Misteri Lailatul Qadar Dari Sisi Ilmiah

Ini ada artikel bagus (sekitar Sep 2008) tentang Lailatul Qadar yang bersumber dari karya Rajendra Kartawiria, Quranic Quotient Centre. Sebagian isi buku ini kemudian dipublikasikan di internet oleh Aulia Muttaqin dan beberapa sumber lainnya.

Artikel selengkapnya ada di sini:
Misteri Lailatul Qadar Dari Sisi Ilmiah

79 Responses to Misteri Lailatul Qadar Dari Sisi Ilmiah

  1. adi isa says:

    pernah sekali di kampung saya, sebuah cahaya terang benderang di malam hari di bulan ramadhan, dari langit jatuh di lapangan hijau, dan sisa-sisa cahayanya masih terlihat di tanah tersebut pada saat itu, orang desa bilang itu lailatul qadar,..
    benar nggak sih? hehehehe

    • Lambang says:

      Kata simbah, kalau ada sinar jatuh seperti itu biasanya disebut ndaru, dan ndaru itu biasanya adalah santet yang salah prosedur dan salah pelaksanaan (jin-nya rada goblok gitu). Makanya jadi nyasar jatuh ke lapangan. Hehehe… sang jin belum pernah jadi tukang pos sih…😉

    • m4stono says:

      itu kembang pai nyasar mas…wakakakak…becanda…bisa jadi itu kiriman orang yg salah sasaran….kalo ndaru itu bukan santet mas…tapi aura orang2 yg golong gilig menjadi satu pada pemilihan lurah pada jaman dulu….biasanya pada malam seeblum pencoblosan orang2 pada lek2an liat ndaru itu mau menuju rumah siapa

      ======================
      Lambang:
      Ooooo… saya salah ya… apa udah ganti tah… hehehe… srimulatan….😀
      ======================

      • m4stono says:

        @lambang
        sampeyan gak salah mas…cuman kurang bener aja…wakakakakak…..semoga kita bersama bisa mendapat lailatul qadar di bulan ramadhan ini…..

        ======================
        Lambang:
        Hehehe… ternyata emang belum diganti ya… simbah saya itu emang rodo ngawur koq…😆
        *malah nyalahin simbah*

        ======================

  2. KangBoed says:

    Hehehe bukankah setiap malam adalah lailatul qadar.. bagi siapa yaaa ???

    ======================
    Lambang:
    Enda tahu buat mbahnya siapaaaaa…..😆
    ======================

  3. KangBoed says:

    Hohohohoho.. sampai kelimaaaaaaaaaaaaaaaxxxxxxxxxxxxxxxxxxzzzzzzzzzzzzzzz

    ======================
    Lambang:😆😆
    ======================

  4. qarrobin says:

    Kalo cahaya 1000 purnama dipakai untuk memahami alquran, insyaallah akan cepat memahami.

    Gimana dengan wolverine ya, mungkin dia akan jadi werewolf, kalo son goku kekuatannya akan meningkat 1000x, kalo avatar Aang, dia memahami yinyang,
    walah …ga nyambung ya

  5. Lambang says:

    Yayaya… ternyata banyak korelasi antara isi Al-Qur’an dengan berbagai energi di alam ini, baik gravitasi, energi kosmis, magnetosphere, maupun star pulse.
    Sayangnya ada sebagian orang yang hanya mengacu ke dogma para ustadz, dan dilanjutkan dengan fanatik buta.

    Sebetulnya malaikat, ruh, jin, bidadari, dan berbagai ciptaan non fisik lainnya itu hanyalah gumpalan energi khusus yang bisa maujud semaunya. Sesuai imajinasi. Termasuk juga pahala, dosa, surga, dan neraka. Ini pemahaman saya lho, jangan dibahas, ngga bisa dibuktikan.

    Kenapa pahala bisa berlipat 7x, 17x, 40x, 1000x dan sebagainya kalau tidak ada pengaruh energi ini? Apakah sekedar dogma? Jelas tidak. Terlalu merendahkan Tuhan kalau semua permasalahan alam ini tidak ada penjelasan dan penyebab dasarnya. Jelas Tuhan bukanlah dzat yang suka-suka, semaunya, ataupun otoriter. Semua pasti berkaitan, hubungan sebab-akibat, hukum thermodinamika, hukum kekekalan energi, dan semua di-disain dengan sempurna. Tidak ada yang dogmatis. Kalau ada suatu kehancuran, jelas karena perubahan alam atau energi. Ngga logis kalau dianggap Tuhan yang menghancurkan. Pencipta koq menghancurkan sendiri ciptaannya. Terus ada yang menjawab begini, “Lha kalau ciptaannya menjadi buruk, apa tidak boleh dihancurkan?” Ini juga ngga masuk akal, karena kalau ada ciptaan yang buruk, berarti ada kegagalan dalam perencanaan dan proses penciptaan. Proses tidak berjalan sesuai yang direncanakan. Jadi siapa yang gagal merencanakan? Tuhan? Jelas salah kan?
    Sudah banyak contohnya. Tsunami, gempa, kebakaran, perang, huru-hara, kelaparan, dan kemiskinan. Itu hanya perubahan alam dan ulah manusia. Bukan Tuhan yang menghancurkan.

    Salam.

  6. menarik banget untuk di baca dan diilhami! terima kasih atas artikelnya

    ======================
    Lambang:
    Sama-sama mas. Salam kenal.
    ======================

  7. SufiMuda says:

    Benar2 ilmiah.
    selamat memasuki bulan penuh berkah
    salam

    ======================
    Lambang:
    Sama-sama mas… silahkan…😀
    ======================

    • KangBoed says:

      hehehehe.. kemana aja bang sufi lama enda kelihatan.. sibuk mulu yaaaaak

      ======================
      Lambang:
      Ngga salah tuh… Bukannya KangBoed yang jarang nyepam di blog-nya mas SufiMuda…
      ======================

  8. mas8nur says:

    Percaya deh, Al Qur’an is the BEST. Kinclong Mas pencerahannya semoga menambah bekal kita di bulan Ramadhan ini. Dan maaf baru mampir kali ini padahal sering banget ngelihat di rumah kangBoed dan Mastono. Selamat menunaikan ibadah Puasa.

    ======================
    Lambang:
    Selamat menunaikan ibadah puasa juga mas.
    Mohon maaf lahir dan bathin.

    ======================

  9. subhanallah, maha besar Allah yang menurunkan malam lailatul qadar di bulan ramadhan, ternyata sangat ilmiah kalau dikaji dari sisi keilmuan. terima kasih infonya yang sangat bermanfaat ini, mas lambang. selamat menyongsong malam lailatul qadar.

    ======================
    Lambang:
    Semoga ada diantara kita yang bisa menikmati indahnya malam lailatul qadar…
    ======================

  10. noersam says:

    memang apabila kita mengkaji semuanya tidak akan habis..sungguh luar biasa alqur’an..selamat menunaikan ibadah puasa

    ======================
    Lambang:
    Terima kasih mas.
    Selamat menunaikan ibadah puasa juga.

    ======================

  11. lovepassword says:

    Ternyata seru juga yah : Tapi kok malah tekan santet sama wolverine barang ? He he he…- Terimakasih atas infonya Mas Lambang. Semoga anda mendapatkan Lailatul Qadar.

    ======================
    Lambang:
    Semoga ada diantara kita yang kebagian menikmati malam lailatul qadar.
    Lha soal santet sama wolverine kuwi kan gara-gara mas Adi Isa sama mas Qarrobin takone nganeh-anehi… hehehe…

    ======================

  12. Yari NK says:

    Wah… agak sulit juga ya kalau bulan purnama (atau bulan baru) bisa berpengaruh pada volume air yang ada di dalam tubuh makhluk hidup. Seberapa besarnya sepertinya harus ada penelitian lebih lanjut lagi. Untung bumi, bulannya cuma satu, coba kalau dua atau lebih… huehuehue…. (untung juga matahari kita cuma satu… padahal matahari tunggal itu termasuk yang unik di universe ini).

    ======================
    Lambang:
    Yaya… entar nyari dana dulu dari LSM buat penelitian lebih lanjut.

    Untung bulannya cuman satu, lha “kalau bulannya bisa ngomong” kan malah ikutan nyanyi sama Doel Sumbang… hihihi…
    ======================

  13. refa says:

    Pemahaman yang menarik sekali mas Lambang. Walaupun benak saya masih berkunang-kunang membayangkan radiasi 1000X bulan purnama.
    Pertanyaan tentang Lailatul Qadr yang sampai hari ini belum bisa saya mengerti adalah :
    1. Jika Malam Qadr (secara fisik) berlangsung di suatu sesi “malam” tertentu. Apakah berlaku pada suatu penduduk di wilayah tertentu saja? Atau berlaku di sepanjang hari (saya ingat kalau bumi itu berputar, jadi malampun bergeser terus menerus ke arah barat).
    2. Berkaitan dengan No-1. Kalau keistimewaan Malam Qadr itu berlaku umum, berarti “siapa saja” bisa memperolehnya ya. Jadi gak perlu ada “amalan” tertentu untuk bisa mendapat anugerah Malam Qadr.

    Karena dua pertanyaan itu tidak bisa saya jawab sendiri, sampai hari ini saya masih meyakini kalau Lailatul Qadr tidak bersifat fisik tetapi ruhani.

    Wallahu a’lam bissawab.

    Salam takzim.

  14. Lambang says:

    Mas Refa,

    Dulunya pemahaman saya tentang lailatul qadar adalah anugerah Allah yang diberikan khusus kepada hambanya yang tafakur dan munajat secara khusyu’ di tengah malam 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.

    Ternyata permahaman itu sekarang bergeser. Saya meyakini bahwa segala sesuatu itu sudah disediakan oleh Allah bagi setiap manusia. Termasuk lailatul qadar itu sudah disediakan untuk setiap umat. Kalau kita sudah siap dan mampu untuk mengambilnya, maka itu akan menjadi milik kita.
    Tidak perlu amalan khusus, yang diperlukan adalah keseimbangan diri dan menghilangkan semua kehendak.
    Mengenai tempat dan waktu terjadinya, tidak harus di tempat tertentu dan detik tertentu, tetapi terus bergulir sesuai dengan perputaran waktu. Saya merasa bahwa pengaruh alam terhadap otak seperti uraian di atas itu memiliki peran penting dalam memperoleh lailatul qadar. Hal ini sejalan dengan kenyataan bahwa banyak orang yang memperoleh pencerahan ketika sedang berada di puncak gunung atau ketika meditasi (tafakur) lewat tengah malam. Dari penelitian energi oleh beberapa rekan yang mendalami hal itu, pusaran energi di puncak gunung dan energi lewat tengah malam itu sangat bersih, besar dan positif. Sinkronisasi energi diri dan energi alam itulah yang akan menghasilkan pencerahan, diantaranya ya lailatur qadar itu.

    Tentu saja uraian ini hanyalah pemahaman saya dan bisa saja berbeda dengan pemahaman mas Refa maupun rekan yang lain.
    Kalau ingin membuktikan sendiri, silahkan naik ke puncak gunung mana saja dan tafakurlah di sana 1 s/d 3 hari pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Silahkan baca amalan apa saja, yang penting dilakukan dengan semangat, khusyuk dan tanpa kehendak. Insya’ Allah akan diperoleh sinkronisasi energi dan pencerahan. Mudah-mudahan termasuk memperoleh lailatul qadar itu.

    Salam Persahabatan.

    • KangBoed says:

      Waaaaah.. sebenarnya lailatul qadar itu bisa didapatkan setiap malam.. seperti menabung yaaak.. hehehe..
      salam sayang my brathaaaarrrr

      ======================
      Lambang:
      Yuk kita nabung… bung…
      ======================

      • KangBoed says:

        hehehe.. bener engga tuh.. tapi frekwensinya seperti apa yaaaak.. hahahahaha’

        ======================
        Lambang:
        Ngga tau dah….
        ======================

    • Dani says:

      Asslmlkm. Salam persahabatan…
      Dari artikel ini saya lebih paham ttg laitul qadar, terima kasih Mas Lambang atas ilmunya. Btw menurut saya untuk mendapatkan pengalaman laitul qadar seperti yang dikatakan Mas Lambang perlu mencapai keseimbangan diri dan menghilangkan semua kehendak (Ego). Untuk mencapai hal itu maka kita hendaknya latihan dari awal puasa atau malahan jauh sebelum Ramadhan melalui ibadah2 yg dianjurkan karna ibadah itu media untuk mencapai tingkat keseimbangan dan lebih mendekatkan diri dengan Zat Yang Maha Sempurna. Di saat seseorang mencapai hal itu, maka tubuh dan ruhani pun menjadi seimbang sehingga besar kemungkinan di saat malam laitul qadar (keberadaan alam sewaktu seimbang)itu terjadi sensitivitas sensor yang sebelumnya dilatih untuk zero mind akan menangkap kejadian laitul qadar, dan kemungkinan yang mengalaminya tidak bisa menceritakan secara verbal karna terlalu indah dan damai untuk diceritakan. Dan biasanya setelah mengalaminya akan lebih cepat memahami sesuatu terutama hikmah2 yang terjadi di sekitarnya, lebih bisa melihat isinya daripada bungkusnya, dan byk hal yang tentunya tiap orang bisa saja berbeda karna pengalaman spritual, latar belakang kehidupan dan kebutuhannya berbeda – beda. Allahu ‘alam bishowab

      • Lambang says:

        Walaikum salam mas Dani. Benar sekali itu mas. Kita harus mempersiapkan diri agar bisa mendapatkan enlightenment. Persiapan yang belum tentu bisa selesai dalam 5 tahun.

        Salam Persahabatan,.

      • Dani says:

        Setuju mas Lambang,, Heuheuheu… iya apalagi yg hanya 10 hari, tapi Allah Maha Berkendak bisa saja sih dapat juga tapi kemungkinannya kecil. Asalkan selama 10 hari itu dalam keadaan zero mind, itu lebih baik daripada yang 5 tahun tapi jalan ditempat tidak seimbang.

  15. KangBoed says:

    Romadhan menggetarkan Jiwa2 yang Haus akan Cinta Kasih Allah, sementara Kasih Sayang Allah tiada terbatas. Semoga Menjadi Berkah untuk Semua Saudara2ku Wabil Khusus MAS Lambang yang saya Hormati dan Kasihi.

    MOHON MA’AF LAHIR & BATHIN DARI KALIAN SEMUANYA…..semoga terbuka untukku sekeluarga.

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

  16. Lambang says:

    Hehe.. Botol jin hejo kalakuanna nyepam kieu.. Ati-ati katangkep satpam beureum Akismet…😉

  17. tomy says:

    Saya salut banget postingan Mas Lambang selalu disertai data & gambar, niyat banget ya hihihi😀
    Sangat mencerahkan & menambah wawasan serta keimanan kita
    semoga kita semua mampu mencapai Lailatul Qadar
    semua sudah disediakan oleh Allah tinggal kita yang siap atau tidak
    sebab Tuhan adalah Sang Waktu *nggak perlu dibahas cuma lontaran pendapat saja*
    saat kita sungguh menyadari setiap saat keberadaan hidup kita
    saat moment dalam hidup kita sungguh diisi olaeh kesadaran
    boleh jadi saat itulah kita bertemu Tuhan

    ======================
    Lambang:
    Setuju mas…
    Semua sudah disediakan oleh Allah tinggal kita yang siap atau tidak…

    ======================

    • KangBoed says:

      .. Raih Fitrah Diri dalam Jiwa Tenang ..
      Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
      I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

  18. Wes pancene ora rugi duwe sedulur tuwo koyo Kang Lambang iki, asi jiaaaann komplit bumbune.

    Puasa sebenarnya mengembalikan eksistensi Manungso pada JATI DIRI untuk menyadarkan bahwa AKU~IKI~URIP.
    Dengan berpuasa semestinya Manungso sama-sama bisa menyadari bahwa dalam kehidupan RAGA kudu melayani URIP, bukan sebaliknya URIP menjadi Budaknya RAGA.

    Nuwun Kang,
    dapet pelajaran, wawasan anyar.

    Salam…Salim…Rahayu

    ======================
    Lambang:
    Monggo Kang Gundul… dinikmati santapannya…
    Tapi ayamnya sudah dihabisin KangBoed, jadi tinggal nasi sama bumbu doang…🙂

    ======================

  19. Yaaaaaahhh..Kang Boed, mangan Ayam gak tolah-toleh dulur enom. Wes gak opo-opo Kang biar tinggal bumbune…aku tak nggowo Iwak Baronang Bakar waelah soko Kaltim…

    Gelar tiker Bancak-an neng prapatan…
    Ssssstttt…Kang Boed ojo dikandhani yoh…

    • KangBoed says:

      hehehe.. enda mBaaah tadi belum mangan apa apa katanya belum matang sekarang bilang habis sama saya.. padahal di sikat habis sama mBah Lambang

      salam sayang

  20. arifin says:

    wah tulisan yang mencerahkan. islam semakin dikaji maka akan semakin mendekatkan kita pada dunia sains. ini adalah salah satu kemukjizatan.

    ======================
    Lambang:
    Mas Arifin,
    Maaf komennya nyangkut di Akismet. Padahal batasan spam hanya link maksimal 1 buah.
    Salam kenal mas…🙂

    ======================

  21. the fachia says:

    Sungguh pencerahan yang sangat lengkap dengan wawasan ilmu sience tinggi..

    Salam kenal saudaraku..🙂

    ======================
    Lambang:
    Maaf mas,
    Ternyata komen ini udah nyangkut 2 hari di Akismet. Ngga tahu kenapa, padahal comment blacklist udah dikosongkan sejak Juli 09.
    Salam kenal kembali…🙂

    ======================

  22. Wuih mantep banget penjelasannya!

    Kang! Link saya katanya pakai keduanya (wordpress & blogspot), kalo nggak bisa ditaruh semuanya, pilih yang blogspot aja!

    ======================
    Lambang:
    Hehehe… udah dibuat linknya… yang ke blogspot aja yah…🙂
    ======================

  23. dir88gun-W says:

    Assalamu alaikum wr. wb.

    Saudaraku tersayang di seluruh penjuru dunia maya…

    Alhamdulillah, setelah sempat stagnant sampai sebulan lebih,
    akhirnya ada yang menginspirasi saya untuk menulis ucapan…
    & mengirim komentar spam-nya kepada Saudara2, He he he…
    Tapi kali ini, insyaAllah… saya akan mencoba lebih sopan.

    Hmm, mau tahu isi komen saya kali ini? Heee… rahasia…
    Ya udah deh, nih saya kasih tau.
    Tapi, beneran… mau tahu? Apa? Beneran… yakiin?
    Ow… jangan ngambek donk, iya maaf-maaf…
    Nih, aku kasih link comment-nya…

    http:// dir88*****.blogspot.com/2009/08/
    ucapan-selamat-kemerdekaan-ramadhan.html

    Selamat men-download & membaca komentar saya, ya!
    Semoga Allah senantiasa menyelamatkan kita sekeluarga…
    dari kejamnya adzab & dahsyatnya fitnah…
    yang ia turunkan di dunia, di dalam kubur, & di akhirat.

    Alhamdulillah, Saudaraku tersayang dimanapun kalian berada.
    Jadikanlah Romadhon kali ini lebih istimewa bagi dirimu…
    dengan mengamalkan Qur’an & Sunnah.
    Selamat menunaikan ibadah puasa, secara Lahir Bathin…
    serta raihlah kemenangan sejati untukmu.

    Buat Saudaraku yang punya blog ini, ma kasih, ya…

    Wassalamu alaikum wr. wb.

    ======================
    Lambang:
    Maaf mas Gun,
    Komen ini ternyata nyangkut di Akismet. Link-nya lebih dari satu sih…
    Saya buang satu ya…
    Salam Persahabatan.🙂

    ======================

    • zainal says:

      gw dah baca tuh link ini http:// dir88*****.blogspot.com/2009/08/
      ucapan-selamat-kemerdekaan-ramadhan.html

      kok syahadatnya ke ‘Isya’ ya (
      + A: ASYHADU ALLA ILAAHA ILLALLAH…
      + A: WA ASYHADU ANNA ‘ISYA RASULULLAH…) .. maksudnya apa ya ?????? salah ketik atau JEBAKAN ya … hati-hati bro, baca yang teliti.

    • Lambang says:

      Oh…😯 … saya baru tahu kalau link itu menuju ke artikel dengan plesetan syahadat.

      Terima kasih mas Zainal atas informasinya.

      Untuk mas Gun, maaf link-nya saya edit dan Akismet saya aktifkan untuk Anda. Semoga Allah memberkati dan mencerahkan mind-set Anda.

      Salam Persahabatan.

  24. sikapsamin says:

    Salam kenal mas Lambang,

    Uraian yang sangat gamblang…blangng & jelas…lasss, begitupun koment/ulasan2nya.

    Hanya saya mohon koreksi & pencerahan atas apa yang pernah saya baca/dengar, kira2 begini : […]AKU ciptakan manusia bersuku2 dan berbangsa2 agar saling …………..dan (masing2)satu diantara mereka AKU jadikan utusanKU dg dengan (menggunakan)bahasa kaumnya[…]

    Demikian para Sedulur, sekali lagi mohon koreksi & pencerahannya…
    Dan mohon maaf bila ada salah kata/tulis.

    Selamat menjalankan Ibadah Puasa,
    Mohon Maaf Lahir dan Bathin

  25. Lambang says:

    Salam kenal kembali mas Sikap Samin,

    Barangkali maksud Mas Samin ayat-nya adalah Surah Al Hujuraat ayat 13 dan Ibrahim ayat 4. Bagi saya arti kedua ayat itu sudah cukup jelas secara harfiah, tetapi entahlah makna bathiniyah-nya.

    Ada ayat lain yang malah tidak cukup jelas bagi saya, seperti misalnya Az Zukruf ayat 3: “Sesungguhnya Kami menjadikan Al Quran dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya)”. Ayat ini sulit saya pahami. Bagi saya, kalau Al-Quran diturunkan dalam bahasa Indonesia atau bahasa dunia lainnya (Inggris, Jerman, Belanda dll) pasti saya akan lebih mudah memahami. Minimal dengan bantuan software penterjemah.

    Ternyata Tuhan berkata lain. Entahlah apa makna yang ada dibalik ayat ini. Padahal dalam kenyataannya masih banyak pemeluk Islam yang tidak fasih berbahasa Arab, termasuk saya. Apalagi yang mampu menjadi khotib. Apalagi yang mampu menterjemahkan kata per kata tanpa buka kamus Arab.

    Mudah-mudahan ada sedulur lain yang lebih pantas untuk menjawab pertanyaan mas Samin tentang kedua ayat tersebut.

    Mohon maaf kalau kurang berkenan dengan jawaban saya.
    Selamat menjalankan ibadah puasa, mohon maaf lahir dan bathin.

    Salam Persahabatan.

  26. sikapsamin says:

    Terimakasih mas Lambang,

    Konon dari ayat yang saya kutip diatas, muncul kesimpulan ‘bahwa sebenarnya ada ratusan-ribu utusan Tuhan, masing2 utk tiap bangsa/etnis/suku dengan bahasa yang sesuai’…

    Tapi ya…itu tadi…konon

    Kadang2 muncul lamunan, kok yang beredar/dikenal hanya 25-orang dan kebetulan dari Timur-Tengah semua.

    Sekali lagi…terimakasih

    ======================
    Lambang:
    Konon kabar yang saya dengar memang begitu.
    Malah ada yang lain lagi, konon katanya Wali Songo itu berusaha menyebarkan agama Islam melalui sinkronisasi dengan budaya Jawa, jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Sayangnya peran Wali Songo dan penerusnya itu sudah tergusur dengan munculnya para habib dan syekh yang mengunggulkan kembali budaya Arab, yang terkesan mengikuti garis keras dan fanatik.
    Indonesia yang katanya memiliki jumlah umat Islam terbesar (?), ternyata nggak punya referensi Al-Qur’an, Tafsir dan Hadist Online… Kitab Kuning Online… Petunjuk Dakwah Online… Belajar Bahasa Qur’an Online…

    Duh, Indonesia-ku….🙄🙄
    ======================

  27. refa says:

    Mampir komeng lagi mas Lambang,

    Terimakasih untuk jawaban mas Lambang atas komen saya sebelumnya. Sebagai bagian dari pencerahan, penjelasan mas Lambang sangat bisa dimengerti dan difahami.

    Hanya satu misteri yang terbersit ketika saya membaca QS Al Qadr : 4 ,dan Kami mengutus Jibril untuk menyelesaikan segala urusan – terjemahan Depag. Ayat aslinya tuh “Malaikatu wa Ruh” – Malaikat dan Ruh. Kalau dihubungkan dengan jurnal ilmiah mas Lambang bisa ketemu gak ya? Ini benar-benar misteri menurut saya lho…

    Salam.

    • qarrobin says:

      inna anzalnahu fiy lailatil qadr
      sungguh kami turunkan ia(malaikat dan ruwh) di dalam malam qadr

      tanazzalul malaikatu warruwh fiyha bi idzni rabbihim min kulli amrin
      diturunkan malaikat dan ruwh di dalamnya(malam qadr) dengan idzin tuhan mereka dari setiap amr

      masih juga menjadi misteri buat saya…ruwh siapa?
      terus beda idzin dan amr itu apa ya? kalo artinya sama2 perintah….
      “…dengan perintah tuhan mereka dari setiap perintah”, juga masih misteri buat saya…

      mohon penjelasan @Kang Lambang, atau teman2 yang lain kalo tahu…

  28. Lambang says:

    Saya mau cerita sedikit berdasar pemahaman saya yang masih dalam proses pembelajaran ini.
    Kalau kita perhatikan ada kata Aku dan Kami dalam berbagai ayat Al-Qu’ran, tentunya akan mengajak kita berpikir siapakah Aku dan Kami yang dimaksud dalam kitab itu?
    Menurut saya, Aku adalah dzat Allah itu pada mulanya, sedangkan Kami adalah Allah beserta team-Nya.
    Lho koq team?
    Iya, kita ambil biji besi sebagai contoh. Apakah Allah menciptakan langsung biji besi itu? Secara logika saya, tidak. Alam ini bermula dari sebagian dzat Allah yang berevolusi menjadi materi dan anti materi yang kepadatannya tak terhingga. Setelah Big-Bang, semua materi dan anti-materi itu mencelat kemana-mana, mengalami proses pendinginan dan akhirnya terbentuklah bumi termasuk biji besi itu. Team Allah adalah energi (nurullah) dan proses fisika itu sendiri. Proses yang integrated, complex, dan luar biasa, dan memang sudah dirancang sejak awal. Jadi biji besi tidak diciptakan langsung, tapi hasil proses evolusi dan bersumber dari energi dan hukum fisikanya Allah.
    Analogi ini bisa dilanjutkan ke penciptaan alam, malaikat, ruh, jin, setan dan manusia. Energi itu bisa berubah menjadi apa saja termasuk yang belum pernah disebutkan dalam kitab dan belum pernah kita bayangkan.
    Jadi, besar kemungkinan ada jenis ruh atau malaikat lain yang masih belum kita kenal, dan tidak disebutkan sama sekali dalam kitab.
    Contoh ciptaan lain yang tidak kita kenal adalah UFO. Apakah ini termasuk sejenis binatang melata yang ada di langit dan bumi seperti disebutkan di kitab? Jelas dari bukti-bukti penampakan UFO tidak ada penumpangnya yang melata seperti uler keket itu.
    Yah, itu hanya pemahaman saya saja. Silahkan dilanjut bagi teman2 lain yang lebih paham.

    Salam Persahabatan.

  29. KangBoed says:

    mari kita gunakan momentum PUASA RAMADHAN ini untuk mempersatukan RASA.. membentuk satu keluarga besar dalam persaudaraan ber dasarkan CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG.. menghampiri DIA.. menjadikan ALLAH sebagai SANG MAHA RAJA dalam diri.. menata diri.. meraih Fitrah Diri dalam Jiwa Tenang.. menemukan Jati Diri Manusia untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

  30. Lambang says:

    Mosok Alexa saya naik terus Kang, padahal udah nyampah dimana-mana… padahal KangBoed udah nyepam di sini… tapi teteup aja ngga puguh… kumaha kieu…
    PR-nya juga masih nol, padahal 2 minggu yang lalu udah 2. Ugh… ugh… binun, aku binun…

    Alexa per 26Aug09: 357.265
    Alexa per 27Aug09: 358.284

  31. Subhanallah….
    Artikel yg sangat mencerahkan sekali. Sungguh2 sangat mencerahkan sekali bagi sy pribadi yg masih dalam tahap perjalanan. Semoga sdr2 yg lainpun demikian adanya. Trimakasih mas lambang sudah berbagi ilmu.
    salam Hormat dan salam Taklim mas lambang.

    • KangBoed says:

      Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk mas PJ terchayaaaaaank
      I Love U fulllllllllllllllllllllllllllllll

  32. Lambang says:

    Alhamdulillah… mudah-mudahan artikel ini bisa menambah wawasan saya dan pembaca lainnya…
    Salam Hormat dan salam Taklim mas PJ.

  33. lor Muria says:

    Subhanallah subhanallah subhanallah…
    pembahasan yang mencerahkan sekali….ilmu Allah memang maha luas..
    jadinya ya ikutan komeng ya mas lambang?

    === sebenarnya ini bagiannya mas PJ yang lebih mumpuni untuk menjelaskan====
    menjawab pertanyaan mas @Refa..dan yang lain
    KONON katanya…
    Pemahaman seseorang itu tergantung dari tingkat/maqom ilmu yang dia miliki saat ini, baik ilmu yang diperoleh dari KATANYA Buku, artikel,kitab, termasuk Alqur’an sendiri dan ilmu yang diperoleh langsung dari alam yang sejatinya dari ALLAH langsung. dan itu terdiri dari tiga dimensi yaitu zahir, batin, serta zahir+batin.
    Jadi tergantung posisi kita dimana sekarang berada???

    1. Dilihat dari sisi lahir Lailatur qodar memang seperti penjelasan diatas, baik secara ilmu dan kondisinya. dan malam Qodar itu sebenarnya masanya adalah setiap saat setiap 0 detik tetaplah ada, karena ALLAH itu Maha Sibuk dalam mengurusi PenciptaanNYA. Contoh lagi yang bisa jadi bahan renungan adalah Suara Muadzin itu setiap 0 detik tetap berkumandang dipermukaan bumi seiring bergeraknya bumi siang dan malam.
    2. Lailatur qodar itu berlaku umum untuk setiap manusia bahkan semua penciptaanNYA termasuk tumbuh2an dan hewan. hanya bedanya berlapis2 sesuai tingkatan ilmunya.dan YANG PASTI sesuai dengan yang DikehendakiNYA.
    Hampir semua anugrah lailatul Qodar itu didapat lewat laku amalan khusus,tergantung mau mendapatkan anugrah ilmu Alam=ilmu lahir (ilmu selain TAUHID seperti sains, matematika, kedokteran, budi pekerti dll)atau ilmu batin=Tauhid( termasuk Qudrat Iradat Allah,keimanan, Hakikat dll).
    Untuk mendapat anugrah sains Einstein butuh laku lahir belajar dan merenung(=meditasi), hampir semua Ilmuan penemu Rahasia alam melalui tahapan itu (belajar dan merenung=meditasi).
    Untuk mendapatkan anugrah ilmu keTAUHID-an sama saja yaitu lewat amalan batin dan merenung (=meditazi/zikir/DIAM).
    Disamping kedua diatas ada juga yang didapat karena “paksaan” dari TUHAN (ditakdirkan) untuk mendapatkan itu baik anugrah batin atau zahir atau zahir+batin.
    Dan semua itu sudah ada tertulis di “Lauh Mahfud”.

    Badan kita sebenarnya materinya sama dengan alam yaitu terdiri dari ion2 + – netral DNA dll. dan semua bergerak seperti gelombang radiasi dan frekuensi mengikuti gerakan Alam, dan Alam ini mengikuti gerakan SANG PENGGERAK Yang MAHA GERAK yaitu ZAT yang bernama ALLAH yang Zahir dan Batin.
    Jadi wajar saja kalau dilihat dari ilmiah setiap gerakan Alam bersesuaian (ada hubungannya) antara yang Batin dan Zahir….seperti uraian artikel diatas…

    KESIMPULANNYA:
    Sebenarnya kita hanya disuruh membuktikan saja kebenaran ALLAH lewat PenciptaanNYA…yang selanjutnya kita disuruh untuk INGAT…bahwa dalam setiap GERAK dan DIAM kita adalah GERAK dan DIAM-NYA ALLAH…..dan mau KEMBALI kepada ALLAH sehingga menjadi Khalifah dibumi yang Rahmatan lil Aalamin bukan yang merusak…
    dan yang BUKAN SEKEDAR UCAPAN BELAKA…

    Konon……….

    Salam Taklim dan Persahabatan…
    Salam damai dan sejahtera dalam Lindungan ALLAH
    Rahayu🙂

  34. Lambang says:

    Terima kasih… mantab sekali penjelasannya mas Lor Muria. Gerak dan diam kita adalah gerak dan diamnya Allah. Bahkan dalam kondisi puncak manunggaling, Kun Fayakun pun bisa terjadi. Konon… (hehehe… lha koq konon…, duh, piye iki…)

    Salam Taklim dan Salam Persahabatan.

  35. lor MURIA says:

    konon…. hehehe….
    Lha wong saya ini cuma menyampaikan apa yang ada. ya…ya..ya..tinggal ngetik aja di keyboard….
    I lope yu puuuuuuuuull🙂

    ======================
    Lambang:
    Kang, mau dibuatin blog enda? Atau udah punya tapi diumpetin?
    Kalau ada blognya, saya khan bisa belajar semua yang konon-konon ituh…
    Nanti saya ikutan komen yang konon-konon juga… hehehe…
    Ai lap yu tu…😆😆😆

    ======================

  36. lor MURIA says:

    Inna anzal nahu fii lailatil qodr….dst.
    Konon……..
    waktu turunnya wahyu Alqur’an disertai barisan Malaikat dan Ruh….yang jadi pertanyaan siapa yang dimaksud dengan ruh tsb???
    konon…..menurut para Arifbillah arti ruh dalam ayat tsb adalah ruh-ruh yang suci, Ruh-ruh para Nabi dan Rasul, Auliya Syuhada dan orang2 Shalih yang bersaf-saf menyambut datangnya wahyu tsbt. Bahkan Alampun ikut menyambutnya dengan DIAM dan Gejolaknya yang sekarang bisa dideteksi sebagai gelombang frekuensi dan radiasi, ataupun aura dll.
    Ingat ketika Muhammad SAW mi’raj disana telah disambut oleh ruh2 suci para Nabi dan malaikat yang bersaf-saf.
    Dan tidak hanya dibulan Ramadhan saja tetapi disetiap bulan dan tiap masa sesuai kehendakNYA lailatul qodar akan turun. Hanya saja turunnya Alqur’an yang paling istimewa.
    konon….ketika malam lailatul qodar datang suasana sepi sekali, hewan2 malam berhenti bersuara, angin berhenti berhembus, sunyi, tetapi aura Gaibnya tinggi. bahkan sedikit sekali orang2 yang terjaga dari tidurnya….maka hanya sedikit saja yang memperoleh barokah lailatul qodar tsbt.

    Alqur’an itu diturunkan dgn bahasa arab agar lebih bisa difahami oleh penerimanya…..
    Ya karena memang yang diutus Muhammad bin Abdullah asli orang Arab, kalau Taurat dgn bahasa Ibrani, dll sesuai letak utusan itu diperintah menyampaikan…..
    Konon utusan/ nabi itu ada disetiap generasi dan lokasi untuk mengajak kembali ke TAUHID dari segolongan kaum yang telah menyimpang.
    Coba bayangkan ketika zaman Musa/Isa yang komunikasinya terbatas. apa yang terjadi diujung China, indonesia/jawa, atau afrika selatan. ketika ada bayi lahir yang zamannya jahiliyah ditempat tersebut apakah tidak ada seorang utusan yang mengajak kembali ke jalan Tauhid? kalau tidak ada dimana keadilan Allah untuk hambanya yang ingin selamat.?.
    Jadi konon…..nabi itu jumlahnya banyak tidak hanya 25, semua itu ditutup oleh Muhammad khatimul anbiya walmursalin.
    setelah Muhammad, lailatul qodar masih tetap ada sampai akhir masa, yang diterima para Arifbillah, para manunggaling kawulo gusti, para orang2 yang ruhnya telah disucikan Allah. Hanya saja isinya bukan suatu Risalah baru tetapi suatu penjelasan dan pembenaran dari khatimul Risalah yaitu Islam dengan Alqur’annya.

    maaf mas lambang jadi ngelantur. ya ya ya memang saya sekedar mengetik aja…
    hehehe….
    salam taklim
    Rahayu🙂

    ======================
    Lambang:
    Terima kasih atas tambahannya Mas.
    Salam Persahabatan.🙂

    ======================

  37. lor MURIA says:

    hehehe.. makasih tawaran blognya mas….
    karena saya itu nggak mesti normal, ya dengan segala hormat dan terima kasih, saya enakkan seperti ini apa adanya….
    nanti kalau memang ada perintah, mas lambang yang saya tagih hahahaha….(dasar wong gembleng).
    Salam Paseduluran mas
    Salam Cinta kasih dalam Rahmat dan BarokahNYA untuk semua Bloger2 dan komentatornya
    Rahayu🙂 🙂 🙂

    ======================
    Lambang:
    Yayaya… nunggu perintah turun dulu…🙂
    ======================

  38. Ngabehi says:

    lailatul qodar, di bahasakan bahwa siapa yang bisa meraihnya ibarat mendapatkan kebaikan seribu bulan.Sebetulnya setiap orang yang meningkatkan ketaqwaannya pasti mendapatkannya, cuma banyak yang tiada merasa, karena lailaatul qodar sendiri levelnya bertingkat2 banyak sekali. Konon seseorang yang bisa meraih kesempurnaan lailatul qodar adalah seseorang yang mencapai manunggaling kawula gusti (penyaksian). yaitu bertemu dengan Gusti Allah, mung jarene lho…
    trimakasih mas Lambang, artikelnya bagus2 sekali, oya sakit kepalanya sudah sembuh belum ya?

    ======================
    Lambang:
    Mas Ngabehi, terima kasih atas kunjungannya.
    Maaf tadi ketangkep satpam ya…. ngga tahu kenapa satpamnya jadi galak…

    Untuk saya, lailatul qadar itu enaknya buat ayem-ayeman saja mas. Untuk menimbulkan motivasi dan biar hidup ini ada warnanya. Sampai sekarang saya juga ngga tahu hasil akhir apa yang diperoleh orang-orang setelah merasakan lailatul qadar. Apalagi kalau belum pernah merasakan.

    Soal sakit kepala itu, sebetulnya masih ngga ada perubahan.
    Tapi saya mencoba untuk menikmati saja sakitnya itu. Ya akhirnya kadang terasa kadang hilang.
    Ada temen yang bilang katanya kalau mau sembuh disuruh kawin lagi. Edyan…. emangnya kambing gampang ituh…
    Akhirnya saya ngikutin saran temen yang lain, kalau mau sembuh obatnya gampang, ndablek aja.
    Hehe… ternyata ndablek itu obat yang mujarab. Kalau ngga ndablek malah jadi nelongso kelunto-lunto keronto-ronto…
    Salam Persahabatan.

    ======================

  39. mansyur says:

    Assalamu Alaikum Sangat ilmiah, itulah yang saya ucapkan ketika membaca pertama kali,jadi berminat jadiin bahan ceramah, izin ya akhi (saudaraku) untuk copy dan bagikan kepada ummat Islam,begitu juga artikel2 lainnya, semoga berkah dan PASTI BERKAH, karena kata rasulullah: “barang siapa yang memulai kebaikan dan diikuti oleh banyak orang, maka pahala baginya dan orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala orang yang mengikutinya,Masya Allah, Pahalanya mas.Syukron.Wassalam

    ======================
    Lambang:
    Salam kenal mas Mansyur.
    Silahkan di-copy dan disebarluaskan, tentunya dengan tidak melupakan jasa Bapak Rajendra Kartawiria, Quranic Quotient Centre, yang membuat artikel ini dan sejak Sep 08 tidak pernah lagi saya temui karya baru-nya di internet.

    Salam Persahabatan.🙂
    ======================

  40. Kang Zen says:

    wah Mantap… tulisan ini meLAMBANGkan pencarian jati diri yang serius tapi tetap damai dari pemostingnya..

    Salam Malam berKualitas

    ======================
    Lambang:
    Betul mas.
    Kebenaran itu terkadang nisbi.
    Kebenaran yang pernah kita pegang erat beberapa tahun yang lalu, ternyata menjadi termentahkan kembali oleh pemahaman baru yang dianggap lebih benar.

    ======================

  41. batjoe says:

    tadi saya jalan dan ngobrak ngabrik nih blok ternyata ada artikel yang yahud juga disini dan ini salah satunya…

    ah….. luar biasa mas lambang. mohon ijin untuk di copy ya biar buat perenungan setiap hati tidak menentu dan terima kasih atas ijinya..
    (hei.. siapa yang ngasih ijin wong yang punya blog aja blum jawab hehehehehehehehe)

    ======================
    Lambang:
    Silahkan dibaca atau di-copy mas.
    Ini bukan buatan saya, tapi saya sudah buat link ke penulis aslinya, jadi ngga melanggar etika penulisan.
    Padahal artikel lainnya juga ngga kalah berbobotnya. *halah*

    ======================

  42. riana says:

    kok artikelnya pada kayak sama semua pada yang lain, copy paste doang y? klo co-pas, mestinya sebutin dong referensi/sumbernya jangan main ambil aj itu plagiat namanya

  43. Ervan says:

    Abis mbaca jadi binun. Jadi, kalo ada badai matahari, efek untuk mahluk yg ada di sisi berlawanan (malam) adalah bagus ato jelek? Mengingat ada ambang tertentu (1000 MeV) yang malah menjadi buruk efeknya bagi manusia?

    • Lambang says:

      Suka atau tidak suka, radiasi dari badai matahari akan selalu menghampiri kita. Nah, menurut artikel pak Rajendra ini, malam Ramadhan pas berada pada siklus dengan besaran radiasi yang nyaman untuk otak kita. Mengenai apakah konstanta 1000 itu dihubung-hubungkan agar terkesan sinkron, saya belum berminat untuk mengetahui lebih lanjut.🙂
      Yang pasti, sepertiga malam itu adalah waktu yang terbaik bagi saya untuk meditasi atau tafakur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: