Apakah Gus Dur membela Israel ?

Sumber : http://ketik-enter.blogspot.com/2009/01/gusdur-membela-israel.html

Berikut ini adalah copy artikel dari source tersebut di atas.

Setelah saya amati, ternyata artikel ini disusun dari potongan artikel-artikel lain (termasuk artikel yang sudah 1 tahun lebih), dengan tujuan untuk memberikan bukti bahwa Gus Dur membela Israel.

Judul artikel semula adalah : 11 Bukti Gus Dur Bela Israel, yang kemudian saya perlunak menjadi judul di atas.

1. Gus Dur Menyalahkan Hamas soal serangan Israel ke Gaza

Dikatakannya, persoalan antara keduanya seharusnya segera dibicarakan secara tuntas. Gusdur juga menyindir Hamas yang tidak mempunyai pemikiran untuk negosiasi “Seperti ancaman salah seorang pimpinan Hamas yang mengatakan sampai 100 tahun pun kalau perlu kita berjuang. Jika seperti itu ya habis,” ujar Gusdur. (okezone.com) Menurut Gus Dur, perang yang terjadi di Palestina adalah akibat KEGOBLOKAN (sengaja saya memberi huruf kapital kepada tiap pernyataannya yang sangat menyakitkan hati umat Islam) Hamas yang tidak mau menurut terhadap Israel! “Saya sudah tahu perang ini pasti akan berlangsung dari dulu. Pertama, disebabkan oleh Hamas yang mendapatkan pasokan senjata dari Rusia, Iran, Tunisia dan Suriah untuk menyerang Israel. Selama itu terjadi, Israel akan terus menyerang warga Palestina di Gaza,” ujarnya. Ketiga, menurut Gus Dur, akibat GOBLOKNYA Hamas yang SOMBONG padahal persenjataannya sederhana! (harian nonstop) Gus Dur meyakini serangan Israel ke Palestina tidak akan surut. Selama rudal dan mortir dari Gaza serang pemukiman Israel, Israel akan terus membalas. “Yah memang resolusi itu harus diterima Dewan Keamanan. Saya tahu dari dulu, jika pengiriman roket-roket dan mortir dari selatan Gaza ke pemukiman Israel jalan terus, ya selama itu pula serangan berlanjut,” kata Gus Dur. (inilah.com)

2. Gus Dur Menyatakaan Palestina Bukan Urusan Islam

Dia kembali menegaskan konflik Israel-Palestina ini bukanlah urusan Islam. “Beberapa orang mencoba menarik-narik ke arah itu, tetapi kita tidak bisa ditipu terus-terusan,” ungkapnya. (okezone.com)

3. Gus Dur Akrab Berteman dengan Petinggi Israel

“Saya punya banyak teman di Israel, termasuk (mantan) Presiden Shimon Peres yang mengundang saya untuk menghadiri peringatan ini,” jelas Gusdur. (syabab.com)

4. Gus Dur Mengajak Indonesia Mengakui kemerdekaan Israel

“Indonesia harus mengakui negara Israel untuk menghilangkan Indonesia anti Yahudi,” kata Gusdur. Padahal, israel telah nyata bagi siapa saja yang memiliki mata merupakan penjajah yang telah merampas tanah milik kaum Muslim.(syabab.com)

5. Gus Dur Mendukung Obama yang Pro Israel

Di Washington, Gusdur juga menyatakan dukungannya kepada Senator Barack Obama sebagai Presiden Amerika, salah satu calon yang mendukung penjajahan Israel atas Palestina. “Saya lebih senang Obama karena dia menyatakan perlunya perubahan. Kita perlu perubahan. Bagaimana perubahan itu, nanti kalau dia telah terpilih sebagai presiden,” ujar Gus Dur di Washington, AS, Jumat (9/5) lalu. Jelas saja Gusdur mendukung Obama. Obama termasuk salah satu calon Presiden yang membela Yahudi dan mendukung Negara Israel. “Saya berjanji kepada Anda bahwa saya akan melakukan apapun yang saya bisa dalam kapasitas apapun untuk tidak hanya menjamin kemanan Israel tapi juga menjamin bahwa rakyat Israel bisa maju dan makmur dan mewujudkan banyak mimpi yang dibuat 60 tahun lalu,” kata Obama dalam sebuah acara yang disponsori oleh Kedutaan Besar Israel di Washington untuk menghormati hari jadi negara Israel yang ke-60. Dia diperkenalkan oleh duta besar Israel kepada AS, Sallai Meridor. (syabab.com)

6. Gus Dur Menerima Penghargaan Israel dan Turut Merayakan Kemerdekaan Penjajahan Israel

Abdurrahman Wahid terbang ke Amerika Serikat memenuhi undangan Shimon Wiesenthal Center (SWC) untuk menerima Medal of Valor, Medali Keberanian. Selain untuk menerima medali tersebut, Durahman juga menyatakan ikut merayakan hari kemerdekaan Israel, sebuah hari di mana bangsa Palestina dibantai besar-besaran dan diusir dari tanah airnya. Medali ini dianugerahkan kepada mantan presiden RI ini dikarenakan Durahman dianggap sebagai sahabat paling setia dan paling berani terang-terangan menjadi pelindung kaum Zionis-Yahudi dunia di sebuah negeri mayoritas Muslim terbesar seperti Indonesia. (hidayatullah.com)

7. Gus Dur Meremehkan Relawan Jihad Untuk Palestina

“Apa itu relawan? Berangkat saja belum tentu. Kalau berangkat, di sana mau apa?” ujar Gus Dur. Konflik itu juga tidak ada urusannya dengan negara Islam, karena konflik Israel-Hamas bukanlah konflik antaragama.
(dakta.com)

8. Gus Dur Menuduh Palestina Bohong

Wartawan: Bukan enggak bolehnya, tapi Israel itu kan menduduki wilayah Palestina. Kita kan solider dengan Palestina Gus Dur? Gusdur: Ah, anda percaya pada propaganda orang Palestina. Wartawan: Kalau pendudukan wilayah Palestina itu kan bukan propaganda, itu kan kenyataan Gus Dur? Gusdur: Pendudukan Israel itu di mana ada pendudukan? Saya tanya. Ramallah dan lainnya tetap mereka di situ. Daerah-daerah suci tetap. Saya mau tanya pendudukan yang mana. Anda aja yang percaya, sendirian itu. Diomongin bohong-bohong kok mau aja.” (swaramuslim.com)

9. Gus Dur Tidak Mendukung Palestina

Wartawan: Eropa aja solider dengan Palestina Gus Dur? Gusdur: Iya, kalau bisa solider. Kadang-kadang enggak bisa juga disolideri. Saya enggak bisa punya solideritas dengan orang Palestina, sebab ngotot dia. (swaramuslim.com)

10. Gus Dur Menyatakan Hanya Israel yang berhak Atas Yerussalem

Kedua, kata Gus Dur, adalah masalah pengakuan tempat. “Orang Arab bilang kalau Yerusalem adalah milik bertiga. Tapi, menurut orang Israel, Yerusalem adalah hanya milik mereka. Dan menurut saya, Yerusalem adalah MILIK Israel. Alasannya, karena dialah yang sekarang menguasai wilayah tersebut,” jelas Dewan Syuro PKB yang dikudeta oleh anak buahnya sendiri tersebut. (harian nonstop)

11. Gus Dur Membela Holocaust (Hoax Israel)

Di tengah keraguan tokoh-tokoh Yahudi, para peneliti Barat dan Eropa, tiba-tiba mantan Presiden RI, Abdurahman Wahid membela Holocaust. Bersama pemimpin spiritual Hindu, Sri Sri Ravi Shankar, dan Direktur the Pardes Institute of Jewish studies, Rabbi Daniel Lande, Gus Dur duduk serta dalam sebuah konferensi toleransi agama di Bali, Selasa, 12 Juni, 2007 kemarin. “…kita harus bikin pernyataan membela Holocaust, ” demikian kutip Gus Dur. (swaramuslim.com)

Kalau membaca cuplikan artikel yang kemudian disatukan dan dianggap sebagai suatu bukti nyata bahwa seseorang itu bersalah, reasanya koq agak aneh. Yang aneh lagi, misalnya memang Gus Dur membela Israel, terus kenapa? Apakah kita dirugikan? Apakah kita merasa bahwa kita punya hak untuk menyetop omongan Gus Dur supaya tidak mempengaruhi orang lain? Apakah kalau Islam diserang terus kita akan secara membabi-buta mencari dan membunuh para penyerang tersebut?

Perlu kedewasaan dan keterbukaan pikiran untuk me-review artikel semacam ini.

7 Responses to Apakah Gus Dur membela Israel ?

  1. sitijenang says:

    weleh-weleh… sekali posting dua-tiga judul terlampaui… saya pernah berpikir seandainya saya lahir sebagai yahudi. apa lantas saya lebih baik bunuh diri aja lantaran by default secara genetik terkutuk? ataukah yg perlu dihindari (/dimaknai) adalah sifat pembangkangan sebagian leluhur mereka? fir’aun orang mesir dan demikian pula rakyatnya, tapi kenapa kita tidak memusuhi orang mesir?

  2. Kalau saya lebih suka melihat Gus Dur sebagai seorang pemimpin saja, dan tidak merepresentasikan pandangan Islam di Indonesia. Jadi, Gus Dur mau berbuat apa, itu adalah sebuah kebebasan berpendapat. Apa sebenarnya yang ditakutkan orang-orang dengan komentar-komentar Gus Dur? Mungkinkah karena masih banyak umat yang belum berpandangan dewasa dan terbuka, seperti yang Anda maksudkan dalam penutup artikel di atas?

    “Gitu aja kok repot?”

  3. Yah..yah…siapa sih yg gak kenal ” GITU SAJA KOK REPOT “..??

    Mas Rahardian,
    sepertinya jawabannya bukan hanya MUNGKIN…tapi pancen kebanyakan umat BELUM DEWASA dan TERBUKA…hingga untuk memahami karakter Gus Dur pada KEPONTHAL-PONTHAL. Islam sebagai Ajaran KESELAMATAN justru dipasung, dikerdilkan MAKNANYA menjadi Islam sebagai KULTUR/BUDAYA masyarakat NGARAB/Timur Tengah…yang gemar berkelahi dan anti Yahudi. Sungguh aneh dan bin ajaib saja kalau kita2 yg berada dikomunitas yg tidak pernah bersinggungan dengan masyarakat Yahudi, tiba-tiba saja harus ikut-ikutan ANTI Yahudi….keks..keks…
    Pedahal kultur budaya Indonesia yang SANTUN, LEMAH LEMBUT, TENGGANG RASA, TEPO SLIRO sungguh bertolak belakang dengan Kultur Budaya NGARAB sono. Lalu mengapa Umat Islam Indonesia harus NGOTOT menerapkan Islam Kultur Ngarab/Timteng untuk diterapkan di Indonesia secara leter leks..???.
    Akibatnya sama2 kita lihat berbagai konflik yg terjadi di negeri ini…Mo Puasa saja harus Ribet2 nutupin Warung orang lain, klu gak mau diuber-uber dan DIGEBUKIN…keks..keks…

    Andai saja Gus Dur itu gak punya masa, sudah pasti BABAK BELUR dibuatnya kali????.

  4. ngesty says:

    Kok repot amat. Kita pelajari sejarahnya dulu, Kita renungkan baru kita deklarasikan pernyataan kita. Gitu looh.

  5. innalillahi wa inna ilaihi rojiun.
    KH.Abdurrahman Wahid wafat pada 30 Desember 2009 pukul 18.45 WIB.

    • Lambang says:

      Turut berduka cita juga mas.
      Ini artikel lama dan isinya pembelaan saya terhadap gus Dur. Jadi ya saya biarkan seperti apa adanya dan tidak perlu saya turunkan karena beliau sudah wafat.🙂

  6. tobaroni says:

    kalo mau lawan israel kuatkan dulu pasukanya baru lawan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: