Manusia Identik dengan Yang Dicintainya

Oleh : Murtadha Muthahhari (Ulama dan aktifis revolusi Islam Iran)

“Jika Anda memburu benda, maka Anda adalah benda itu. Akan tetapi, jika Anda memburu jiwa, maka Anda adalah jiwa itu sendiri.” (Syair)

Pembahasan ulama muslim mengenai keidentikan manusia dengan apa yang mereka pikirkan atau bahwa manusia adalah apa yang mereka inginkan buat mereka sendiri, lebih baik dari pembahasan Jean-Paul Sartre.

Shadr Muta’allihin adalah filsuf muslim terbaik yang membahasnya. Masalah ini mempunyai dasar qur’aninya. Bahwa setiap eksistensi adalah itu sendiri, kecuali manusia yang nanti pada hari kiamat akan dibangkitkan dengan pelbagai rupa : “Pada saat sangkakala ditiup, maka mereka datang berkelompok-kelompok” (Q.S. An-Naba :18)
Dan hanya sekelompok manusia yang dibangkitkan dengan rupa manusia, sementara golongan yang lain dibangkitkan dengan bentuk binatang yang beraneka ragam.

Manusia tidak harus berbentuk manusia. Tetapi manusia dapat membentuk dirinya sendiri sebagai manusia. Begitu pula manusia dapat menjadikan dirinya serigala atau anjing bahkan babi dan lainnya. Tergantung kebiasaan apakah yang dilakukannya di dunia. Maulana Rumi mengungkapkan bahwa manusia adalah apa yang dipikirkan nya, beliau ungkapkan dalam sebuah syair:

Duhai saudaraku! Anda tiada lain adalah pikiran selainnya, adalah bongkahan tulang dan jambang. Jika bunga dipikiranmu semarak, maka Anda aromanya yang semerbak. Sekiranya pikirannya itu duri, maka Anda adalah duri itu sendiri.

Kalau Anda menanyakan kepada Maulana Rumi:,”Siapakah manusia itu?” Niscaya ia akan menjawab :”Manusia tiada lain adalah apa yang ia pikirkan.” Kalau Anda menyakan pada Maulana Rumi tentang siapakah diri Anda sebenarnya? Dia akan balik bertanya pada Anda: “coba sebutkan pikiran apakah yang selalu menggeluti Anda, dan aku akan mengatakan siapakah diri Anda.”

Jika hakikat kemanusiaannya yang selalu anda pikirkan, maka Anda adalah hakikat itu sendiri . Jika Anda selalu berpikir tentang Allah, Anda adalah manifestasi atau jelmaan dari Wujud Allah itu sendiri. Jika Imam Ali as. adalah idola Anda, ketahuilah bahwa anda adalah Imam Ali. Jika Anda berpikiran seperti serigala maka Anda adalah serigala.

Manusia identik juga dengan sesuatu yang dicintainya. Masalah tersebut sama dengan masalah sebelumnya yang mengatakan bahwa manusia apa adalah apa yang dipikirkannya. Pernyataan ini seringkali dijelaskan oleh pelbagai hadis ahlulBait. Diantaranya:” Barangsiapa mencintai batu (umpamanya, batu cincin) maka Allah akan membangkitkannya kelak beserta batu itu.” Mengapa demikian? karena, dia telah mengubah dirinya menjadi batu. Apa saja yang manusia cintai, maka akan mencerminkan identitas dirinya.

Seorang peduduk Khurasan yang amat jauh letaknya dengan Madinah datang menemui Imam Muhammmad Al-Baqir. Perasaan cintanya kepada beliau membawanya pergi ke Madinah dengan berjalan kaki. Perjalanan ini membuat terompahnya terkoyak-koyak dan kedua kakinya melepuh, ketika dia sampai di hadapan Imam, dia menyalami tangan Imam dengan perasaan cinta yang meluap-luap. Dia mengucapkan rasa syukurnya kepada Allah yang telah menyampaikannya ke Madinah untuk bertemu dengan kekasihnya.

Kemudian, dia menunjukkan kakinya yang telah berlumuran darah kepada Imam seraya berkata: “Duhai putra rasul! tubuhku tidak beranjak ke Madinah kecuali dengan dorongan kecintaan terhadapmu (ahlulBait). Dari Khurasan sampai Madinah kutempuh dengan jalan kaki.” Setelah tamu itu itu menyelesaikan pembicaraannya, Imam berkata : “Setiap orang identik dengan apa yang dia cintai. “Begitu pula, kelak dia akan dibangkitkan dengan dengan apa yang dicintainya.”

Seorang penyair berkata : “Jika Anda memburu benda, maka Anda adalah benda itu. Akan tetapi, jika Anda memburu jiwa, maka Anda adalah jiwa itu sendiri. Jika Anda memburu permata atau tambang bumi, maka Anda adalah tidak lebih dari benda mati.”

Diadaptasi dari Falsafah Akhlak; Kritik Atas Konsep Moralitas Barat (1995)
Sumber: Kliping jadul, Buletin Jejak, No. 08/th.IV/Juli/01.

4 Responses to Manusia Identik dengan Yang Dicintainya

  1. Weeeeeelaaaaaaah..dhalaaaaah….
    Nyapo dadak nunggu dicritani wong liyo barang toh Mbang??
    Kuwi lakonku dhewe sing wes tak buktekke. Lah panjenengan nek pingin nyoba rasane Kesandhung kesampar, kesasar lan ngemboro gampang wae. Lakonono MO~LIMO mengko lak weruh dhewe bukan karena CRITONE wong liyo.
    Hayoh…wani rah sampeyan..kiks..kiks..
    Nek wes NGLAKONI dhewe mengko baru iso crito karo koncone, lak ngono tah??

    Padepokanmu Wes tak LINK nang nggone Gubukku.

  2. Lambang says:

    Lakon sing dibuktekke kuwi mangsute sampeyan ndisik sering nglakoni MO-LIMO ngono tah?
    Lho, dadi sampeyan kuwi ojo-ojo mantan GM soko Malang?
    Wakaksks…waks…

  3. Szzztttt…sini tak bisikin
    Ojo banter2 mengko krungu tonggo2.

    dudu mantan GM, ning mantan DC sing wes MERTOBAT LAHIR BATINE…
    Huaaaaakkks..kaks..kaks..

  4. tomy says:

    aku iki apa sing lagi takpikirke😀
    mampir Mas kangen wedang kopine
    yang ada di headerku itu gambar Kanjeng Ibu Ratu dan sosok Raja dari Ketangga yang masih misteri:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: