Meditasi dan Kepribadian

Quan_Yin_EightBeberapa hari terakhir ini saya mencoba mencari hubungan antara meditasi dengan kepribadian (personality). Dari beberapa referensi yang saya baca, banyak yang menyebutkan bahwa meditasi memang bisa mengubah tingkah laku (habit) dan kebiasaan (behaviour). Orang yang semula terkesan agak kasar, bisa berubah menjadi agak lembut dengan melakukan meditasi karena sudah menyadari tentang keakuannya. Demikian juga dengan orang yang tadinya terkesan angkuh bisa berubah menjadi lebih merendah dan lebih tepo-seliro.

Tetapi kalau berbicara tentang kepribadian, apakah benar kepribadian bisa berubah dengan melakukan meditasi? Contoh kepribadian yang saya maksud adalah seperti yang tercantum pada Personality Widget yang biasa dipasang di blog itu. Di situ disebutkan adanya beberapa kepribadian seperti extraverted, introverted, sensing, intuitive, thinking, feeling, judging dan perceiving. Ditambah lagi dengan multiple intelligences seperti intrapersonal, logical, naturalist, visual/spatial, bodily/kinesthetic, verbal/linguistic, dan musical. Penjelasan dan arti dari setiap kepribadian tersebut dapat dilihat di sini.

Berbeda dengan tingkah laku dan kebiasaan yang bisa dipilah-pilah menjadi dua kelompok yaitu yang menjurus pada keburukan dan yang menjurus pada kebaikan, kepribadian ini tidak bisa dipisahkan menjadi dua kelompok seperti itu. Apakah extraverted itu lebih baik dari intoverted personality? Apakah thinking itu lebih baik dari feeling personality? Pertanyaan ini tentunya akan mengundang polemik berkepanjangan karena masih belum ditemukannya tolok ukur untuk menentukan apakah ada satu atau beberapa jenis kepribadian yang lebih cocok dan pantas untuk menjadi penghuni bumi ini. Menurut saya, justru keanekaragaman kepribadian itulah yang memang pantas untuk survive di bumi, karena akan menghasilkan rangkaian kehidupan yang beragam dan saling terkait satu sama lain. Spiritually integrated & interconnected.

Setiap manusia pada dasarnya adalah mutant yang berasal dari hasil evolusi dan perpaduan gen antara ayah dan ibunya. Artikel lebih lengkap tentang hal ini bisa dilihat di sini (“We are all mutants“). Ada dua jenis mutation yang dikenal, yaitu natural mutation dan artificial mutation. Mutasi yang dimaksud pada uraian di atas adalah natural mutation, bukan artificial mutation (atau rekayasa genetika).

Evolusi genetika atau natural mutation ini tentunya sudah berjalan lambat seiring dengan waktu. Bertahun-tahun dan mungkin puluhan tahun sebelumnya sudah terjadi evolusi ini sebelum terlahir mutant (baca: bayi) yang baru.

Riset terakhir menyatakan bahwa kepribadian adalah hasil dari cetak biru yang ada dalam Junk DNA, bagian DNA yang selama ini dianggap tidak memiliki peran apapun. Artikelnya di sini :

This research appears to have found one of those hotspots in the genome where small differences can have large functional impact. The researchers found individual differences not in a protein-coding region, but in an area that determines a gene’s expression in the brain. This is an extraordinary example of research linking gene variation to brain receptors to behavior.

Riset sebelumnya menyatakan bahwa kepribadian ada dalam DNA, bukan Junk DNA. Artikel tentang riset ini bisa dibaca di sini :

Since the human body contains at least 70.000 different proteins, it was expected to find at least some 100.0000 genes in the human DNA, 70.000 to explain the physical reproduction of the human body (protein encoding genes) and some 30.000 different genes to explain the differences in personality and character of a human being.

Berdasarkan uraian di atas, maka akan muncul pernyataan sebagai berikut :

Jika informasi kepribadian ada dalam DNA (atau Junk DNA), maka perubahan kepribadian baru akan tampak setelah adanya perubahan dalam DNA.

Melanjutkan hubungannya dengan meditasi. Apakah meditasi mampu menghasilkan suatu enerji yang dapat mengubah DNA tersebut? Jelas mampu, karena secara realitas meditasi bisa menghasilkan enerji yang lembut maupun yang luar biasa dahsyat. Secara empiris saya ngga tahu.

Berapa lama perubahan kepribadian dapat dilakukan dengan meditasi? Jelas akan lama, karena membutuhkan perubahan DNA dengan menggunakan enerji meditasi (natural mutation), dilanjutkan dengan regenerasi sel-sel terkait.

Jadi kesimpulannya, meditasi dapat mengubah kepribadian, tetapi akan memerlukan waktu yang cukup lama. Sedangkan jenis kepribadian apa yang diinginkan, sangat tergantung dari pelaku meditasi tersebut. Apakah ia ingin menjadi seseorang dengan kepribadian yang extraverted, intuitive, feeling, dan perceiving, atau sebaliknya, bebas ditentukan sendiri oleh sang pelaku.

Meditasi dapat melakukan perubahan secara instan, atau katakanlah dalam waktu yang tidak terlalu lama, hanya terhadap hal-hal yang berkaitan dengan tingkah-laku dan kebiasaan. Bukan terhadap kepribadian.

Oleh karena itu, bagi mereka-mereka yang telah mengenal dirinya dengan baik dan merasa ada beberapa tingkah-laku maupun kebiasaan yang tidak terpuji, seperti misalnya keras kepala, ngeyelan, emosional, sombong, riya’, ujub, boros, dan lain-lain sifat yang buruk, segeralah melakukan meditasi. Bebas dilakukan dimana saja dan kapan saja. Mau dilakukan bersamaan dengan wiridan, tafakur atau apapun namanya sesuai dengan keimanan masing-masing. Atau mau dilakukan sambil menyembah berhala, silahkan….

Mengenai metoda meditasinya, mohon jangan tanya saya, silahkan cari sendiri guru yang cocok dan bermanfaat.

Catatan: Saya bukan ahli molecular biology, transgenic mutation, epigenetics, cancer research, maupun produser Teenage Mutant Ninja Turtle. Jadi kalau ada pertanyaan atau sanggahan, silahkan tulis komen, tapi belum tentu bisa saya jawab malahan ditinggal kabur karena keterbatasan pengetahuan saya.

Dikemas oleh : Lambang (https://islamabangan.wordpress.com)

Gambar dibajak dari sini.

45 Responses to Meditasi dan Kepribadian

  1. kangBoed says:

    Waaaah… pertamaaaaaaaaax.. meditasi gaya baru yaaa mBaaaaah… ajarin dunk.. biar jadi kura kura ninja.. hehehe.. ampuuun mbaaaaah.. gak berani lagi.. sampeyan memang pancen oyeeee…
    Salam Sayang
    Salam Kangen

  2. Yari NK says:

    Ya udah kalo begitu nanti kalau dunia rekayasa genetika sudah maju, untuk mengubah kepribadian seseorang (minimal sebagian) nggak perlu meditasi lagi tapi langsung saja gen-nya direkayasa. Huehehe…:mrgreen:

  3. Lambang says:

    KangBoed,

    Artikel ini hanya untuk menjawab YM conf kemarin yang berakhir kurang baik karena saya menjadi tersangka pelanggaran pasal 212 (membuat orang lain jadi sebel).
    Meskipun argumen saya mungkin dianggap absurd, toh ada juga artikel referensi-nya yang sejalan dengan pendapat saya. Jadi saya ngga asal ngablak khan?.
    Keabsahan referensi memang patut dipertanyakan, tapi conference room di YM kan beda banget sama Konferensi Genetika Tingkat Dunia. Emangnya lagi yudicium, wong saya kuliah aja ngga lulus-lulus.

    *siyul-siyul… sambil nyengir kuda*

  4. kangBoed says:

    hmm.. saya engga ikut ikut aaaaah.. capeee deeeeh.. Tom and Jerry.. nyang penting buat saya.. *manggut manggut*.. *pura pura mikir*.. yayaya.. mBaaaaaaah.. ajarin duuuuunk.. terima saya menjadi muridmu.. jawaaaaaaab yaaaa.. jangan lupaaaa..
    Salam Sayang
    Salam Kangen

  5. Lambang says:

    Hehehe… Tom and Jerry…

    Mereka itu terkesan akrab meskipun selalu uber-uberan.
    Atau dibalik, terkesan musuhan meskipun sebenarnya akrab di hati.

    Tapi yang penting mereka itu ngga pernah terpisah. Begitu yang satu ilang, yang satunya sedih, karena ngga ada yang bisa diajak uber-uberan lagi. Mau ngajak uber-uberan yang lain belum tentu cocok, malah bisa dibawain golok atau di-santet.

    Keakraban dalam perseteruan.
    Perseteruan dalam keakraban.
    Saling menasehati saling memarahi.
    Saling menggurui saling membantah.
    Itulah realita kehidupan.
    Diibaratkan dengan Tom and Jerry itu.
    Persahabatan yang tak lekang oleh panas…
    tak lapuk oleh hujan.

    *mau jadi penyair koq susah banget yah*
    *kayaknya lebih gampang jadi tukang sate*

  6. kangBoed says:

    *ngelirik atas*.. hihihi.. ada penyair baru tuuuh.. sibotol kosong OON sur OON.. mah lewaaaat.. oo.. TTM nya yaaaa.. ajarin dunk.. meditasi kura kura ninjanya.. jangan boong yaa..
    Salam Sayang
    Salam Kangen.. *dari tukang sate*

  7. Lambang says:

    Ilmu Kura-kura Ninja:

    1. Jalan perlahan-lahan, rasakan keheningan sekitar, jangan tolah-toleh (kura-kura ga bisa noleh, lehernya gede ;))
    2. Tentukan satu arah tujuan, jangan lirik kanan-kiri (kura-kura ga bisa ngelirik kan?)
    3. Sinkronisasikan gerakan dengan bisikan alam
    4. Kalau ada gangguan atau hambatan, segera benamkan kepala, meditasi dan tunggu sampai gangguan atau hambatan tersebut sirna dibuai angin *haiyah*
    5. Setelah hambatan menghilang, lanjutkan perjalanan menuju tepian pantai untuk memahami hubungan antara riak gelombang yang memecah pantai dan samudera kehidupan yang diam tetapi mengandung kekuatan yang dahsyat.

    Syarat yang harus dilakukan:
    1. Jangan tolah-toleh, jangan lirak-lirik, satukan hati.
    2. Jangan makan 40 hari.
    3. Jangan tidur 40 hari.
    4. Siapkan ambulan untuk jaga-jaga kalau pingsan atau koma.
    5. Siapkan ustadz untuk mendampingi, siapa tahu mati beneran.

    Hati-hati kisanak, ilmu ini jangan disebar-luaskan kepada semua orang. karena anda pasti akan diberi julukan Kura-Kura Gendeng bin Sableng

  8. kangBoed says:

    waaaaaaaaaaaaaaah.. sampeyan jadi waraaas yaaa.. katanya mau belajar mabuuuuk.. belajar gilaaaaaa.. kok malahan melanggar perjanjian.. malah jadi cageur bageur…
    hmm.. ilmu yang dahsyaaaaaaat… ruaaaar biasaaaaa.. mbaaaaah apakah untuk memulainya perlu tips tips khusus… bisa membawa ke alam mana saja mBaaaaaah.. jangan nanggung yaaa.. takut saya nanti tersesat.. gak bisa pulang.. menembus dimensi tiada batas… woow kereeeeeeenxtzzz..
    Salam Sayang

    *pijatin mbahnya*
    *muka ngarep ilmunya diturunin*

  9. Lambang says:

    Ilmu Kura Kura Ninja (bagian ke 2):

    Dengan menggunakan ilmu ini, diharapkan kita akan bisa masuk ke berbagai jenis alam.
    Ada alam kasar, alam halus, alam maya, alam sutera (ulat sutera?), alam malaikat, alam malakut, alam artificial, alam supranatural.
    Tapi sebetulnya target utamanya adalah alam kubur. Mati sakjeroning hurip. Hehehe…

    Mindeng dibédakeun antara “alami” jeung “artifisial” (=”jieunan manusa”). Salasahiji cara ngabédakeunana nyaéta ku ngiwalkeun pikiran tina widang alami. Cara séjén nyaéta lain ukur ku ngiwalkeun pikiran, tapi ogé ku ngiwalkeun manusa jeung sagala pangaruhna. Dina dua cara ieu, wates antara alami jeung artifisial hésé pisan diguratkeunana (mind-body problem).

    Sababaraha urang percaya yén masalah ieu paling hadé disingkahan ku nyebutkeun yén sagalana alami. Tapi lamun sagalana disebutkeun alami, konsép “artifisial” geus teu bisa deui diécéskeun. Dina sagala kajadian, ambiguitas ngeunaan béda antara “alami” jeung “artifisial” ngawangku widang seni, literatur jeung filosofi.

    *baru lulus kursus wayang golek Asep Sunarya*

  10. kangBoed says:

    waaaah.. sedikit sedikit saja mBaaaah… ini sih membunuh namanya.. pelan pelan saja mengajarinya yaaaaaaaa.. pake bahasa kahyangan lageee.. tambah sulit aja neeeeh.. dasar muridnya OON sur OON.. gak bisa nangkep maksud gurunya..
    Salam Sayang

  11. frozen says:

    meditasi?? ngomongin meditasi??
    jelas blog ini sesat dan menyesatkan!

  12. yang-kung says:

    “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah”
    Meskipun, seringkali kita mengalami duka lara, lapar dan haus, dianiaya, dicela, difitnah dan bahkan mungkin dimusuhi oleh orang. Pengalaman pahit itu menjadi bagian hidup untuk direnungkan-dihayati.
    PERCAYALAH Allah mempunyai rencana terbaik bagi kita.

    salam karaharjan

  13. edratna says:

    Selama ini yang saya tahu, meditasi untuk membuat ketenangan jiwa, membuat lebih konsentrasi.

  14. Lambang says:

    Betul mbak. Untuk keseimbangan energi. Jiwa akan tenang kalau energi sudah seimbang.

    • kangBoed says:

      hehehe… yayaya… ketenangan jiwa… mbaaaaah ajarin dunk… mendapatkan ketenangan jiwa dan menyeimbangkan energi itu bagaimana… jangan pelit yaaaaaaa…
      Salam Sayang
      Salam Kangen

      • Lambang says:

        Hehehe… kalau mau jiwanya tenang ya santai aja, ngga usah mikir apa-apa (seperti meditasi itu), ntar kan tenang dengan sendirinya. Itu teorinya, tapi prakteknya kan susah banget. Kalau ngga bisa makan karena ngga punya duit apa bisa tenang.

        Gini caranya menguji ketenangan jiwa. Dilepas aja di hutan pedalaman Lampung tanpa bekal apapun. Di hutan sana duit ngga ada manfaatnya karena ngga ada yang jualan. Lihat hasilnya tujuh hari kemudian. Masih bisa tenang atau tidak. Spiritualnya meningkat atau tidak.

        Kata orang sih kalau mau menyeimbangkan energi ya dengan meditasi itu. Yin dan Yang. Positif dan Negatif. Prasangka baik dan prasangka buruk. Malaikat dan Setan.

        *Sok tahu mode ON, padahal berdiri aja masih kliyengan*

  15. kangBoed says:

    ooo… yang baru lulus meditasi kura kura ninja pengshui sada… pantesan baru keluar hutaaan.. baru ambil setifikat.. yayaya.. sertifikat.. *godeg godeg* setifikat orang utan.. hehehe.. jamin tenang tuh jiwa… huuuuwaakakakak..
    Salam Sayang
    Salam Kangen

  16. S™J says:

    mau galak, kalem, introvert, extrovert, baik, buruk, feminin, maskulin, maslambang, atau apapun juga, semua itu sepertinya dipicu oleh kecenderungan-kecenderungan yg ada dalam diri tiap manusia. mengenai pilihan ke arah mana kecenderungan itu, semua berawal dari sebuah kehendak. nah, pertanyaan yg umumnya dicari adalah asal-usul kehendak manusia. kehendak itu sebetulnya apa, bagaimana, dan ada di mana? kenapa manusia bisa memutuskan untuk memilih C, bukan A minor, D minor, atau ke G lagi?:mrgreen:

    • Lambang says:

      Agak beda pemahaman dikit. Kalau saya ngga terlalu memikirkan apa, bagaimana, kenapa dan darimana asal kehendak itu. Justru yang saya pikirkan adalah apa akibat dari kehendak itu. Apakah akan merugikan diri sendiri dan orang lain atau tidak. Kalau merugikan ya cari alternatif lain, dengan asumsi masih ada alternatif lain.
      Kalau ngga ada, ya sudah, dijalanin aja tapi sudah siap dan menyadari apa resikonya…

      Mudah-mudahan sepakat ya Kang.

      • S™J says:

        kalo akibat kehendak itu menurut pemahaman saya sesuatu yg sudah terjadi. kalo salah ya terlanjur salah, kalau benar ya alhamdulillah. rugi-untung itu masalah persepsi. singkatnya, kesadaran rohani itulah yg pernah bersaksi, sehingga kehendaknya selalu sesuai tuannya. di sisi lain raga itu kebalikannya, nalurinya mirip binatang, semaunya sendiri. tapi dua dua kehendak saling berlawanan itu perlu dari sudut pandang masing2. ini yg pernah saya sebut paradoks. raga butuh tidur, sedangkan sukma tidak. raga butuh menyalurkan hasrat seksual, sedangkan sukma tidak membutuhkan. kira2 gitu.

      • Lambang says:

        Kalau katanya simbah, sukma itu dari dulu sudah pingin buru-buru kembali saja ke Sang Pencipta, tapi terperangkap dalam raga.

    • kangBoed says:

      hihihi.. mbak Jenang.. kalau mainin mbaaah lambang cari dunk lagunya nyaaaaaaang jaduuuuul abieeeez.. di kasih lagu baru mah dienyaaa kagak ngertiiii tuuuh.. jawabannya kemana aja.. hehehe.. *manggut manggut*.. *muka merah*.. jadi malu deeeeeh aquuuu..
      Salam Sayaaaaang

  17. Lambang says:

    Hehehe.. KangBoed ajarin dunk lagu-lagu baru… ngga ngertiii nih… biar jawabannya ngga nyasar-nyasar…
    Kang Jenang kayanya seneng lagi Amrik “Die Never Die”. KangBoed kayanya cocok sama lagu “Doel Sumbang”, lagu2 Sunda.
    Saya senengnya lagu “Panggung Sandiwara”.

    *Ah, ternyata taste memang tidak boleh diseragamkan*

    • kangBoed says:

      hehehe… itu tuh.. penutupnya mbaaak lambang khan lagu baru.. eee.. tapi saya lupa syairnya.. hmm.. coba tanya mbak lambang gimana syairnya yaaa mbaaah.. hehehe..

      • Lambang says:

        Hehehe.. lagi nyari inspirasi, syairnya blon ketemu. Ntar dikasitau kalo udah ketemu.

      • kangBoed says:

        hehehe.. maksudnya “saya lupa syairnya” nanti sampeyan tanya mbaaaak Jenang dulu.. hehehe..
        Salam Sayang

  18. sangaku says:

    Menarik banget neh ngebahas mslh meditasi, emang teorinya gampang, prakteknya yg sulit, bantu kirimin energi positif dong untuk mbah2 yg udh ahli…
    salam

  19. Lambang says:

    Energi positif bisa dicari sendiri.
    Caranya: Cari pohon yang gede, subur dan berdaun lebat. Beringin juga bisa. Tapi sebaiknya cari selain beringin. Pohon itu memiliki tiga energi dasar: air, tanah dan angin. Tempelkan kedua telapak tangan dan afirmasikan untuk mengalirkan energi positif dari pohon itu ke tubuh Anda.

    Referensi: Pranic Healing, Choa Kok Sui, ARKIV scan, 2004.

    Usahakan untuk menjaga jangan sampai Anda kesurupan karena mindset sebagian besar orang sudah diarahkan bahwa pohon besar itu angker dan mengandung unsur jahat. Di negara yang sudah maju sedikit sekali ada berita orang kesurupan. Yang ada di sana hanya ghost (terbukti) dan drakula (fiktif). Di Indonesia ada gendruwo, setan, pocong, demit, kuntilanak, tuyul, jin kapir, jin islam, sundel bolong dll.
    Beda mindset ya jelas akan beda ilusi dan imaginasi. Padahal semuanya itu hanya transformasi energi (kata orang, ngga ada bukti empiris).

    Disclaimer: tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang muncul secara langsung maupun tidak langsung terhadap saran tersebut di atas. Ada baiknya segera cari guru pembimbing.

    Salam.

  20. kangBoed says:

    *ngelirik atas*.. ilmunya tinggi sekali yaaaa.. hati hati aaah.. ngeri..:mrgreen:
    waaaaaaaaaaaaaah seharian kemana saja mbaaaaaaaaah.. hehehe..
    Salam Sayang
    Salam Kangen

  21. Lambang says:

    Hehehe… ilmu semar mendem… kebanyakan makan semar mendem…
    Biasa Kang, nyari ilmu lagi…

    Salam.

  22. m4stono says:

    masalah meditasi, mungkin ada banyak aliran, tapi bagi saya sendiri meditasi itu mengenal jati dirinya dengan cara mengosongkan ego2 kita yg kemlothak atau penuh api, kalu ego kita sudah nol maka ilmu pelajaran apapun akan mudah dipelajari

  23. Lambang says:

    Mudah2an tercapai apa yang dicita-citakan.🙂

  24. kangBoed says:

    yayaya.. mudah mudahan.. cepat sembuuuuh yaaa.. jangan atiiiiiit aja atuuuh.. istirahaaaaat nyang baeeeek..
    Salam Sayang
    Salam Kangen
    Salam Rindu..

    =======================
    Sebetulnya sih masih atit, tapi berhubung udah profesi seumur hidup harus selalu beduaan sama Jeng Kompi, yah terpaksa deh klik Firefox. Gatel rasanya kalau belum baca atau buat komen. Blogging ini bener-bener gaya hidup yang merusak. Sumprit deh Kang. Edan tenan, mosok ga bisa berhenti barang sehari dua hari aja.
    =======================

  25. zal says:

    ::gen itu apa ya.., apa yang seperti disebut dr sexology itu dengan kombinasi x,y seperti itu…??,
    ada juga yang pernah saya tonton dari vcd produksi harun-yahya, kombinasi program G-A, G-A, lha yang ini disebut apa ya…
    ::mengenai perubahan pasca meditasi, sepertinya biasa-biasa saja, mungkin kesadaran mengenai who I’am inside yg menimbulkan effect nya, mungkin lho ya.., namun banyak hal yg dirasakan memang menimbulkan keuniq an tersendiri, misalnya tiba-tiba muak dengan perbuatan kepura-puraan (mungkin sering disebut muna…) masalah lainnya kayaknya engga ada ngaruhnya mau model kafir dalam bahasa mnusia ngga ngefek, tapi kalau ngelihat muna…duh pingin juwil… lho iki muna sing endi yo…?
    tapi secara keseluruhan tulisan postingan diatas aku paling tertarik dengan tulisan catatan 😀

  26. kangBoed says:

    hihihi… siyul siyul..

    *nyengir keledai*😆:mrgreen:😆

  27. KangBoed says:

    hmm.. sepi yaaaaaa.. pada kemana…
    tok.. took.. toook..
    ooooo.. lagi semedi gak bisa di ganggu:mrgreen:
    Salam Sayang
    Salam Rindu.. untukmu..😆

    • Lambang says:

      Ada Kang. Lagi menikmati sakit kepala berkepanjangan.
      Mudah2an bisa lebih nikmat dibandingkan sakit gigi atau sakit hati berkepanjangan.😉

      *jadi inget lagunya Meggy Z*

  28. Saya says:

    laku (habit) dan kebiasaan (behaviour)

    Apa iya?🙂

  29. Lambang says:

    Lho.. iya mbak… bener… *sok tahunya muncul*😎

    Errr, emangnya ada yang salah pengertian linggisnya ya mbak? Kabarin dunk lewat japri…😳

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: