Confusius dan Muridnya

Yan Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar dan sifatnya baik. Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kain sedang dikerumunin banyak orang.  Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat.

Pembeli berteriak: “3×8 = 23, kenapa kamu bilang 24?”

Artikel selengkapnya ada di sini:
Confusius dan Muridnya

35 Responses to Confusius dan Muridnya

  1. G3mbel says:

    mengalah bukan berarti kalah, justru itulah kemenangan sesungguhnya , menang mengalahkan ego diri sendiri.😉
    .

    Bersikeras melawan istri. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.
    (Istri tidak mau menghiraukan kamu, semua harus “do it yourself”)

    .
    tapi ada satu tugas suami dimana suami tidak boleh kalah oleh istri sehingga jika ini bisa diwujudkan justru istri akan bahagia, apaan ya…? 🙄:mrgreen:

    • Lambang says:

      Betul mas Gem. Hidup ini adalah pembelajaran. Terkadang kita tersandung, tetapi itu akan menjadi pengingat agar lain kali lebih hati-hati kalau berjalan.🙂

      • batjoe says:

        sipp…
        jadikan pelajaran dalam hidup bahwa tidak semuanya indah tapi masih ada kesempatan

        ======================
        :: Buat semuanya menjadi tampak indah walaupun sebenarnya makan ati…🙂
        ======================

  2. Lumiere says:

    wow…
    this was some kind of reminder to me, to see things not only on the surface🙂 thanks, I’ll try (though I know these wont be easy)
    .

    • Lambang says:

      Hai mbak.. apa kabar..🙂

      Apa yang tampak di permukaan kadang bisa berbeda jauh dengan apa yang terpendam. Realitas bisa menipu, entah memang alamiahnya atau sudah direkayasa.😉

  3. S™J says:

    Bersikeras melawan istri. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.
    (Istri tidak mau menghiraukan kamu, semua harus “do it yourself”)

    muahhahahahaha… NIKE AIR ™

  4. lovepassword says:

    Mas Lambang, I Lap Yu….🙂

    Postingan yang sungguh keren…
    Itulah makanya bagi penjual, memang debat itu tidak pernah dijadikan tujuan. Hi Hi Hi.

    Bagus..bagus..sebagai seseorang yang berdebat ngalor ngidul, ada baiknya aku sedikit mengingat saran baik dari Mas Lambang.

    Apa artinya sekedar menang berdebat kalo kemudian harus kehilangan ???
    Kadang kita sok idealis padahal mungkin cuma membesarkan ego sendiri-sendiri. Hi Hi Hi.

    Entah kenapa aku merasa tersindir.🙂

  5. Lambang says:

    Hehe.. maap kalau ada yang tersindir dengan artikel ini.🙂

    Ailapyutu mas Lop..🙂

  6. tomy says:

    Karena orang memiliki pikiran, ia akan merasa enak dalam pergaulan bila ia mengerti sifat dari pihak yang diajak bergaul. Bila ia mengerti sifat-sifat dari sesuatu yang dihubunginya, ia akan merasa enak, karena tindakannya benar. Tetapi bila ia tidak mengerti sifat tersebut, ia akan merasa tidak enak karena tindakannya yang salah. Jadi rasa enak atau tidak enak, dalam hubungan ini hanyalah berpangkal pada persoalan mengerti atau tidak mengerti.
    Misalnya, bila orang mengerti sifat api, ia akan merasa enak dan bebas berhubungan dengan api, karena ia dapat bertindak benar. Bila tidak disengaja, ia tiba-tiba memegang api sehingga terbakar tangannya, orang pun merasa enak. Rasa enak di sini tidak berarti enak terbakar. Rasa terbakar tentu saja sakit. Tetapi enak di sini berarti rasa tidak menyalahkan api. Jadi mengerti itu menimbulkan rasa merdeka.

    …. Ki Ageng Surya Mentaram….

  7. m4stono says:

    hiyahahahah…lha ini mantep mas…top merkotop……..kalau kita bisa melihat bahwa alam semesta itu begitu harmonis baik-buruk, kanan-kiri…pokoknya keseimbangan lah….maka kita akan melihat jauuuh kedepan….jika begini maka begitu…jika begitu maka begini….inilah yg dinamakan kearifan…ilmu makrifat itu ya ujung2nya ya begini jadi tidak hanya “berhayal” tentang tuhan thok:mrgreen: kayak kita ini to:mrgreen:

    • Lambang says:

      Nah ini makin manteb lagi.
      Tapi kalau ajaran untuk berkelakuan baik itu sudah terlalu banyak. Di bis kota juga banyak ditawarkan buku semacam itu termasuk buku belajar sholat. Apa dikiranya orang Islam itu banyak yang ngga bisa sholat ya?🙂

  8. tomy says:

    Nggih sarujuk…. Tuhan kalau cuma konsep tidak bernilai buat manusia
    Tuhan harus diwujudkan 😀
    Lha keprimen? Ya dengan solah bawa, pakarti kang Berbudi luhur wicaksana
    Jadi kita menjadi apa yang disebut Yesus sebagai Anak-anak Allah
    Ibaratnya Kisah Cindelaras yang terbuang ke hutan yang sebenarnya adalah anak seorang Raja
    Cindelaras berjuang dengan Penuh Hasrat, Penuh Kesadaran juga Penuh Usaha untuk kembali kepada BapaNya, Sang Raja tidak hanya tinggal di hutan saja 😀
    Hutan tempat kita bergelut sehari-hari ini dimana Homo Homini Lupus, Yang kuat yang menang, bukanlah tempat sejati kita
    Tempat kita adalah bersama dengan Bapa menjadi Anak-anak Nya, di dalam Kerajaan Surga yang kata Saudara Junggringan saya Ki Siti Jenang adalah Srowa Srawu Sarwa Lila Lan Legawa

    ======================
    :: Injih mas, setuju, buat apa kebanyakan teori tapi kurang praktek…
    “NIKE AIR” kata Mas Jenang, “do it yourself” …🙂

    ======================

  9. hihihi Mas Lambang curcol yak:mrgreen:

  10. sikapsamin says:

    Banyak sikap menganggap remeh sesuatu diungkapkan dalam kata2 “halah anggap angin saja”
    Namun begitu saya membekap mulut dan hidung hanya beberapa puluh detik tidak bernafas…saya malah mulai mengerti tentang HIDUP…
    Selanjutnya mengerti, ternyata bernafaspun hrs selalu paradoksal Mengambil dan Mengeluarkan…
    Seandainya lutut tidak bisa ditekuk, berjalanpun sulit apalagi melakukan lompatan…

    Begitulah nasihat2 simbah saat aku kecil…

    Salam…kagem Simbah

    ======================
    :: Ada yang bilang kita harus mengalami saat kritis dulu sebelum mengerti artinya hidup. Misalnya tenggelam hampir mati atau sakit parah hampir mati. Rasanya mungkin seperti mendapatkan kesempatan kedua, dan biasanya terus insyaf.🙂
    ======================

  11. sikapsamin says:

    Do it your self… lak bahasa Inggris
    Lek bahasa kawi “swalayan”

    Gitu aja kok repot

    Salam…SWALAYAN

    ======================
    :: Opo ora salah mas, “Swalayan” itu rak bahasa Indonesianya dari “Super Market”…🙂
    ======================

  12. haduh sabar,.. sabar,..

    ======================
    :: Hihi… temen-temen ini orang super sabar semua koq mas.
    Tenang aja mas dan silahkan bergabung.🙂

    ======================

  13. batjoe says:

    apakah harus melalui cobaan to kepahitan dulu baru mendapatkan kebaikan seperti di blognya mas tono diantara hitam ada putih..

    lha piye kalau hitem melulu atau putih melulu dan piye jadinya kok masih ada manusia yang hidupnya enak sejak lahir dan melarat sejak lahir?

    belajar darimankah hidup enak dan baik itu karena enak dan baik itu juga banyak presepsinya….

    • Lambang says:

      Enak atau melarat sejak lahir itu hasil dari evolusi yang ngga bisa ditolak. Tapi bagaimana menjadi bahagia (kaya dan lain-lain) atau sulit setengah mati, itu hanya pilihan hidup yang bisa diubah kapanpun kita mau.
      Sekuat apa usaha untuk mengubah masa depan itu berbeda-beda bagi tiap orang. Orang-orang yang cacat tentu akan lebih sulit mencapai impiannya.

      Hidup yang enak itu ya kalau badannya sehat dan ngga banyak pikiran. Aktivitasnya hanya kerja kantor, olahraga, refreshing, shopping, ngobrol-ngobrol, ngeblog, makan tanpa pantangan, punya istri yang gemati, punya anak yang berbakti dan wiridan / ritual / meditasi secukupnya. Ini enak menurut saya. Menurut mas Batjoe mungkin lain lagi. Memang ngga harus sama.

      Kalau hidup yang baik, itu lebih gampang mengujinya. Cukup dari feedback orang lain. Kalau kita ngakak di angkutan umum terus orang lain mukanya cemberut, berarti itu tidak baik. Bisa diuji sendiri dengan berbagai kelakuan yang aneh, entar kan dicemberutin atau ditabok orang.:mrgreen:

  14. sikapsamin says:

    Lho mas Lambang yang agak lupa…
    Memang “Super Market” terjemahannya agak condong basa jawa-kuno, yaitu Swalayan.
    Bahasa Indonesianya “Melayani Sendiri”…mulai keranjang/kereta-dorong ambil sendiri, pengin shampoo ambil sendiri, pengin susu-kental ya ambil sendiri dst. Hihihi…jadi inget pernah pusing mendapat tebak-tebakan soal susu-kental yang umumnya manis, tapi ada yg tidak-manis…hihihi

    Salam…KENTAL

    • Lambang says:

      Hihi… lha wong diajak kepleset koq yo melu wae tho.
      Saya ini kan masuk rombongan bocor aluse KangTono, jadi kalau njawab ya mleset-mleset semaunya.:mrgreen:
      *sepertinya koq kita samaan ya*

    • tomy says:

      salam KENTAL KENTUL Mas Samin
      lha wong susu kental kok ora manis

      Mblayu… dioyak Danyang Sangiran

  15. sikapsamin says:

    Lho…assseeemik, jebul aku kepleset to?!
    whhaahh…confuse tenan aku

  16. Ngabehi says:

    Nglurug tanpa bala, menang tan ngasorake

    ======================
    :: Setuju mas. Dalam kasus tertentu motto itu bisa dipakai…🙂
    ======================

  17. sikapsamin says:

    100…untuk mas Tomy

    Salam…KENTAL…(kabeh wis ngerti to?!)

  18. fanny says:

    hhm…mengalah untuk menang dalam arti utk kebaikan kita sendiri. persis yg saya alami ketika menghadapi klien, mas. meskipun tampaknya klien mau menang sendiri tetapi saya mencoba bersabar karena bagaimanapun juga mereka adalah Raja.

    Terima kasih untuk pencerahannya ya.

    ======================
    :: Sama-sama mbak.
    Terkadang hanya ego yang membuat kita selalu ingin menang terhadap sesama. Seandainya setiap menusia bisa menekan sebagian besar ego yang muncul, ah betapa indahnya dunia ini.🙂

    ======================

  19. kama jaya says:

    Bagaimana mau menjadi Confuius….. menjadi Yan Hui … saja berat….

  20. dadargulung says:

    luar biasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: