Ego – Jiwa – Jati Diri

lotus.jpgSeorang anak dilahirkan. Dia dilahirkan tanpa pengetahuan, tanpa kesadaran terhadap dirinya sendiri. Hal pertama yang dia sadari bukanlah dirinya sendiri, tetapi hal lain. Ini wajar, karena mata terbuka ke arah luar, tangan menyentuh orang lain, telinga mendengarkan orang lain, lidah merasakan makanan dari luar dan hidung mencium aroma dari luar. Semua indra terbuka ke arah luar.

Artikel selengkapnya ada di sini:
Ego – Jiwa – Jati Diri

27 Responses to Ego – Jiwa – Jati Diri

  1. Lambang says:

    Zzzzz… Zzzz….

  2. sikapsamin says:

    Ngkrrr…ngkrrr…ngkrrr…

  3. Robinson Agus Sihotang says:

    Kepanjangan posting nya mas …
    akhirnya mas kelelahan dan ketiduran .

    Cumsn ada yg membuat saya ingin seperti dokter yg memeluk cewek cantik itu lho mas… , saya ingin menghilangkan keresahan ini dgn memeluk cewek yg manis pas lagi termenung di suatu tempat yg menjemukan. Hehehe

    Salam damai

  4. Lambang says:

    Iya ya…
    Saya juga kaget waktu scroll, lha koq panjang banget.
    Pantesan nerjemahinnya sampe berjam-jam.
    Lain kali cari yang simple-simple aja deh.

    Salam Damai.

  5. batjoe says:

    tanks mas lambang…
    saya sudah coba nasehatnya dan emang enak walaupun masih nyangkut-nyangkut masa lalu.
    semuanya bisa atau tidaknya adalah kembali ke diri sendiri..

    salam hangat mas lambang dan terima kasih atas bantuan emailnya dan jangan jenuh ya….

    mana siwayang orang kok belum muncul juga….

    ======================
    :: Sip mas, silahkan kapan saja email ke saya.
    Tadi saya beri komen tentang tutorial untuk link ke nickname dan potong artikel.
    Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan…

    Wayang orangnya lagi dicuci dulu, dah lama ngga dicuci…🙂
    ======================

  6. batjoe says:

    ndak apa-apa panjang2 yang penting intinya bisa dipahami….
    salam lagi deh belum puas karena 2 hari saya tunggu balesannya hehehehe

  7. Oleng says:

    ikut menyimak kang… dan copy… neng kok panjang banget ya… hehehe

    ======================
    :: Hehe.. yang nulis aja kaget, kepanjangan… apalagi yang mbaca..🙂
    ======================

    • Oleng says:

      Mangkanya Kang karena tulisanya puanjang dan duuooowwwoooo… walah apa ya bedanya panjang dan duowo…?🙂 saya ijin Copy lha setelah itu yaa… ikut-ikut zzzzz zzzzz zzzzz… terus krrr krrr krrr kaya kang Lambang dan Kang SS🙂

      ======================
      :: Silahkan di-copy mas. Pengopy yang ke-1000 dapet hadiah Blackberry Bold aqua 5 gelas.😉
      ======================

  8. sikapsamin says:

    Ada apa @Mas Oleng,

    Lagi enak-enak ndengkur.., kok dibangunin
    Ya..itulah, habis lihat pertarungan Buaya-Cicak-Godzila diTV, mampir kesini baca artikel yang sebenarnya mencerahkan…tapi ddduuuooowwwooo…capek ketiduran

    Artikel bagus, tapi nulisnya pakai ajian Dewo-Rengkak…ya gitu jadinya

    hi..hi..hi..mlayu dhisik sebelum dibalang sendal…

    Salam…Dewo-Rengkak

    ======================
    :: Mestinya pertandingan Buaya lawan Kadal. Yang Kadal dibuayain, yang Buaya dikadalin.😉
    ======================

  9. Oleng says:

    hehehe… wah kalo yang pertandingan itu saya nggak ngikutin… cuman sempat lihat sebentar habis itu balik ke Monitor… Nggak mudeng soale…
    ya saya malah pilih menthelengi Monitor sambil mbaca-mbaca postingan saudara-saudara tercinta wualah malah sok romantis barang… yah itung-itung menambah wawasan gitu dan kalo komeng belum ada ide… hihihi…
    ehh sudah malam malah nemu postingan bagus dari Kang Lambang mau di komenin bulanya puanjang banget… lah belum sempat mahami udah ngantuk jadinya ngruel sambil…

    zzzz ngKrrr… zzzz ngKrrr… zzzz ngKrrr… zzzz ngKrrr…

    perpaduan Ilmu Ngorok gaya Kang Lambang dan Kang SS… hehehe

    Iki mengko aku di balang sandal karo kang Lambang Lan Kang SS ora yaa… he..he..he..

    Salam…
    zzzz ngKrrr, zzzz ngKrrr, zzzz ngKrrr…

    ======================
    :: Sopo tah sing romantis?🙄
    ======================

  10. Oleng says:

    Sing romantis sapa ya…? malah genti takon… he..he..he..

    ======================
    :: Embuh sapa… Saya juga asal nanya aja koq…🙂
    ======================

  11. Wuih, menarik!
    Tapi panjang amat, Brat!

    Sekilas, intinya adalah pd Master itu,
    Seolah kita itu kudu kuat diludahin,
    Jika mau tuker ego menjadi superego.

    Salam Sakitu Heula!

    ======================
    :: Emang kepanjangan itu…. Maklumlah lagi semangat belajar bahasa Inggris dengan nerjemahin artikel. Akhirnya sampai lupa waktu.

    Intinya hanya ada tiga: (*ikutan tertiga kitu*)
    1. Ego itu hasil bentukan masyarakat
    2. Moralitas itu sangat tergantung lingkungan dan situasi
    3. Ego baru hilang kalau kita amati dan rasakan dengan seksama

    Eheh! Salam Tertiga!
    ======================

  12. G3mbel says:

    mas Lambang saya mohon izin ikut nimbrung, semoga mas berkenan 🙂
    .
    .

    Ego adalah sebuah kumpulan fenomena, hasil dari hidup bersama orang lain.

    .
    justru ego itu adalah orang lain sebagai hasil interaksi diri dengan alam ( termasuk orang lain di luar daripada diri ) yang nantinya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari diri.
    .

    Masyarakat berkaitan dengan dirinya sendiri, dan memang demikian seharusnya

    .
    ya betul , masyarakat adalah kumpulan fenomena yang sangat komplek yang menjadi resevoir ego individu, dalam hal ini berlaku hukum alam : siapa yang kuat pengaruhnya maka dialah yang akan lebih dominan untuk mewarnai.
    .

    Masyarakat menciptakan ego karena ego dapat dikontrol dan dimanipulasi. Diri tidak dapat dikontrol atau dimanipulasi. Tidak pernah ada berita bahwa masyarakat dapat mengendalikan diri pribadi, itu tidak mungkin .

    .
    halah dah mulai nyerempet ke free will :mrgreen:
    .

    Jadi, Anda memiliki dua jati diri. Satu jati diri yang datang bersama eksitensi Anda terlahir di dunia ini. Dan jati diri yang lain, yang diciptakan oleh masyarakat, adalah ego.

    .
    setau saya jati diri itu hanya ada satu untuk semesta mahluk, dan itu pun terlepas dari hukum kelahiran dan kematian, adapun sifat yang melekat ketika diri dilahirkan adalah kodrat alam atau lebih di kenal dengan sebutan fitrah ( fitrah tidak sama dengan jati diri ) , seiring dengan berjalannya waktu sebagai akibat interaksi dengan alam, fitrah ini berubah menjadi persona ( topeng ) yang menyelimuti jati diri. dan ego itu nama lain dari persona .
    .

    Melalui ego, masyarakat mengendalikan Anda.

    .
    justru sebaliknya jika ego kita kuat maka kitalah yang mampu mengendalikan masyarakat. jadi sebetulnya masyarakat itu lebih cenderung memihak ego yang paling dominan. meskipun secara kuantitas perbandingannya sangat mencolok misal 1 berbanding 1 juta. nah jika yang satu itu lebih dominan dari yang satu 1 juta, tetep yang 1 bisa mengontrol masyarakat bahkan bisa menjadi titik acuan dari moralitas.
    .

    Cobalah untuk mengerti sedalam mungkin, karena ego ini harus dibuang

    .
    sebenarnya ego itu tidak perlu di buang. dia cukup untuk di kenali , di taklukan, dikuasai serta di awasi. ego itu sebatas identitas supaya kita bisa mewujud di tengah-tengah masyarakat.

    .

    * siapa yang membuat saya sengsara ..? , jawab : orang lain
    .
    * siapa penyebab kemarahan saya… ? , jawab : orang lain
    .
    * siapa penyebab penderitaan saya… ? , jawab : orang lain

    .

    diri sendiri ( jati diri ) itu hanya diam menjadi saksi sebab dia sudah terbebas dari hukum aksi dan reaksi termasuk di dalamnya yaitu kesengsaraan, kemarahan dan penderitaan. jadi yang harus bertanggung janab itu ya si ego itu ( orang lain ) . dan segala ilusi dan penderitaan itu segera berakhir ketika kesadaran berpindah dari ego ke jati diri. :mrgreen:

  13. Lambang says:

    Makasih mas G3mbel atas komennya.
    Kita diskusi dikit yah….

    justru ego itu adalah orang lain sebagai hasil interaksi diri….

    Oh, jadi ego itu orang lain dan kata benda ya.🙄

    siapa yang kuat pengaruhnya maka dialah yang akan lebih dominan untuk mewarnai.

    Setuju mas, kuat dalam kekuasaan dan materi.

    halah dah mulai nyerempet ke free will..

    Maksute enda kesitu. Kalau free will kan hubungan manusia dengan Tuhan. Kalau ini hanya statement bahwa masyarakat tidak bisa mengontrol diri seseorang. Orang mau pakai mobil Jaguar atau naik angkot, itu murni dari tuntutan ego, bukan tuntutan masyarakat.

    … adapun sifat yang melekat ketika diri dilahirkan adalah kodrat alam atau lebih di kenal dengan sebutan fitrah (fitrah tidak sama dengan jati diri), seiring dengan berjalannya waktu sebagai akibat interaksi dengan alam, fitrah ini berubah menjadi persona (topeng) yang menyelimuti jati diri. dan ego itu nama lain dari persona.

    Saya masih setuju dengan pendapat yang mengatakan bahwa dalam diri manusia ada dua sisi wajah. Sisi baik dan buruk. Sisi putih dan hitam. Sisi jati diri dan ego. Kalau manusia dari kecil tinggal di hutan, terpisah dari masyarakat, maka ego tidak akan bangkit, karena tidak ada feeback berupa pujian dari dari masyarakat. Sisi gelapnya sedikit sekali.

    justru sebaliknya jika ego kita kuat maka kitalah yang mampu mengendalikan masyarakat. jadi sebetulnya masyarakat itu lebih cenderung memihak ego yang paling dominan. meskipun secara kuantitas perbandingannya sangat mencolok misal 1 berbanding 1 juta. nah jika yang satu itu lebih dominan dari yang satu 1 juta, tetep yang 1 bisa mengontrol masyarakat bahkan bisa menjadi titik acuan dari moralitas

    Keknya ketuker-tuker antara ego dan prinsip (pendirian) ya mas. Kalau prinsip (pendirian) kita kuat, maka kitalah yang mampu mengendalikan masyarakat. Tentunya harus dengan bantuan kekuasaan dan materi itu.

    sebenarnya ego itu tidak perlu dibuang. dia cukup untuk dikenali, ditaklukan, dikuasai serta diawasi. ego itu sebatas identitas supaya kita bisa mewujud di tengah-tengah masyarakat.

    Saya baru ngeh ternyata ada kalimat “Cobalah untuk mengerti sedalam mungkin, karena ego ini harus dibuang”. Keknya saya salah nerjemahin. Padahal maksute disitu ya sama dengan pendapat mas, cukup diamati dan dikontrol.

    * siapa yang membuat saya sengsara?, jawab: orang lain
    * siapa penyebab kemarahan saya?, jawab: orang lain
    * siapa penyebab penderitaan saya?, jawab: orang lain

    Memang kalau dilihat pada penyebab yang terkait langsung, sumbernya dari orang lain. Misalnya saya meleng, lalu ketabrak metromini. Tapi kalau dilihat sisi introspeksi, kenapa ya saya bisa meleng? Apalagi kalau dihubungkan dengan spiritual, kenapa ya saya bisa mendapat musibah ini? Apakah karena nasib jelek? Kurang amal? Hukuman? Peringatan? Kurang meditasi? Kembalinya ya ke introspeksi lagi.
    Kalau dilihat dari sisi kejiwaan, yang membuat sengsara, marah atau menderita adalah pikiran kita sendiri. Coba kalau habis ketabrak metromini terus bersyukur dan santai-santai aja (misalnya, “untung cuma lecet-lecet doang”)… pasti semua akan terasa asik-asik aja. Ngga tahu apa yang ada di pikiran kalau ternyata kedua kakinya putus. Yang jelas sih pasti akah marah besar kepada Tuhan.

    … jadi yang harus bertanggung jawab itu ya si ego itu (orang lain)

    Sama dengan jawaban saya di atas tentang ego = orang lain itu.:mrgreen:

  14. sisableng says:

    Pengopy yang ke-1000 dapet hadiah Blackberry Bold aqua 5 gelas.
    tak copy ah… sapa tau dapet hadiah.
    Wakakakakaks!

  15. Lambang said:
    Seorang anak dilahirkan. Dia dilahirkan tanpa pengetahuan, tanpa kesadaran terhadap dirinya sendiri. Hal pertama yang dia sadari bukanlah dirinya sendiri, tetapi hal lain. Ini wajar, karena mata terbuka ke arah luar, tangan menyentuh orang lain, telinga mendengarkan orang lain, lidah merasakan makanan dari luar dan hidung mencium aroma dari luar. Semua indra terbuka ke arah luar.

    Itulah yang diartikan kelahiran. Kelahiran berarti datang ke dunia ini, ke dunia luar. Ketika anak itu membuka matanya, dia melihat orang lain. Pertama kali ia akan menyadari keberadaan Ibunya. Kemudian, dari hari ke hari, dia menjadi sadar akan tubuhnya sendiri. Itu juga sesuatu yang lain, yang juga menjadi milik dunia. Dia menjadi lapar dan dia merasakan tubuhnya; Saat kebutuhannya terpenuhi, dia melupakan tubuh.

    Ini adalah bagaimana seorang anak tumbuh. Pertama, dia menjadi sadar berada di antara orang-orang, dan dengan manjadikan mereka sebagai pembanding, kemudian dia menjadi sadar akan dirinya sendiri. Kesadaran ini adalah kesadaran cerminan. Dia tidak mengetahui siapa dirinya. Dia hanya menyadari ibunya dan apa yang dia pikirkan tentang dirinya. Jika Ibunya tersenyum, jika dia membuai anak, jika dia mengatakan, “anak yang manis,” jika dia memeluk dan mencium, anak akan merasa nyaman dengan dirinya sendiri.

    MK says:
    Ini rekaan ku saat ini.
    Di sesaat setelah anak lahir ke dunia nyata, yg pertama dia lakukan adalah berkejut, lalu menangis. Kedua kerja ini dia lakukan berulang-ulang seolah tak rela dia keluar dari rahim Ibunya. Kehangatan telah berubah menjadi kedinginan, dendang rutin dua degup jantung berubah menjadi riuh-rendah rantang jatuh. Semua orang pada tertawa dan ribut bahagia menyambut kehadirannya. Semua menjawilnya sambil senyum menunjukkan gigi dan taringnya, semua pada berceloteh memiripkan wajahnya dgn seseorang. Dia berulang ulang terkejut, tubuh meregang-regang bertumbuh. Dia beulang-ulang menangis, jiwa dimuati dgn berbagai masukan dunia ego. Bahkan dikala tidur lelap pun dia sering berkejut. Dia masih ingin salto seperti biasanya dan ternya ta tak bisa lagi. Efek gravitasi menghilangkan gaya apungnya, s ekujur tubuh dikekepin lampin hingga tak mungkin bisa salto lagi seperti berasa di luar angkasa; Terkejut lah! Sedih emang, dia sudah harus mulai ikut aturan-aturan main dunia ini yg kurasa tak dikehendakinya. Dia masih menginginkan kebebasan dgn kehangatan seperti sedia kala ketika di dalam kandungan Ibunya.

    Kini ia merasa lapar, lalu nangis spontan memberi sinyal. Walau mata masih rabun, insting primitifnya sudah bekerja. Setiap apa yg menempel dipipinya dia hardik dgn menolehkan mulutnya yg mungil itu kearah yg berasa ada sesuatu. Karet dot yg ada, karet dot yg disedot. Kelingking kita yg ada, kelingkingpun di saut. Bila putting yg ada, alhamdulilah lah, rasanya. Dia mulai berjuang untuk mempertahankan hidup secara naluri. Orang tuanya memperjuangkan kehidupan itu tentunya. Orang tua mengupayakan kemudahan-kemudahan baginya, mempertahankan agar tetap hangat, melindunginya dari segala gangguan yg dapat muncul, memberi makan tepat waktu.

    Di saat dia kenyang di situ lah dia ngantuk, di situ dia merasa nikmat, di situ dia melupakan tubuhnya, dan di situ lah dia tersenyum, di situ berasa damai, bahwa ternyata dia tidak lepas begitu saja ke dunia ini, tetapi ada yg menjamin kenyamanannya, yaitu si Ibu yg penuh cinta, yg ternyata tidak jauh-jauh amat darinya, yg mencintai dirinya sepenuhnya, Dia masih mengenal dendang degup jantung Ibunya, bahkan dia mulali belajar mendengarkan lagu-lagu merdu yg tidak monoton spt degup itu. Dia mulai bisa senyum dan kadang kala tertawa lepas sendirian. Mungkin dia merasa lucu atau merasa bodoh membayangkan tingkahnya tadi, atau mungkin dia sedang bertemu dengan jati dirinya yang dulu, yaitu diri yang sesungguhnya.
    Entah lah!

    Itu masih mungkin dan mungkin saja,
    Bahwa Si Senyum itu lah FITRAH kita,
    Bukan Si Sedih atau Si Kejut, tapi Si Senyum itu.

    Ini rekaanku thp tiga kecurigaan
    Yang ada pd bayiku di sini:
    http://tertiga.wordpress.com/2009/02/17/bayi-mimpi-apa/
    Semoga bisa kulanjut nanti,
    Bagaimana perjuangannya menumbuhkan superegonya,
    Jati-dirinya itu atau kusebut saja rohaninya.

    Salam Damai Brat!

  16. Lambang says:

    Wah! Bagus sekali penjabarannya brat Mike!
    Coba buat artikel yang model gini, bukan model pantun yang bikin orang puyeng karena keterbatasan panjang kalimat.
    Salute! Salam!

  17. G3mbel says:

    @ Lambang

    setuju mas , kuat dalam kekuasaan dan materi

    .
    sebenarnya kekuatan itu hanya tercermin pada ‘kekuasaan’ , adapun kaitannya dengan materi, itu sebatas penunjang yang tidak begitu penting.
    .
    kekuatan yang bersandar pada materi adalah kekuasaan yang bertumpu pada pijakan yang sangat rapuh, dengan satu sentuhan saja bisa ambruk. Justru ketika rasa kepemilikan materi itu dilepas kekuatannya akan semakin besar dan daya pengaruhnya menjadi semakin kuat .
    .
    contoh yang paling mudah adalah Sidhartha, Muhammad, atau yang paling eskrim seorang Yesus dan Nazaret yang miskin banget.
    .
    kenapa pengaruh mereka begitu kuat bahkan melampaui usia hidup mereka di bumi ?
    .
    mungkin yang mas maksud kuat kekuasaan dan materi itu ada hubungannya dengan masalah fulus/ duit ya..? :mrgreen: , kalau begitu mah beda persepsi atuh. 
    .
    Setau saya Nelson Mandela atau Mahatma Gandhi tuh bukan orang yang hidup bergelimang dengan harta, akan tetapi mengapa kekuasaan/ pengaruhnya sangat kuat di masyarakat?🙄
    .
    Setau saya orang kekuasaannya (
    kekuasaan semu ) bertumpu pada duit biasanya akan hancur sebelum ajalnya tiba. untuk contoh kongkritnya, tidak perlu lah saya sebutkan disini.
    .
    .

    kalau ini statement bahwa masyarakat tidak bisa mengontrol diri seseorang.

    .
    jangankan masyarakat mas, tuhan yang sejatinya tuhan saja tidak bisa mengontrol diri sejati manusia apalagi cuma masyarakat.:mrgreen: .
    .
    makanya bisa dikatakan masalah free will itu adalah pokok yang paling sentral terkait dengan masalah teologi , filsafat dan spiritualitas.
    .

    kalau manusia sejak dari kecil tinggal hutan, terpisah dari masyarakat , maka ego tidak akan bangkit, karena tidak ada pujian samasekali

    .
    bukannya pada awalnya manusia itu tinggal di utan mas, makanya ada yang namanya orang utan. :mrgreen:
    .
    setau saya feedback bagi ego itu sangat berlimpah sekali, tidak sebatas apa yang datang dari masyarakat dan tidak selalu berupa pujian, makanya saya menyebut kata alam bagi apa2 yang ada di luar diri. untuk lebih menyegarkan memori ada baiknya kita telaah konsep id, ego, dan super ego biar semuanya tampak jelas.
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    sebetulnya masih banyak hal yang ingin saya kritisi dari tulisan di atas, tapi ini kan dalam rangka sharing dan diskusi ya mas…? , jadi lebih baik sedikit2 aja dulu. alon waton kelakon supaya diperoleh hasil optimal.
    .
    segitu dulu aja komen balasannya ntar di sambung lagi.

    .

  18. S™J says:

    mantap nih buat referensi tulisan saya…😎
    btw, osho itu tapi senengnya kemana2 naek mobil mewah…:mrgreen:

  19. […] sebenarnya bukan tangan, kepala, kaki, mulut, maupun organ-organ tubuh yang menjadi milik si ‘Aku‘. Tubuh manusia sejatinya sudah menyembah, dalam arti tunduk kepada hukum alam ciptaan Tuhan […]

  20. Lambang says:

    Tentang “pengaruh” itu, setuju mas.
    Ada dua jenis pengaruh. Yang pertama adalah pengaruh yang bisa kita terima karena sepaham. Contohnya para Nabi, Gandhi dan Mandela itu. Yang kedua adalah pengaruh yang dipaksakan agar diikuti manusia. Contohnya pengaruh Amerika kepada berbagai negara bonekanya. Itu bisa terjadi karena mereka memiliki kemampuan dana, teknologi dan militer yang luar biasa. Mereka bisa memaksakan kebijakannya pada dunia. Mungkin saja pijakan semacam ini cukup rapuh, tapi rasanya belum akan ambruk dalam waktu dekat ini.

    Konsep id, ego dan super-ego dari Sigmund Freud itu memang saat ini sering tercampur aduk dengan istilah selfishness dan egotism (ingin dihargai, dipuji, diakui, ingin menang sendiri). Semua pengertian ego yang ada di artikel bisa saya artikan sebagai selfishness dan egotism. Mungkin maksud penulisnya memang seperti itu. Bukan seperti yang dimaksud oleh Freud.

    Ok mas, silahkan dilanjut…

  21. G3mbel says:

    yang kedua pengaruh yang dipaksakan agar diikuti manusia

    .

    power is power we can’t says : power is corrupt, but we can only says power is tend to corrupt
    .
    kekuasaan tetaplah kekuasaan, yang menjadikan kekuasaan itu berakibat baik atau buruk bukan terletak pada kekuasaan itu sendiri tapi terletak pada ‘siapa…?’ kekuasaan itu berada.
    .
    suatu ketika Kong Hu Chu ( Confucius ) di undang oleh seorang raja, untuk dimintai nasehat bijaknya.
    .
    .
    Raja : Pak tua tolong beritahu aku satu nasehat yang bisa membuat negeriku makmur.
    .
    Kong Hu Chu : Apabila seorang raja adil dan bijaksana maka rakyatnya akan makmur sejahtera, namun jika rajanya jahat maka rakyatnya akan hancur dan melarat.
    .
    mendengar nasehat Kong Hu Chu raja itu marah lantas mengusir Kong Hu Chu secara tidak hormat.
    .
    sebelum keluar dari pintu istana seorang penasehat raja , membisikan kalimat pendek
    .
    Penasehat Raja : Hati2 dengan lidah, banyak orang yang celaka sebab tak bisa menjaga lidahnya.
    .
    Kong Hu Chu : terima kasih atas nasehatnya.
    .
    .

    keadaan rakyat suatu negara bisa dijadikan cerminan bagi kwalitas para pemimpinnya. begitupun sebaliknya, kwalitas para pemimpinnya mencerminkan keadaan rakyat yang dipimpinnya.
    ..
    rumus sederhananya :
    .
    .
    1. rakyat bodoh + pemimpin bodoh = bencana dan malapetaka
    2. rakyat bodoh + pemimpin jenius = tirany or prosperity
    3. rakyat cerdas + pemimpin bodoh = suksesi
    4. rakyat cerdas + pemimpin adil = sinergi
    .

    kalau boleh tau negara kita Indonesia tercinta itu gambarannya ada pada nomor berapa mas…? :mrgreen:
    .

    lantas apanya yang salah dan salah siapa..?🙄
    .
    awas jangan menjawab : tidak ada apa2 dan bukan salah siapa2. karena jawaban seperti ini adalah ngeles maha tinggi :mrgreen: 😆
    .
    biar saya dulu yang ngejawab : salah saya
    .
    perubahan itu penting bahkan sangat penting jika tidak ingin hancur di lindas mesin perubahan. mau up to bottom , bottom to up, atau kedua2nya tidak ada masalah tuh, yang penting dilakukan dengan cara yang tepat.😀
    .
    .
    .
    terkait dengan kasus Amerika, saya melihat Amerika itu tidak seburuk seperti yang banyak orang tuduh.
    .
    mungkin saja seseorang itu menuduh buruk sesuatu karena si penuduh itu pada dasarnya jauh lebih buruk dari yang tertuduh. pepatah mengatakan :
    .
    seseorang yang berpenglihatan buram hanya melihat gelap meskipun berada di tempat terang. dan seorang yang berpengliatan tajam mampu melihat satu titik cahaya meskipun berada di tempat gelap gulita.
    .
    kalau saya lihat mayoritas masyarakat Amerika itu baik dan pintar walaupun ada sebagian kecil yang bersikap licik dan culas. dan sayangnya sebagian masyarakat kecil inilah yang kebetulan memegang kendali kekuasaan.
    .
    dan sepertinya yang mayoritas ini , mulai gerah dengan tingkah yang minoritas ini, tapi tetep saja tidak akan terjadi perubahan jika cukup gerah saja tanpa ditindak lanjuti dengan kehendak dan aksi.
    .
    kelicikan dan keculasan hanya bisa diredam dan dibenamkan dengan kecerdasan dan kecerdikan. jadi pintar saja gak cukup apalagi bodoh.
    .
    .
    .
    .
    .

    sekedar komentar selingan sekilas tentang kekuasaan

  22. Lambang says:

    Ada kebijakan yang bisa dianggap baik, tapi sekaligus dianggap buruk. Misalnya bumi ini sudah terlalu padat sehingga diperkirakan akan ada masa dimana muncul kesulitan pangan secara global. Amerika, sebagai negara adidaya, mau tidak mau harus mengembangkan ilmu pengetahuan untuk mencari alternatif pangan, dan juga harus mengambil inisiatif dengan memilih kebijakan mana yang harus dilakukan:

    1. Dibiarkan saja agar hukum alam bekerja, dengan resiko satu dunia akan mati semua karena perang, terrorism, kanibalism, epidemic dan lain-lain.
    2. Dua pertiga dunia dimatiin, dengan harapan dapat mempertahankan eksistensi manusia, kebutuhan pangan bagi sisanya masih tercukupi dan dunia masih terkontrol.

    Kita bisa memilihnya tergantung dari sudut pandang mana. Dari sisi kemanusiaan, pilih 1. Dari sisi politik, pilih 2. Dari sisi spiritual, bisa 1 atau 2.

    Jadi, Amerika itu dianggap baik atau buruk, tergantung apakah kita akan menjadi korban kebijakan mereka atau tidak. Sayangnya, kita tidak punya nilai tambah apapun agar tidak menjadi korban mereka. Kita masih ada di pilihan no 1 (rakyat bodoh + pemimpin bodoh).

    Break, ngopi dulu.
    Silahkan dilanjut…

  23. sikapsamin says:

    Untuk Test KECERDASAN & KECERDIKAN yang disebut mas G3mbel diatas, begini pertanyaannya:

    – Diantara 4-orang ini Bill Clinton, G.W. Bush, Geronimo, Winnetou, siapa saja yang benar2 orang Amerika?!?
    Atau…
    – Antara Anggodo dan Soekarno, mana yang benar2 orang Indonesia?!?

    Salam…CONFUSE(SIUS) mas Lambang/mas G3mbel

    ======================
    :: Penduduk asli Amerika, katanya dari suku Indian.
    Saya enda tahu yang mana keturunan Indian. Winnetou mungkin.
    Kalau Anggodo dan Soekarno, tinggal pilih mana yang matanya ngga sipit.😉

    ======================

  24. Maren Kitatau Said:
    06 November 2009 at 18:17
    Semoga bisa kulanjut nanti,
    Bagaimana perjuangannya menumbuhkan superegonya,
    Jati-dirinya itu atau kusebut saja rohaninya.

    Lambang Said:
    07 November 2009 at 11:00
    Wah! Bagus sekali penjabarannya brat Mike!
    Coba buat artikel yang model gini, bukan model pantun yang bikin orang puyeng karena keterbatasan panjang kalimat.
    Salute! Salam!

    Sorry, Bung Lambang, kalau kau masih sering bingung membaca (pantun) puitisasi pengetahuanku. Menurutku, itu adalah cara lain utk memberi tau. Itu adalah aplikasi tersederhana, bukan teori panjang lebar dan tinggi yang sering harus pake nomer-nomer keramat, ayat referensi segala. Emang beberapa bloger menyatakan tulisanku itu rada membingungkan, dan ketika kutanya bingungnya di mana, mereka pada tak tau atau diem aja; Puyeng kali, yah!

    Sebahagian lagi (mungkin terbanyak) bloger mengacungkan jempolnya di blog-ku. Emang aku belum nanya, sih, di mana nuansa dahsyatnya. Malu aku kalau-kalau mereka ditanya diem juga, atau ternyata jempol mereka itu malah bohong. Apa boleh buat, Brat! Berikut, kusisipkan lagi kalimat-kalimat pendek ku utk mengupas manusia bayi itu dan atau menunjukkan kerumitan mencari jati-diri kita ini secara enteng. Gini:

    Saat anak berkejut,
    Itu berarti, tubuh meregang bertumbuh.
    Berkejut, sehaluan dgn kejang-kejang,
    Lalu mati dan diam.

    Saat anak bersedu,
    Itu berarti, kalbu diraut-raut melentur.
    Bersedu, sehaluan dengan menangis,
    Mengadu kpd Ibu yang penuh cinta,
    Berdoa kpd Tuhan yang penuh daya.
    Sembuh dan bertumbuh!

    Maka kukatakan kemarinan, kalo kau di ludahin,
    Menangis lah mengadu dan ber do’a lah utknya,
    Hanya dgn begitu kita bisa lupa kpd ego,
    Menumbuhkan superego yang bagus tentu.

    Saat anak bersenyum,
    Itu berarti jati-diri sedang bertumbuh.
    Bernyanyilah dan berbagilah rahmat itu.
    Karna begitulah anak Tuhan …
    FITRAH kita!

    Sekali lagi, sorry Bung!
    Kupendekkan lagi kalimatku.
    Puitisasi pengetahuanku, kali.

    Salam Super!

  25. Lambang says:

    Siiplah Bung Mike!
    Enda masalah koq mau tetap pantun atau artikel.
    Cuma kalau baca pantun itu mesti pelan-pelan.
    Sedangkan saya paling males kalau pelan-pelan.
    Ngebut dan fast-reading aja.
    Kalau mumet karena kekencengan, ya udah, apes!

    Salam Pantun!

  26. Siplah Bung!
    Alon-alon asal kelakon
    Bocor alus pun nyampe, kitu.

    Salam Sakitu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: