Cinta Kasih Universal

Cinta Kasih Universal dan Cahaya Ilahi adalah Kunci Menuju Penyatuan dengan Tuhan atau Pencapaian Penerangan Sempurna.

Sebagai seorang manusia yang Membina Diri ( Menyatukan diri dengan Tuhan ) hendaknya menjadikan Hati Nurani / Suara Hati / Percikan Roh Suci Tuhan sebagai teladan dirinya dan pedoman dalam melaksanakan segala sesuatu mulai dari ucapan, pikiran, hati, tindakan dan niat.

Hati Nurani manusia tidak berwujud tapi dapat didengarkan dan dirasakan oleh kita jika kita memang benar-benar berniat ingin menyatu dengan Tuhan. Semua Penderitaan dan malapetaka yang kita alami semua itu dikarenakan kita tidak mengikuti bimbingan Hati Nurani dalam menjalani hidup ini dan bahkan sering kita abaikan dan kita lebih cenderung mengikuti keegoisan dan hawa nafsu kita sendiri, sehingga kita banyak mengalami hambatan dan penderitaan hidup ini.

Mulai sekarang marilah kita berlatih untuk setiap saat tidak pernah lupa untuk menjaga “Kesucian Hati dan Pikiran” serta berusaha untuk menolong sesama yang membutuhkan pertolongan. Berbuat kebaikan akan menerima pahala kebajikan serta kebahagiaan, berbuat kejahatan akan menerima buah karma penderitaan dan bencana.

Secara bertahap berusaha melenyapkan hawa nafsu rendah ( sombong, iri hati, dengki, mudah marah, dendam, perselingkuhan , hura-hura, bergaul dengan orang-orang jahat / peminum arak / narkoba / seks bebas, berjudi, pergi ke tempat-tempat maksiat, pembunuhan, pencurian dll ).

Di saat tenang (diam) binalah Hatimu (Introspeksi Diri) sehingga tahu kekotoran pikiran dan kejahatan hati kita. Di saat aktif tolonglah sesamamu ( menyebarkan cinta kasih universal tanpa pembedaan agama, ras, suku bangsa, ekonomi dll ).

Pembinaan Hati kedalam dan keluar harus dilaksanakan secara terpadu. Sebagai Pembina Diri harus bisa menahan emosi dan penderitaan yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain. Segala Cobaan Hidup itu sebenarnya adalah untuk menolong dan memperkokoh Hati kita.

Terhadap orang harus selalu hormat dan setia, mengutamakan suasana yang damai, dalam melaksanakan segala sesuatu harus bisa rendah hati dan mengalah demi kepentingan bersama. Bisa Sabar barulah terlihat keanggunan kita. Bisa Ramah Tamah menunjukkan sikap yang mulia.

Selalu Introspeksi Diri dan Bertobat agar Hati kita menjadi terang dan bersih. Janganlah mengandalkan kepintaran diri untuk mengkritik kekurangan orang lain. Jangan karena dirinya tidak dapat menandingi orang lain sehingga iri kepada mereka (karier, jabatan, prestasi, kekayaan, pujian, kepandaian, keharmonisan keluarga, bakat, keadaan fisik/ wajah / tubuh dll).

Manusia hidup di dunia ini hanya sementara saja. Setelah meninggal yang dibawa bukan Kekayaan dan Nama Besar tetapi amal kebajikan dan kejahatan selama hidup kita. Marilah kita pergunakan waktu yang sangat singkat ini untuk memperbaiki ” Watak Suci ” atau ” Hati Nurani/ Hati Tuhan ” kita hingga mencapai Penyatuan dengan Sang Sumber. Jadikanlah jejak Para Suci / Para Nabi sebagai pedoman langkah kehidupan sehari – hari dalam meningkatkan kehidupan spiritual kita.

Batas umur kehidupan manusia tidak menentu dan Dunia sudah semakin gelap di batas ambang akhir jaman ( Kiamat) . Selagi ada waktu, pergunakanlah sebaik-baiknya supaya kita tidak menyesal di kemudian hari.

Anda adalah penentu Nasib dan Takdir anda sendiri ! Pastikan dan sadarilah apa yang sesungguhnya yang anda inginkan, bukan apa yang anda kira yang anda inginkan. Ingat, anda dapat yang anda minta.

Energi mengikuti pikiran anda. Jadi bantulah mencipta suatu realitas / kenyataan hidup dari Cinta Kasih dan Cahaya ( Love and Light) dan majulah terus dalam Kesucian Pikiran dan Hati.

Bantulah Bumi dan umat manusia masuk kedalam kesatuan Cinta Kasih Ilahi ini. Melalui Cinta kasih anda dan melalui pelayanan anda pada orang lain maka anda akan membantu menyadarkan mereka bahwa jalan ke depan melalui Pelayanan dalam Welas Asih dan Cinta Kasih akan memberikan Kebahagiaan Ilahi.

Berjalanlah dalam cinta kasih universal (Tanpa pembedaan), berjalanlah dalam cahaya, ijinkanlah energi Mahatma mengalir melalui Jantung anda dan mempercepat perjalanan hidup anda menuju Kebebasan / Ascension. Manusia adalah makhluk cahaya. Jika manusia asalnya dari perwujudan cahaya Ilahi maka ia akan kembali menjadi cahaya juga (kembali ke Sang Sumber).

Cepat lambatnya anda dalam proses Ascension tergantung dari Kesucian Hati dan Pikiran anda dalam setiap langkah kehidupan (mulai dari ucapan, pikiran, niat, tindakan).

Cahaya berarti Pengetahuan dan Informasi spiritual. Kegelapan adalah kehampaan cahaya. Berada dalam kegelapan secara harfiah berarti tidak mempunyai Pengetahuan Spiritual. Spiritual adalah Cerminan Hati Nurani bukanlah Kesaktian Ilmu atau Kepandaian.

8 Responses to Cinta Kasih Universal

  1. yang-kung says:

    Apakah ada tindakan kasih yang lebih agung daripada memberi diri secara total untuk orang2 yang mengalami kesusahan dan meringankan penderitaan mereka ????

    HENDAKNYA KITA MENNGHASILKAN KASIH YANG NYATA DALAM KARYA.

    mugi Gusti tansah paring karaharjan

    ***** Yang-Kung *****

  2. kangBoed says:

    Nurani sungguhlah kawan sejati ???
    Nurani kawan seperjalanan dalam menempuh hidup disini
    Nurani seharusnya engkau memimpin hidupku
    Nurani kemanakah engkau saat ini ???????
    Nurani apakah engkau telah pergi meninggalkanku ?????????
    Nurani ataukah aku yang sekarang telah jauh meninggalkanmu ????
    Nurani dimanakah engkau ?????
    Nurani sayup kudengar suara tangisan ………..
    Nurani apakah itu jeritanmu………..
    Nurani sungguh menyayat hati ………
    Nurani akhirnya engkau pun terdiam seribu bahasa
    Nurani mana suara dan tuntunanmu
    Nurani air matamu telah habis, diam pasrah
    Nurani sanggupkah kau menerima akibatnya
    Nurani walau sebenarnya engkau tak pernah berbuat
    Nurani didunia engkau tak pernah ditanya
    Nurani tak pernah diajak urun rembug
    Nurani akhirnya kaulah yang menerima hukumanNYA
    Nurani sungguh malang nian nasibmu????????????

  3. kangBoed says:

    hmm… Sungguh postingaaan yang indaaah mengenai HATI Nurani… yayaya… hati yang hiduuup, hidup karena sering diajak berbicara… hehehe… sesungguhnya hati inilah teman seperjalanan kita di sini… tulisan Mas Lambang ini sekiranya dapat mengingatkan kita semua… mengenai pentingnya hati nurani… ya.. suara hati yang selalu lembut menyapa insan.. menegur jika salah berjalan.. hmm… teman berbicara dalam lamunan… lamunan yang dalam… lamunan yang membuka arti dan makna hidup dan kehidupan…
    Salam Sayang Saudaraku…
    Salam Taklim
    Salam Sejati

  4. adi isa says:

    dari mana datangnya cinta?
    kenapa kita tau itu namanya cinta?
    cinta itu apa warnanya?

    Jawaban sementara:
    1. Dari mata atau telinga turun ke hati.
    2. Karena katanya si-embah dan baca di wikipedia.
    3. Tergantung mood dari yang melihat. Bisa merah, ijo, atau transparan…🙂

  5. kangBoed says:

    *geleng geleng*.. sambil cari tampat teduh.. mas Lambang cerita mengenai hatinya sangat mendayu dayu.. bak seorang penyair.. seorang pujangga besar.. hehehe.. *mudah2an dikasih hati macan dan semur otak*
    Salam Sayang

  6. kangBoed says:

    hihihi… huuuuwaaaaaaakaaakaakak… sakit gigi yaaa mbaaaaaaah…….
    Salam Sayang
    Salam Kangen

  7. Lambang says:

    Lagi mengikuti sunnah rosul..
    Lebih baik diam daripada dilempar sandal …. lupa lanjutannya..

    *habibie mode ON*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: