Asumsi

power-of-mind.jpgKetika Joanna keluar dari ruang bos, matanya berkaca-kaca. Teman-temannya semua mendekatinya. Mereka bertanya-tanya, ingin tahu apa yang terjadi. Joanna terpaksa bercerita juga.

Tadi pagi dia dipanggil bos, padahal biasanya jarang sekali bos ingin bertemu dengannya. Biasanya dia hanya dimintai mengirimkan laporan mingguannya. Tapi kali ini beliau ingin bertemu.

Artikel selengkapnya ada di sini:
Asumsi

10 Responses to Asumsi

  1. batjoe says:

    ehm.. artikel yang enak dibaca pagi-pagi sambil sarapan nasi kuning dan secangkir teh hangat..

    manusia selalu beramsusi bukan hanya kepada manusia lainnya tekadang Tuhanpun diamsusikan.. aneh?

    ndak juga sih aneh? karena pernah saya baca artikel ttg 10% otak manusia di rumah mewah ini, ya itu semuanya masih dipakai untuk miyabi dan tamara yang saya klik kemarin hihihihihi (salah ding…)
    sory untuk amsusi .. amsusi yang banyak belokkannya jadinya hati kadang jadi tidak relepan untuk bertindak…

    nanti tak kasih tahu bos saya ah.. ttg artikel ini “pak…pak baca artikel ini dech entar bpk tidak beramsusi lagi kalau saya ini bener2 playa boy” whuhahahahahahaha

  2. m4stono says:

    wah asumsi…ini keknya hampir sama dengan persepsi ya mas…..bedanya apa ya mas….:mrgreen: sekali2 nanya buleh dong…masa ditanya terus bosen aahh…

  3. S™J says:

    asumsi -> asal sumpal supaya isi😎

  4. Lambang says:

    Keknya sih kalau asumsi itu lebih banyak imajinasinya.
    Kalau persepsi lebih banyak berdasarkan referensi lain.

    Kalau konsumsi lebih banyak mengandung hal-hal yang membuat imajinasi menjadi realisasi.
    *yang ini bener-bener ngga nyambung*

  5. sikapsamin says:

    Mingturut ‘asumsiku’…asumsi itu ‘kesimpulan-imaginatif yang terburu-buru’…
    Tapi dari perspektif perilaku Joana, sayapun berasumsi bahwa Joana sedang mengasumsikan dirinya agar orang lain yang memperhatikan perilakunya, Akan timbul asumsi…”ooo Joana sangat mirip dengan Widodari-Sangiran”…

    Hihihi…aku ki komeng opo golek masalah…kok mmbbuuullleeettt…

    Salam…ASUMSI SURO

  6. sikapsamin says:

    Masih nyambung kok mas, konsumsi itu perpaduan bahasa dikonkon berasumsi…
    Misalnya begini : “coba kamu asumsikan”…kira2 itu bisa dikonsumsi nggak? Untuk menghemat pengetikan, diganti begini “saya dikonsumsi”…dst

  7. m4stono says:

    kalo asumsi berdasarkan imajinasi, trus persepsi berdasarkan referensi…lha kalau berdasarkan referensi trus menghasilkan lebih banyak imajinasi…lha yg mana yg asumsi dan persepsi? bisakah dari asumsi menghasilkan persepsi? atau dari persepsi menghasilkan asumsi? mohon pencerahannya kang…🙂

  8. Lambang says:

    Pokok’e (*halah*) kalau lebih banyak imajinasi, berarti itu asumsi, kalau lebih banyak referensi, berarti persepsi. Banyaknya seberapa, ya kira-kira sak genggem gitu.
    Yang jadi masalah sekarang, imajinasi itu kadang bersumber dari referensi juga. Udah gitu, referensi itu kadang-kadang hanya imajinasi yang membuat referensi (seperti ahli sains, filsuf, guru, mursyid, ustadz, wali, perawi dll) tetapi sudah dibukukan dan banyak pengikutnya, karena memiliki imajinasi yang sama.

    Jadi, kesimpulannya… ya ngga ada yang tepat sekali. Wong semua itu hanyalah kata untuk menjelaskan sesuatu yang imajiner. Apalah arti sebuah kata. *halah*:mrgreen:

  9. Ada temenku Jojon yg seperti Joan. Nama aslinya sih Joni tapi perilakunya jojon banget. Emang temen ini agak lelet, sering lupaan dan kadang menggampangkan segala hal kerja.

    Setiap dia dipanggil Boss selalu sontak misu-misu bagai mencari kambing hitam, “Wadu, mati aku, wah, cilaka, mati aku!”. Akhirnya setiap dia kembali keruangan kami, selalu kami sambut sorak “Urip maning!!!”, samapi dia malu dan berhenti berkata, “Wadu, mati aku!”

    Salam!

    • Lambang says:

      Ada juga temenku yang gitu Brat. Tiap dipanggil boss, dia sudah menduga bakalan dimarahin. Kitapun juga tahu dia bakal dimarahin karena kerjaannya selalu ngga bener. Aneh juga kupikir. Dia sudah tahu sering salah, tapi kenapa ngga mau belajar memperbaiki? Atau ada kenyamanan tersendiri kalau dimarahi. Berarti ada perhatian gitu, kali!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: