam ? Bukankah untuk memohon sesuatu ? Dan apa yang menjadi permohonan Anda selama ini ? Kenaikan pangkat, kekayaan, ketenaran – hanya itu saya!

Anda sebenarnya mengecilkan peranan Tuhan. Anda hanya mengadakan hubungan dagang dengan Allah. Anda munafik, Anda kafir! Jangan tersinggung, memang saya harus menggunakan kata-kata yang keras, karena tanpa kata-kata sekeras itu Anda tidak akan terbangun. Anda masih tidur pulas. Bangkitlah, bangunlah! Jangan berdagang dengan Allah dengan mengatakan: “Beri saya ini, dan saya akan sumbang untuk tempat ibadah. Beri saya itu, dan saya akan mengorbankan hewan untuk- Mu”. Betapa tumpulnya kita semua. Seolah-olah Ia Yang Maha Pemberi menantikan pemberian kita. Ia Maha Pemilik. Ia memiliki segala sesuatu dalam alam ini. Pemberian kita hanya membuktikan arogansi kita. Betapa egoisnya kita, betapa angkuhnya kita, seolah-olah kita bisa memberi sesuatu kepada-Nya.

Serahkan diri Anda, ego Anda, keangkuhan dan keserakahan Anda, ketamakan dan keirian Anda. Inilah sifat-sifat hewani yang harus dikorbankan. Pengorbanan hewan hanya simbolik. Yang harus dikorbankan, dilepaskan adalah sifat-sifat hewani Anda sendiri. Ia Yang Maha Pemberi tidak membutuhkan pemberian apa pun dari kita. Dan, apabila kita menyadari hal ini, kehidupan duniawi kita akan terurusi dengan sendirinya.

Nabi Muhammad SAW bersabda, Seseorang yang memutuskan hanya menuju Allah dan meiniggalkan yang lain-Nya, maka Allah akan memberikan kecukupan dengan segala perbekalan dan memberinya rezeki tanpa diduganya. Seseorang yang bergantung pada dunia, maka Allah akan menguasakan dunia itu padanya,” (HR Al-Thabarani dan Al-Baihaqi dalam kitab Al-Syu’ab).

Bagi saya sendiri, sedekah adalah merupakan kearifan sosial, keinginan tulus untuk membantu yang kurang mampu, tanpa memperdulikan apakah ada bonusnya atau tidak.

Dikemas oleh : Lambang (https://islamabangan.wordpress.com)

9 Responses to Jangan Berdagang Dengan Allah

  1. kangBoed says:

    hmm.. ketika penyembahan dibuka dengan akal pikir dan logika.. semua sepertinya menuntun ke arah transaksi bisnis.. sayang sungguh sayang.. tapi itulah perjalanan sampai suatu saat hatinya mulai bicara.. dan menjerit.. dan menangis.. saat itulah waktunya pemurnian telah tiba.. selaras dengan kebangkitan hati manusia.. perlahan tapi pasti.. mulai ketemulah sikap manembah sejati.. semoga.. yayaya.. semoga kita semua dituntun olehNYA..
    Salam Sayang
    Salam Kasih

  2. kangBoed says:

    hmm.. hahahaha.. ngueyeeeel abieeees.. kekekekek.. bisniiiis.. transaksi.. hihihi.. untung rugi.. ada untung ma kasih.. kalau rugi.. mulai dah kecewa*e*.. hehehe..
    Salam Sayang

  3. Fitri says:

    semur otak gajah dan kolak hati macan?

    Mendingan mbak kangboed cobain deh soto banjar dan kue bingka asal kaltim.
    Mau tau rasanya? Tanya aja sama mas santri gundhul.

  4. lakokketok says:

    tidak ada slogan orang pintar tidak berdagang dengan tuhan , rahmatan lil alamin berarti easy to use, easy to implementasi, user friendly. sederhana sajalah dalam berpikir, berdaganglah dengan Tuhan.

    ======================
    :: Enda ah.
    Saya pikir Tuhan bukan pedagang kelontong Pasar Baru.
    Dan saya tidak perlu menghitung-hitung uang kembaliannya.

    ======================

  5. Menurutku,
    Berdagang dan bila perlu bergadang lah dgn Allah.
    Kita telah diberi kuasa olehNya, gunakan.
    Napa minta balik minta balik mulu kpd-Nya, kan?

    Bag iman na mo jadi khalifah
    Bil a cengeng ingin ngendon mulu.
    Beg itu pikirku.

    Salam Pikir Tiga!

    ======================
    :: Siiip.
    Napa minta balik minta balik mulu kpd-Nya.

    ======================

  6. salam kenal, artikelnya bagus. saya lagi cari2 juga ttg masalah ini.

  7. lovepassword says:

    kadang pengin ikhlas, tetapi ngarep juga…😀

    Yah itulah manusia, lebih2 saya…😀

    SALAM Mas Lambang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: