Joko Penthil dan Manusia Poligami

Kata Pengantar:
Artikel ini di-kopas dari www.padhangmbulan.com, situs resmi Emha Ainun Nadjib. Sengaja di-kopas karena beberapa alasan yaitu: Usia artikel sudah lebih dari 1 tahun, isinya masih relevan dengan saat ini, jumlah yang kopas masih dibawah lima, saya menyukai gaya penulisan Bung Emha, dan yang paling utama, saya belum bisa menulis dengan kualitas seperti ini.

Batasan usia pembaca : 17 tahun ke atas
Batasan Agama : Islam non fanatik
Manfaat Artikel : Hanya berbagi info, tidak penting, nyampah
Kompleksitas Artikel : Normal, tidak terlalu mbulet

=============================================

Oleh: Emha Ainun Nadjib, 13 Des 07

Joko PenthilSetiap shalat Jumat insyaallah anda selalu mendengar Khatib mengucapkan statemen Allah: Barang siapa siapa diberi petunjuk oleh Allah maka tak ada yang bisa menyesatkannya, dan barang siapa disesatkan oleh Allah maka tak ada yang sanggup memberinya petunjuk.

Ada perilaku, akhlak dan sikap hidup seseorang yang Allah menganggap bahwa orang itu layak dianugerahi hidayah. Sebaliknya ada manusia dengan cara berpikir, pola sikap dan langkah perilaku yang membuat Allah menyesatkannya. Yang disesatkan oleh Allah mungkin bisa tak hanya seseorang, bisa juga sebuah keluarga, suatu masyarakat atau bangsa, karena masing-masing berada di dalam lingkar logika tanggung jawab tertentu atas kehidupan mereka, individu atau kolektif.

Jadi ada fenomena hidayah: Allah memberi petunjuk, menyikapi baik-baik terhadap makhluk-Nya. Saya mengkategorikan ini opsi pertama. Ada juga fenomena idzlal: Allah menyesatkan pihak yang menurut Allah pantasnya memang hanya disesatkan. Khotamallohu ‘ala qulubihim wa ‘ala sam’ihim ghisyawah, walahum ‘adzabun ‘adhim. Allah resmi menutup hati mereka, menyumpal pendengaran mereka, sehingga yang mereka peroleh sesudah peresmian itu adalah siksaan, stress, nafsu yang tak terkendali namun tak kesampaian. Mulutnya teriak-teriak, dan kalau mulutnya lelah maka hatinya yang terus teriak-teriak dalam keadaan bangun maupun tidur. Ia melakukan apapun saja yang dianggap akan memuaskan hatinya, namun tak pernah tercapai. Sebab utamanya adalah karena ia tidak memiliki pendengaran atas apapun saja kecuali atas suara nafsu dan egoismenya sendiri.

Kalau anda dan saya adalah orang dengan kategori ini, maka siapapun tak bisa menolong kita. Tetapi kalau ada orang lain yang ikut kita, turut menjadi asap dan terjebak oleh nafsu dan ketulian kita, maka semoga ada orang yang dikehendaki Allah memisahkan orang yang terjebak itu dari ketulian hidup kita. Orang itu tak perlu masuk neraka di akhierat bersama kita. Orang itu juga tak perlu menjadi lebih lama sengsara, kebingungan dan putus asa gara-gara mempercayai kita.

Yang jarang dipikir orang adalah bahwa orang yang ditutup hatinya oleh Allah ini rata-rata tidak mengerti bahwa hatinya ditutup oleh Allah. Ia bahkan merasa dirinyalah yang terbaik dan paling benar. Ia tidak mampu menemukan kebenaran di luar dirinya. Ia hanya mampu mencari kesalahan di luar dirinya. Artinya ia tidak memiliki kesanggupan sedikitpun untuk menemukan kesalahan di dalam dirinya. Kemampuan mentalnya hanya sebatas kenyataan subyektif bahwa dirinya yang benar dan lainnya harus salah. Ia tidak punya kekuatan hati untuk mampu menyebut ada yang benar di luar dirinya. Maka karena kelemahan hati itu, tak ada jalan lain kecuali memfitnah, terus jadi tambah sengsara, terus memfitnah lagi, terus jadi semakin sengsara, terus memfitnah lagi sampai akhirnya kesepian dan mati ngenes.

Disesatkan oleh Allah, ditulikan telinganya. Jangankan bersyukur: mendengar saja tak mampu.

Fenomena idzlal, yang memproduk sekian manusia-manusia mudzlal, saya sebut opsi ketiga. Sebab opsi kedua adalah di antara hidayah dengan idzlal, yakni fenomena istidraj. BahasaJombangnya digunggung. Bahasa Jawa umum dibombong. Fi qulubihim maradlun fazadahumullahu maradla. Orang yang hobinya memelihara penyakit di dalam hati dan batok kepalanya dan Allah menambahi penyakitnya.

Tentu ini tak hanya berlangsung dalam kehidupan invidu dan pergaulan sehari-hari. Fenomena ini akan anda jumpai potensialitasnya dalam berbagai kasus, konteks dan skala. Bisa dalam hal kepemimpinan nasional, bisa dalam urusan-urusan kasuistik pada level yang lebih kecil.

Kalau anda punya masalah, kemudian yang menemani anda adalah jenis manusia dengan opsi idzlal atau istidraj, maka sangat cepat anda menjadi sama dengan dia. Kemudian orang lain bisa berpikir untuk menerapkan juga kepada anda apa yang Allah lakukan: orang lain itu juga bisa nggunggung atau mbombong anda atau malah menyesatkan anda sekalian. Karena anda telah menjadi manusia poligami: istri pertama anda adalah kesengsaraan, istri kedua namanya kebingungan, istri ketiga namanya keputusasaan.

Istri pertama, Bu Sengsarawati, alias kesengsaraan, hanya bisa diproduksi oleh penanganan masalah yang keliru, managemen yang kontra-produktif, serta langkah tanpa strategi dan taktik alias tanpa siyasah wa kaifiyah. Istri kedua, Bu Roro Bingung, pasti merupakan output dari tidak lengkapnya informasi, dari pengetahuan yang tidak memadai, dari ketidaktahuan alias kebodohan, yang terpelihara dengan subur karena telinga tuli dan hati hanya berisi nafsu. Istri ketiga, keputusasaan, bahasa Qurannya Taiasu, jadi namakan saja Bu Taiasu, adalah akumulasi dari dialektika penghancuran:
tidak mendengar maka tidak tahu, tidak tahu maka tidak bisa, tidak bisa maka tidak kelakon, tidak kelakon maka marah, karena marah maka penuh nafsu, karena penuh nafsu maka tak bisa mendengar, tidak mendengar maka tidak tahu…dan teruskan mubeng lagu kanak-kanak di dusun-susun: Joko Penthil thela-thelo ayo lo lopis mambu ayo mbu mbukak tenong ayo nong nongko sabrang ayo brang brangkat kaji ayo ji jimat rojo ayo jo joko penthiiiiiil thela-thelo….

Monggo kalau ada yang ingin dan bertahan menjadi Joko Penthil. Selamat thela-thelo. Mudah-mudahan Allah tidak menganugerahkan opsi keempat: fenomena tark. Allah meninggalkan kita. Kita kabur kanginan. Mending Allah kasih opsi kelima: adzab yang berupa pemusnahan sekalian.***

Esei Bangbang Wetan Harian Surya.

24 Responses to Joko Penthil dan Manusia Poligami

  1. KangBoed says:

    Pertamaaaaaaaaaaaaaaaaax… my braathaaaaaar.. saya mau pulang dulu dah sore.. komentarnya menyusul nanti…
    Salam Sayang:mrgreen:

  2. Yudi says:

    *komen di-sensor satu baris*
    Ceritanya mau curhat nich akang emha. Sebagai “bangsa” apakah Bangsa Arab itu termasuk bangsa yang mendapat hidayah? Kalau ya, apa alasan sahih yang membuat sebagian anak bangsanya memelihara bini harian yang infonya banyak ditemukan di Cianjur. Hehe….

    • Lambang says:

      Nah, kalau mau diskusi atau tanya jawab ke Bung Emha, langsung aja ke http://www.padhangmbulan.com. Artikel ini hanya saya copy-paste dari website beliau dan saya sebarluaskan di sini karena isinya cukup relevan. Berdasarkan kode etik cyberspace, copy-paste boleh dilakukan asalkan mencantumkan link ke original URL.
      Soal apakah suatu bangsa mendapat hidayah atau tidak, jelas ngga ada yang bisa menjawab. Ngga usah jauh-jauh, apakah Indonesia ini mendapat hidayah? Kenapa koq negaranya carut-marut melarat berkepanjangan padahal kekayaan alamnya luar biasa. Padahal umatnya banyak yang Muslim, ramah, baik hati, rajin menabung. Siapa yang bisa jawab?
      Yang bisa kita amati hanya kelakuan sebagian anak bangsa tersebut. Kelakuan anak-cucu tidak akan banyak berbeda dengan kelakukan leluhurnya. Mau yang Jerman, Amerika, Inggris, Malaysia, Indonesia, Jawa, Arab dan lain-lain. Tidak akan banyak berbeda.:mrgreen:

  3. Yudi says:

    ******

    • Lambang says:

      Komen yang ini terpaksa di-sensor, hehehe…
      Maaf mas, ada etika berkomen yang perlu kita ikuti, yaitu jangan menyerang individu lain hanya berdasarkan dugaan subyektif semata.
      Maaf ya, kita ngobrol nyang lain ajah…
      Pis… ah…😉

  4. m4stono says:

    waduh mumet bahasanya gak dong…mending opsi ketujuh aja lah…

    • Lambang says:

      Emang agak mumet juga bacanya. Mangkanya saya masih belum bisa buat tulisan yang bikin mumet seperti ini. Kata orang, kalau bisa buat tulisan yang bikin mumet, berarti pengetahuan si penulis itu jauh melampaui pengetahuan pembacanya. Embuh lah, mana yang bener. Tapi saya paling cocok dengan kalimat yang ini “Istri ketiga, keputusasaan, bahasa Qurannya Taiasu, jadi namakan saja Bu Taiasu, adalah akumulasi dari dialektika penghancuran”. Tai asu, hihihi… ciri khas Bung Emha, nyleneh…

  5. Yudi says:

    Okay dech saya mafhum, sebagai sahabat mas Lambang telah mengingatkan saya untuk menyampaikan komentar secara santun, terlebih menyangkut kredibilitas karir seseorang. Ya..ya..apalagi tadi saya tulis ******, memang agak norak ya bin menyerang, yang bukan tidak mungkin akang Emha sendiri geli dan memaksanya harus turun gunung sendiri untuk mengklarifikasi duduk persoalan itu. Saya pikir bener juga komen itu direject, karena bisa-bisa menggugah macan bangkit dari tidurnya. Okay, kita ngobrolin yang laen saja. Atau bagaimana kalau komen kedua dari saya sekaligus komen balasan mas Lambang juga direject (berikut komen ini) sehingga seolah telah tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Pis juga ya….iyayah saya kok ndak kapok-kapok, padahal email nyasar saja bisa membui seseorang 6 tahun kurungan, hehe….

    • Lambang says:

      Iya mas. Lha kalau yang kirim komen kena jerat pasal pencemaran nama baik dari ITE, yang punya blog kan ikut-ikutan kebawa. Minimal jadi saksi. Repot dah urusan pengadilan kaya gini. Kerjaan jadi berantakan, bisa-bisa malah dipecat karena tersangkut masalah hukum. Padahal cuman jadi saksi.

  6. KangBoed says:

    hmm.. Hukuman yang paling menakutkan kepada nyang namanya manusia.. Jika ALLAH sudah membentuk DINDING dalam hati mereka di depan di belakang di kiri dan di kanan.. apa yang terjadi.. Punya Mata tak melihat.. Punya telinga tak mendengar.. Punya hati tak merasakan.. oooo.. yayaya.. secara lahiriah mereka melihat, mendengar dan merasa.. Terus apa yang tiada mereka LIHAT.. DENGAR.. dan RASAKAN.. yayaya.. LAHIR hidup tetapi BATHIN MATI.. Mata hatinya BUTA.. Telinga hatinya TULI.. RASA HATInya MATI.. mereka sebenarnya tiada pernah perduli akan TUHANnya.. ZOMBIEEEEEEEEE.. MAYAAAAT HIDUUUUUP.. bergentayangan di seluruh penjuru kota.. secara lahir mereka berjalan dan bergerak.. sibuk dengan kegiatannya di pikirannya cuma DUIT dan kesenangan.. Hatinya tiada pernah merasakan kehadiran TUHAN..:mrgreen:

    Salam Sayang
    Salam Rindu untukmu😆

    http://kangboed.wordpress.com/2009/06/04/zombie-mayat-hidup/

    • Lambang says:

      Memang sampai sekarang saya masih sering bertanya-tanya dalam hati…
      Apa iya Allah seneng menyesatkan orang yang memang pantas untuk disesatkan?
      Awalnya diciptakan, kemudian dijadikan khalifah, setelah itu disesatkan… Ugh… bingung… kurang kerjaan amat yah…
      Awalnya diciptakan, kemudian dijadikan khalifah, kemudian diberi nafsu dan diganggu iblis agar tersesat, ternyata tersesat beneran, karena tersesat harus dimasukkan neraka…. padahal nafsu itu diberikan oleh siapa… padahal iblis itu bisa mengganggu atas ijin siapa… makin bingung… skenarionya ruwet amat yah… ngga tercerna oleh akal…

      *Santai aja, gunakan hati dan iman, jangan menalar dogma dengan otak (akal pikiran)…*

      Yayaya… rasanya sebagian besar juga sudah begitu… tidak menalar dogma dengan otaknya… selalu menggunakan hati dan iman… mesjid selalu penuh… apapun kata kyai selalu diikuti…
      Tapi korupsi masih ada… perzinahan jalan terus… judi merajalela… adu unjuk kekuasaan… sikut-sikutan capres… emosi menggelegak dimana-mana… bakar-bakaran kampus…

      Weleh weleh… makin ngga mudeng… hati atau otak? otak tak berhati atau hati tak berotak? atau otak berhati dan hati berotak? atau ngikutin bunyi tokek aja untuk menentukan pilihan?

      *mari makan kolak hati gajah dan semur otak macan*

    • KangBoed says:

      ketika kita mencintai sesuatu maka tai ayam rasanya coklat.. indah dan manis rasanya.. sehingga tanpa sadar merubah sang diri persis sama dengan apa yang mereka cintai dan sembah selama ini.. karena Manusia akan terbentuk menjadi serupa dengan SESEMBAHANNYA..
      Manusia yang penuh rasa Cinta dan Kasih Sayang adalah perwujudan dari penyembah ARRAHMAN dan ARRAHIM.. maka patutlah dipertanyakan jika mereka yang mengaku penyembah ALLAH.. kelakuannya sombong.. tunjuk sana.. tunjuk sini.. merasa benar sendiri.. sungguh sungguh terdinding..
      Salam Sayang
      Salam Rindu my brathaaaaaaaaaaar..:mrgreen:

      • Lambang says:

        Hehehe… tai ayam rasanya coklat… rasanya belum pernah ngerasain ilusi yang kaya gitu Kang…:mrgreen:

        Salam Brathaaaaarhood.

  7. De'A says:

    Semoga kita selalu dalam keridhoan Allah..
    Mari semua bertobat dan bersyukur…

  8. yang-kung says:

    kalau seseorang yang akhlak dan perilakunya baik,lalu masih disesatkan oleh Allah,itu hanyalah untuk menguji iman mereka.
    sebab :IMAN TANPA PERBUATAN YANG IKHLAS ADALAH MATI.
    …………………..
    salam karaharjan.

  9. Yudi says:

    Saya koq masih belum sepaham dengan penyataan mas lambang bahwa
    “kelakuan anak cucu tidak berbeda dengan leluhurnya”. Mas lambang, kalau kita ngeling jauh ke jaman Adam dan Hawa diturunkan ke bumi. Kita tidak tahu busana apa yang mereka kenakan, apalagi mereka terpisahkan sedemikian lama. Tidak ada referensi yang jelas. Karena itu bolehkan saya angankan penampilan Adam senecis Tengku Fahri Putra Mahkota Kerajaan Negari kelantan, sedangkan Hawa seaduhai Manuhara. Mereka juga tidak saling mengenal, hanya kebetulan ketemuan makan bareng di sebuah cafe menurut yang dituturkan Manuhara di RCTI. Proses perkongsian pasangan insan berbeda gender itu emang mirip sih, yaitu tanpa diawali pernikahan. Tapi yang lainnya beda. Kisah Adam-Hawa berlangsung di alam terbuka, ya minimal ada supporternya lah, taruhlah harimau, kodok, dan hewan lainnya. Ini dulu mas Lambang masukan dari saya. Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

    *sebagian komen di-edit*

    • Lambang says:

      Soal “kelakuan anak cucu tidak berbeda dengan leluhurnya” itu hanya berdasarkan pengamatan saja. Tidak didukung hasil survey dan data statistik. Lebih kearah penekanan bahwa kalau leluhurnya jahiliyah, maka anak cucunya ada yang jahiliyah juga. Berapa persennya ngga tahu.

      Lho, yang hubungan manasik haji sama nikah siri itu terus gimana kelanjutannya?

  10. Intan says:

    Bung yudi jangan mengada-ada dong. Dari mana anda tahu Adam dan Hawa dibuang ke bumi karena berbegituan melulu. Setahu saya di surga mereka cuman kepergok setan maen elus saja, itupun cuma sekali langsung setan wadul pada Tuhan. Bagaimana ini Pak Lambang, komen bung yudi ini kok seronok amat.

    ============================
    Lambang:
    Terima kasih atas masukannya mbak. Segera action. Moderated ON.
    ============================

  11. Kalo Islam-nya gado-gado, boleh baca artikel ini nggak?

    Salam Brrrrr
    MSP – SBY – JK
    (Memang Suka Posting – Si Blogger Yahud – Juga Keren)

    ============================
    Lambang:
    Bebas saja mas. Semua agama juga boleh baca. Sekedar berbagi info saja.
    ============================

  12. tomy says:

    Tubuh ini bukanlah milikmu, begitupun Engkau bukanlah milik tubuh ini. Bumi, Air, Udara, Api, dan Eter membentuk tubuh ini dan ke sini juga tubuh ini harus kembali. Tetapi Jiwa adalah Abadi, maka apakah gerangan Engkau ini?

    sekedar berbagi perenungan aja Mas
    apa kabarnya? semoga kita tidak termasuk yang disesatkan
    karena selalu ada penunjuk di sepanjang jalan😀
    Amin

    ==============================
    Lambang:
    Kabar baik2 saja mas. Mudah-mudahan Allah selalu memberikan petunjuk dan bukan menjadi Tuhan yang menyesatkan umatnya.🙂
    ==============================

  13. Admin says:

    salam kebersamaan.

    ada acara tiap bulan di surabaya, BBW.
    monggo yang mau ikut, kesini aja.

    saalam………

    ======================
    :: Terimakasih undangannya mas. Saya usahakan untuk mampir rutin ke blog tersebut.🙂
    ======================

  14. tari says:

    masa sih tuhan menyesatkan?….mungkin ini lebih enak,Tuhan memberi banyak jalan,,pasti dari sekian banyak jalan itu ada yang menuju kebenaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: