Ketika Ilmuwan Bernyanyi

Symphony of Science adalah proyek musik dari John Boswell yang bertujuan untuk mempersembahkan sains dan filosofi dalam bentuk musik. Di websitenya, Anda dapat melihat beberapa video dan download lagu, membaca liriknya dan menemukan beberapa link yang berhubungan dengan pesan yang terkandung dalam musik tersebut.

Artikel selengkapnya ada di sini:
Ketika Ilmuwan Bernyanyi

11 Responses to Ketika Ilmuwan Bernyanyi

  1. m4stono says:

    zzzz…zzzzz….zzzzz….grrooookkk…grooookkk

  2. sikapsamin says:

    Gempa..gempa..ada gempa…

    Eehh… dudu ding, jebul Kumbokarno ngorok…
    Wooo…ngono to nyanyine Kumbokarno,
    Lagi weruh iki…aku

    (hi..hi..hi..mlayu sik, mumpung belum bangun)

    ======================
    :: 😉
    ======================

  3. G3mbel says:

    But the brain does much more than just recollect
    It inter-compares, it synthesizes, it analyzes
    it generates abstractions

    .

    ya saya setuju, rahasia alam semesta hanya bisa dibongkar oleh abtraksi pikiran.
    .
    i do beliefs in the power of mind to uncover the unverse 🙂
    .
    realitas yang ada di luar sebenarnya tersembunyi di dalam karena yang di luar adalah cerminan apa2 yang ada di dalam, seperti yang tertulis quote di atas, kita cukup mengumpulkan kembali, kemudian mengkomparasikan, mensintesa dan menganalisa data2 yang memang telah ada dalam diri manusia ( dalam hal ini di wakili oleh otak )dalam bentuk abstraksi. stimulannya adalah dengan sering2 mengamati alam yang ada di luar.
    .
    ketika melihat kedalam tergambar yang di luar ketika melihat keluar terbentang yang ada di dalam
    .
    sains dan spiritualitas adalah dua hal yang saling melengkapi . ibarat kaki kanan dan kaki kiri keduanya saling menopang satu dengan yang lainya. atau seperti pepatah klasik : sains tanpa spiritualitas itu akan pincang , sementara spiritualitas tanpa sains cenderung akan buta. dan keduanya akan menjadi sangat indah jika di bingkai dengan seni.🙂
    .
    .
    .
    artikelnya keren, apalagi tuh musiknya unik. ternyata saintis bisa jadi rapper juga ya…, salut😀

    ======================
    :: Udah beberapa hari ini browsing film-film di YouTube. Ternyata banyak sekali video yang bagus dan bermanfaat di sana🙂
    ======================

  4. Robinson Agus Sihotang says:

    @ Lambang

    Berarti Farid Harja termasuk imuwan kelas berat (kegemukan) juga ya mas …
    Dia menciptakan lagu ttg burung-burung yg bernyanyi..
    Oh burung yanyikanlah …
    Katakan padanya aku rindu…
    Oh burung dengarkanlah …

    ======================
    :: Dia keknya salah ngambil aliran musik. Coba ikut aliran hard rock atau hip-hop, pasti bakalan langsing…🙂
    ======================

  5. batjoe says:

    paling jago nih kalau ngelink
    dan terima kasih telah ngasih link di tempatnya mas tono tentang Siti Jenar… bagaimana kabarnya mas?

    ======================
    :: Lha wong kerjanya bertahun-tahun kayak gitu, gimana ngga apal.
    Oh iya, link-nya udah dibaca ya. Kalau masih minat baca yang lain, tinggal Google lagi aja dengan kata kunci “Siti Jenar”.
    Kabar saya baik-baik aja…🙂

    ======================

  6. S™J says:

    kayaknya udah saya pantau pake rss… kok gak nongol di tempat saya? sampeyan pake ngelmu bayu saketi atau apa nih?:mrgreen:

  7. Lambang says:

    Mas S™J,
    Saya pernah test pakai Google Reader hasilnya bagus mas. Enda tahu kalau RSS Reader yang lain.🙂

    *mungkin juga karena bayu saketi tadi*

  8. bennlucky7 says:

    waduh ini bisa saingan sama burung benran😀

  9. Fitri says:

    Hayo jangan sebut burung pipit. Burung pipit sudah mati.

    ======================
    :: Keknya ngga koq. Ngga akan nyebut sesuatu yang pernah menjadi trauma di masa lalu.

    ======================

  10. dBo says:

    Ketika Ilmuwan Bernyanyi,

    Ketika Ilmuwan mulai mengagumi akan temuan2 yang diperolehnya, kemudian mulai muncul rasa kesadaran betapa dirinya menjadi bagian dari keaneka-ragaman ciptaan yang tak berhingga jenisnya, namun semuanya dalam keseimbangan gerak yang harmonis…
    Seluruhnya bergerak dalam HARMONI ALAM-SEMESTA…
    Harmoni Alam-Semesta inilah yang menimbulkan Resonansi-Intuitif yang akhirnya terekspresikan dalam berbagai bentuk Gita, Kidung, Nyanyian, Tembang…..
    Sejarah yang sangat panjang membuktikan, Religiusitas/Spiritualitas dan Nada2 Gita, selalu beriringan… Perpaduan Nada2 Harmoni Alam-Semesta, akan menyelaraskan kembali semua fungsi organ tubuh termasuk otak Ilmuwan.

    Bunyi/Musik/Nada, adalah sarana komunikasi Universal (bahkan hewan2pun bernyanyi -maaf mungkin agak mengejutkan-), sejak zaman purba hingga…entah kapan.

    Sumangga kidimas Lambang dan para Kadang Sutresna semua, dipun lanjut… Apabila masih berminat dg Nada2 Alam-Semesta silahkan klik : http://erocx1.com/TerenceMcKenna.aspx

    Sumangga, Matur Nuwun
    Salam…Rahayu

    ======================
    :: Terima kasih mas atas pencerahannya.
    Link yang dicantumkan itu sangat menarik.
    Salam.🙂

    ======================

  11. Mikir jauh-jauh keluar bumi
    Ternyata sama rumitnya dgn
    Mikir deket-deket ke dalam diri
    Semua terkoneksi … Mantap!

    Salam Damai!

    ======================
    :: Siip… salam Konek!🙂
    ======================

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: