Rekor Masuk Neraka

Oleh: Emha Ainun Nadjib, 20 Nov 2009

Andaikan makhluk yang bernama “fatwa” sudah sejak dulu menemani bangsa Indonesia, tentu masyarakat kita menjadi terbiasa ‘bergaul’ dengannya, sehingga tidak mudah ‘uring-uringan’ seperti yang hari-hari ini terjadi.

Artikel selengkapnya ada di sini:
Rekor Masuk Neraka

52 Responses to Rekor Masuk Neraka

  1. S™J says:

    pertamax dulu… sekalian tes lagi… kalo gak bisa berarti mesti dibukain tuh fungsi HTML untuk komentar mas…:mrgreen:

    ======================
    :: Lumayan… ada yang penasaran…
    Komen yang pakai joget ini tak copy ke blog njenengan ya…

    ======================

  2. S™J says:

    Dengan demikian bangsa Indonesia akan tercatat sebagai pemegang rekor tertinggi masuk neraka karena rokok.

    waduh saya juga perokok nih…👿
    gawat…

    ======================
    :: Waduh, lha koq sama…🙄
    ======================

    • m4stono says:

      waaa sama kang…..katanya kalo mo jadi spiritualis yg baik itu harus ngrokok…sama halnya kalo seniman itu identik dgn pipa cangklong sama topi pet…ini kata saya lho…hihihihi :mrgreen:

      • Lambang says:

        Kalau ngga salah, saratnya juga harus berpakaian item-item. Ngga jelas apa hubungannya. Mungkin untuk melambangkan serba misteri. Kan banyak blog spiritual dengan background hitam. *ups, bisa ada yang tersinggung nih*

        Tapi sekarang sudah banyak blog spiritual yang pakai background putih. Dulu sih harus nyureng-nyureng kalau membaca blognya.:mrgreen:

    • batjoe says:

      lha iya tapi saya ndak ngerokok brarti tetap surga ya????🙂

  3. eMina says:

    rokok ? *menajamkan telinga*

  4. fanny says:

    mas Lambang, terima kasih utk usulan link di blog saya. Nanti saya coba pasang deh. Sekarang masih sibuk sih. Thanks ya. Salam..

    ======================
    :: Iya mbak, untuk memudahkan tamu masuk ke rumah yang lain.
    Makasih infonya. Salam.🙂

    ======================

  5. fanny says:

    ha ha ha..masa bangsa Indonesia rekor masuk neraka karena rokok? bisa aja nih. wah, papaku perokok nih.

    ======================
    :: Lha ini gara-gara fatwa beberapa bulan yang lalu bahwa merokok itu haram.🙂
    ======================

  6. batjoe says:

    Yang berhak me-wajib-kan, men-sunnah-kan, me-mubah-kan, me-makruh-kan dan meng-haram-kan sesuatu hanya TUHAN!!!!
    ——————————————————-
    seperti yang tertulis diatas tanpa ada sedikit perubahan ya mas… jadi

    siapa dong MUI itu? kok bisa-bisanya ngasih link ini itu haram!!! TUHAN???
    terus yang demo-demo melo wae ngikut TUHAN juga???
    kalau begitu TUHANnya tak parangin wae piye? jadi haram sekalian, halal sekalian….

    • Lambang says:

      Lha karena ngga tertulis di Al-Qur’an, akhirnya MUI “mewakili Tuhan” dengan mengeluarkan fatwa, yang sudah melalui ijtihad dari beberapa perwakilan ulama sak Indonesia. Karena katanya Tuhan itu ngga punya wakil, jadi fatwa MUI itu boleh diikuti boleh ngga. Wong hadist saja – yang kelasnya ada di atas fatwa – belum tentu ada manusia yang sanggup mengikuti semuanya.

      Kalau mau tahu yang sebenarnya itu halal atau haram, ya bisa langsung tanya ke Tuhan. Caranya? Embuh, saya juga ngga ngerti.:mrgreen:
      Jawaban super ngawur.

      katanya ada yang bisa pakai SMS

  7. m4stono says:

    lha biarin lah MUI berilusi berpersepsi dan beimajinasi…kan itu semua demi harmonisasi alam semesta…ada yg baik dan ada yg buruk…ndak jelas yg baik siapa… :mrgreen:

    • Lambang says:

      Hihi… jurus sakti dikeluarkan…:mrgreen:
      Tapi itu kalimat paling bagus buat membalas komen orang-orang yang memaksa kita harus gini gitu… Lha wong semua masih persepsi ya, koq pada ribut-ribut ngga karuan…🙂

  8. m4stono says:

    hihihi…baru aja mbaca ampe kelar…yg tadi2 malah blom baca…..saya suka gaya penulisan mas emha ini sama juga dgn gaya penulisan gusdur yg lugas dan jelas langsung ke pokok permasalahan….kalo rokok ini memang ruwet…disisi lain merugikan kesehatan…katanya…disisi lain menguntungkan…realitas…:mrgreen:

    sama halnya dgn jilbab walopun gak ada fatwa yg mengharuskan pake jilbab…mohon maaf ya yg pake jilbab sama sekali gak nyindir……..ini menjadi obyek penelitian saya bertahun tahun walopun neliti di awang2 kok jaman dulu thn 80an gak ada ribut2 yg gak pake jilbab inilah gitulah adzabnya…keknya baru sekarang2 ini ribut2…emangnya perintah/petunjuk pake jilbab baru turun thn 90an…kan dah dari dulu bgt to:mrgreen: …mungkin ini menurut hemat saya gejala penonjolan kulit luar ketimbang esensinya…ketika kulit itu dipaksakan utk bagus maka yg terjadi adalah pengeroposan didalamnya…hihihi jadi OOT nih…ya wis lah mumpung tema blognya islamabangan jadi bebas aja yaa:mrgreen:

    • Lambang says:

      Tapi di Indonesia ini masih mendingan jilbabnya Kang, wajah masih kelihatan. Nah kalau di Iran dan Afgahnistan, jilbabnya full body tutup muka – embuh namanya apa itu – resikonya kalau nggandeng isteri bisa ketuker sama yang bajunya sama. Ampe rumah baru kaget, lho koq jadi lebih bening? Hihi.. lebay banget..:mrgreen:

      Baru inget, jilbab full itu namanya burka.

    • S™J says:

      soal rokok itu menurut saya bisa saja bikin riset tentang manfaat tembakau selain dijadikan rokok. mungkin bisa jadi bumbu masak, obat, bensin, pupuk, atau apalah. memfatwakan haram tanpa mempertimbangkan nasib petani tembakau dan buruh pabrik tentunya kurang bijaksana..🙂

      ======================
      :: Lebih baik memang begitu mas. Sebelum mengeluarkan fatwa lha mbok melakukan studi dan riset lebih mendalam lagi. Tapi mungkin dananya terbatas, jadinya ya gitu deh…🙂
      ======================

  9. G3mbel says:

    neraka dan surga itu sebetulnya ( metapora ) hanya kata kiasan saja .
    .
    yang di sangka neraka ( penderitaan ) justru itulah jalan pintas menuju ke surga yang di sangka surga ( kenikmatan ) justru itulah jalan menuju ke neraka
    .
    surga dan neraka itu adalah dua perlambang tapi bukan Lambang pemilik blog ini 😆 atas satu entitas yang tiada lain adalah hasrat
    .
    justru kalau saya di tanya orang : kamu ingin dimasukan kemana ke surga apa ke neraka …?
    .
    saya ingin dimasukan ke neraka agar satu saat mampu mengubahnya jadi surga dan minta di jauhkan dari surga:mrgreen: ( sarat jadi penguasa alam “cahaya” itu kan sebelumnya harus jadi penguasa alam “kegelapan” )
    .
    ciri belum sampai garis finish itu kan ketika masih ditemukan dualitas, sementara yang namanya dua litas pasti terkena hukum “ada” dan “tiada” dan surga serta neraka adalah dua diantaranya jadi belum saatnya untuk berhenti coy 😀 , perjalanan ngaso aja dulu di blognya Om jenang 😆 masih terlalu panjang:mrgreen:

    • Lambang says:

      neraka dan surga itu sebetulnya (metapora) hanya kata kiasan saja.

      Wah, ini nanti bisa ada fatwa baru untuk mas Gem. Menyebar-luaskan ajaran sesat. Padahal sih semuanya juga masih imajinasi dan persepsi

      saya ingin dimasukan ke neraka agar satu saat mampu mengubahnya jadi surga dan minta di jauhkan dari surga

      Kalau saya ngga mau gitu, saya maunya dimasukan ke emperannya surga, agar nanti saya bisa mengambil KPR dan pindah ke rumah mewah bertingkat yang ada di blok C. Kalau bisa yang ada di lereng gunung dan sekaligus dekat dengan pantai Jimbaran. Oiya, bidadarinya cukup 4 aja, kalau 72 kebanyakan, rumahnya ngga muat.:mrgreen:

      Jadi kita harus jadi penguasa alam “kegelapan” dulu sebelum menjadi penguasa alam “cahaya”?
      Jadi inget ceritanya Sunan Kalijogo. Untung sempet jadi wali sebelum meninggal, lha kalau pas jadi rampok terus mati kan urusannya jadi lain?🙂

  10. m4stono says:

    wah kalo ngomongin iran itu justru saya malah kagum dgn ulama2 disono yg punya wibawa luar biasa, ini bisa dimaklumi sebab sudah turun temurun berabad abad dan menjadi tradisi…..

    jujur saja walopun saya ini buto ndak jelas agamanya:mrgreen: sejujurnya saya sangat mendukung yg namanya khilafah…tentu saja khilafah disini sifatnya ngemong bukan arena utk justifikasi halal haram semata…mengapa penting? sebab kalo kuda itu tidak ada tali kekangnya malah akan lari2 ndak karuan….dulu saya pernah bikin rencana mo posting tentang bagaimana khilafah yg ideal itu tapi ndak jadi ntar dikira ngoyoworo, nganeh anehi, ndak umum, bocor alus dll:mrgreen:

    intinya dakwah secara kultural itu penting tapi secara struktural/khilafah itu juga ndak kalah penting………………….naaaaah sekarang masalahnya yg jadi kholifahnya siapa? wong ngrembuk ini aja bisa saling bunuh2an…hihihihi

  11. Lambang says:

    Di sini kan sudah ada Kang walaupun lingkupnya bukan nasional. Seperti di zawiyah kaum Thorekat itu, mursyidnya kan sudah dianggap sebagai wali atau khilafah, yang merupakan keturunan langsung dari Nabi atau Sahabat Nabi. Lingkup mereka masih terbatas, dan jumlah pengikutnya mungkin ngga sampai 10% penduduk Indonesia.
    Ini bisa dilihat dari blog-blog thorekat yang membela mati-matian kalau ada yang mempertanyakan apa hukumnya mursyid itu, atau ada yang meragukan jalur silsilah sang mursyid.

    • m4stono says:

      yang saya maksud itu lingkupnya dunia kang….tapi keknya susah banget….sebenarnya agak lucu juga dijaman milehminum saat ini masih aja yg taklid apalagi sampe dibela mati2an wong sang mursyid itu juga manusia biasa to….tapi ya saya sangat hormati itu demi harmonisasi alam…:mrgreen: o iya keturunan langsung genetik itu ndak menjamin sama sekali masuk surga atau berhak memimpin umat yg bukan keturunan nabi….kalo keturunan secara ideologi dalam arti akhlaknya mendekati Nabi SAW itu saya sangat setuju….tapi keknya jarang yah yg kek gini…yg ngaku2 paling sunnah sih banyak:mrgreen:

  12. Lambang says:

    Oo.. lingkup dunia ya. Tapi kalau memang ada beneran mungkin dia bingung juga menjawab berbagai pertanyaan tentang agama yang sampai sekarang masih belum tuntas. Seperti masalah bidadari, reinkarnasi, perang, penggal kepala, kafir, celana ngatung, jenggot, jidat item, anak 9 tahun, 6666 ayat, iman kepada Injil yang mana dan lain-lain. Ada bagusnya ngga ada Kang, jadi harmonisasi alam tetap berjalan. Yang mau bunuh-bunuhan ya sana, yang mau ritual atau samadhi ya sana.

    Lha jangan-jangan semua itu memang hanya ilusi… *halah*:mrgreen:

    • m4stono says:

      hihihi…ya kamsud nya bukan sebagai lembaga fatwa kafirisasi atau haramisasi gitu kang, tapi lebih ke sekedar ngemong umat…kan kalo semua bebas sebebas bebasnya ndak ada yg ngemong ya repot ntar…kan seperti anak kecil itu harus ada yg mengarahkannya to….mosok anak SD mo diajarin konsep tuhan ala bocor alus kita ya ndak nyampe, nah begitu dia dewasa dan telah banyak melihat berbagai pemahaman2 yg terserah dia nantinya….si kholifah itu fungsinya bukan utk membawa umat ke permasalahan halal-haram, boleh-tidak….contohnya kalo ada umat yg bertanya…kalo hal ini halal apa tidak? mungkin si kholifah itu akan memberikan solusi ngasih penjelasan dan pencerahan secara luas, tinggal si penanya mo mutusin itu halal/haram diserahkan ke penanya sendiri, bisa jadi haram bagi si A tapi halal bagi si B…kan tiap orang beda2 to…..halaaah kholifah malah koyo dukun wae…..huahahahahahahahah :mrgreen:

      • S™J says:

        sekarang khalifah yg sampeyan maksud itu mungkin sudah ada lho mas… namanya Google:mrgreen:

        *ditimpuk gada

      • m4stono says:

        huahahahahah setuju kang….tapi google kan kafir to jadi ya ndak jadi…ndak bakal diakuin MUI…..diplintheng MUI aku:mrgreen:

      • Lambang says:

        Khalifah itu mestinya punya kesaktian ya, supaya orang jadi percaya. Kalau cuma pinter, nggantheng, berwibawa ya percuma saja, tetep saja di demo seperti presiden kita.
        Cuma biasanya kalau ada orang sakti muncul, orang terus berduyun-duyun minta kaya dan minta kesembuhan. Itu yang nomer satu. Soal pencerahan atau manunggal itu sih nomer kesekian yang penting sehat dan punya duit dulu.🙂

  13. Fitri says:

    Rokok itu kan makruh hukumnya.

    • Lambang says:

      Bener diajeng, tapi menurut MUI merokok di tempat umum itu haram. Analoginya seperti makan ayam goreng secara lahap di depan orang berpuasa, mungkin malah haram.🙂

  14. eMina says:

    Jd begini, sblm ribut siapa msk neraka, bisakah dpikirkan kemungkinan bhw tiap pemda membuat aturan larangan merokok di tempat umum?

    Masyarakat blm smua sadar kan?
    Ok, kita sepakati bhwa merokok itu tdk sehat. Terutama perokok pasif. Terus terang sy tdk tahan dgn asap rokok, alergi bgt. Kalo d dekat sy ada yg merokok pasti sy kelepek2 semaput.
    Dan, kebanykn org sangat biadab krn merokok d tmpt umum merusak kesehatan org lain.
    Rumusnya sederhana saja: kalo emg sudah ga bs hidup dgn rokok, tolong dong hargai yg tdk merokok. Cari tempat khusus utk merokok.

    Jd bapak2 sekalian sdh beradab kan, tdk merokok sembarangan?

    • m4stono says:

      betul sekali mbak….saya ndak ikutan lho:mrgreen: …wong ngrokok paling dikamar sambil ngeblog….tuh mas lambang ama kang jenang ditanyain…ngaku nggak mereka:mrgreen: lempar bola….kaaabuuuuuuurrrrrr

      o iya jangan panggil bapak ah…ndak pantes wong saya masih ABG je…jauh lebih muda dari mbaknya lho :mrgreen: kalo percaya

    • Lambang says:

      Setuju mbak. Analoginya MUI atau Pemda juga perlu membuat fatwa / peraturan yang lain seperti misalnya:
      1. Meludah di tempat umum itu haram.
      2. Pasang kenalpot berisik itu haram.
      3. Berciuman di tempat umum itu haram.
      4. Pakai mini, tanktop dan baju ketat itu haram.
      5. Menggunakan HP di kendaraan umum itu haram.

      Yang jadi polemik adalah kata “haram” itu. Kenapa harus dikaitkan dengan MUI dan agama? Padahal bisa diganti menjadi kata “dilarang”, karena merugikan orang lain dan untuk kebersihan dan ketertiban umum.

      Sebagai contoh, Singapore dan sebagian negara lain bisa menertibkan para perokok tanpa harus mencantumkan kata “haram”.🙂

      • batjoe says:

        ngintip ndak ketahuan?
        maling ndak keatahuan?
        korupsi ndak ketahuan?
        selingkuh ndak keatahuan?

        apa haram juga mas>>>

        wah ndasku iso mumet mas kalau semua haram!!!!
        lha lagi seneng2ne nagdu ayam mas wuake taruahnnya 50.000 bisa dapet 150.000 sama bandar heheheheheh

      • Lambang says:

        Kontrol diri yang paling gampang itu adalah pakai logika dan analogi. Kalau saya diintip, kira-kira maua apa ngga? Kalau saya dimaling, kira-kira enak apa ngga? Kalau saya selingkuh, kira-kira ada manfaatnya apa ngga?
        Nah dari situ nanti akan muncul enerji negatif atau positif tergantung perbuatan kita. Kalau kebanyakan yang negatif, dan akhirnya menggulung diri kita sendiri, ya sudah, itu adalah resiko yang harus dipertimbangkan sebelumnya.🙂

  15. eMina says:

    Koreksi : kalo sdh ga bs hidup tanpa rokok.

    Itu maksudnya.

    Sy kira mui mengeluarkn fatwa itu utk kemaslahatan smua. Kalo emg ada cr lain utk menghindari asap rokok utk yg ga merokok (kyk saya), tlg berikan kemungkinan2 solusinya.

    So, ngebet rokok yo wes telan saja racun tsb, tp jgn berikan pd org lain jg🙂

    jd ingat diskusi dgn seorang smoker berat dr aceh…

    • m4stono says:

      kalo perokok berat itu mendingan gak makan sehari ketimbang gak ngrokok sehari…alesannya gak makan sehari masih tahan….tapi gak ngrokok sehari bisa mati..katanya…jangan diambil ati mbak wong ini diambil dari joke ala gusdur kok:mrgreen:

      ======================
      :: Ada yang bilang bahwa dengan merokok itu matinya akan dipermudah. Strook, klepek-klepek, langsung mati. Daripada opname atau harus cuci darah bertahun-tahun kan malah ngrepotin.🙂
      ======================

    • Lambang says:

      Setuju mbak, merokok di tempat umum harus dilarang. Tapi bukan diharamkan. Termasuk juga wanita yang pakai mini dan tanktop dan tanpa bra, itu juga sangat mengganggu saya (dan mungkin para pria lain). Bisa jadi kami-kami ini kelepek-kelepek juga, walaupun penyebabnya beda (dan solusinya juga bisa beda)…:mrgreen:

  16. alrisblog says:

    Berpakaian item-item itu katanya kesannya misteri, ada aura gaib. Salam kenal.
    ALRIS

    • Lambang says:

      Salam kenal kembali mas.
      Item katanya memang melambangkan kegelapan walaupun ada benda-benda yang memang pantesnya berwarna item, seperti jalan raya dan ban mobil…🙂

  17. paijo says:

    lebih baik jangan mendahului kersaning alloh, ngalir aja apa adanya.
    yang menilai kan bukan kita
    istiqomah sedikt

    ======================
    :: Sip mas, di sini saya hanya membiasakan hidup secara logis dan analogis saja koq… selebihnya kan masih dogmatic perception seperti “kersaning Alloh” itu…🙂
    ======================

  18. batjoe says:

    aku masih suka yang bening-bening jadi kudu haram dulu entar halalnya tak ubek-ubek karo MUI hehehehehehehe

    tuh yang baru ada yang diharamkan soal penayangan TMO di TV swasata…

    iki piye tho kerjaan kang MUI kok ya isonya haram-halal melulu makanya ikutin saya aja mas dengan prinsif 3 H ahram-halal-hantam hehehehehehe

    ======================
    :: Itu memang sudah hukum alam koq mas. Yang penting tidak merugikan orang lain. MUI kan butuh biaya untuk makan juga. Mungkin mereka dibayar berdasarkan jumlah fatwa yang keluar, artinya menunjukkan bahwa mereka bekerja. Jadinya ya gitu deh, menyedihkan.🙂
    ======================

    • batjoe says:

      hahahahahahahahaha
      piye tho mas “untuk mangan tho fatwah itu”
      hihihihihihi
      ati-ati ngomong disini iso-iso di jerujiin kabe….

      makasih atas argument yang buat terkekeh-kekeh asal ndak ngiler wae..

      salam malam masku

    • Lambang says:

      Hihi… bener koq mas.
      Kalau mau bukti bahwa mereka itu kerja ngasal, coba masuk website-nya yang [ini].
      Coba masukkan kata kunci “rokok” di kolom search-nya entar kan error, termasuk juga pindah-pindah halaman banyak yang error, dan ini sudah sejak 4 bulan yang lalu. Yang itu saya masih maklum, mungkin programmernya masih yunior.

      Terus daftar isi seluruh fatwa ngga ada, padahal katanya ada 5000 fatwa yang sudah dikeluarkan. Nah kalau yang ini saya ngga bisa maklum, karena ini ibaratnya restoran tanpa daftar menu, atau buku tanpa daftar isi.

      Berarti mereka kan kurang memahami visinya sendiri, “menyatukan gerak dan langkah-langkah umat Islam Indonesia dalam mewujudkan cita-cita bersama”, tapi membuat agar informasinya tersebar melalui website saja ngga concern, dan error melulu.

      lha mbok ngrekrut saya jadi konsultan, entar kan semua beres dan kinclong.. hihi.. promosi..

  19. ahmed shahi kusuma says:

    Tulisan yang bagus…….
    Sebenarnya tugas Mufti atau Syaikhul Islam memang memberi fatwa, dan itu tidak salah, persis seperti tukang potong rambut manusia ya potong rambut manusia, bukan rambut kuda misale, apalagi gondoruwo. Yang jadi masalah kemudian adalah banyak fatwa saat ini yang merosot mutunya.
    Contoh: ya rokok tadi. mazhab Islam pertama yg mengharamkan rokok ya wahabi…(Coba cek di karya2 Sirajudin Abbas, tokoh Perti kita itu)
    Kedua misale ttg aliran sesat, seperti Ahmadiya.
    La siapa yang mau menerima Ghulam Ahmad sebagai nabi. Jadi nabi itu sekarang susah banget SKnya, koq aneh aja, tapi ngurusi fatwa sesat ahmadiya itu lebih konyol lagi.
    Trus wajibnya pemilu. maaf, di situ juga ada kyai NU yg sangat saya kagumi, yaitu KH Mustafa ya’cub, tapi apakah orang golput masuk neraka??
    Kesimpulannya, fatwa sekarang lebih banyak mengharamkan aja?? tidak produktif. Tambah perkara aja!!!
    Oh ya lambang, boleh tengok saya nak punya cerita ttg pluralisme di http://ahmedshahikusuma.wordpress.com/2009/01/29/kabir-pejalan-spiritual-universal/#comment-372 plus ttg Islam tu bukan Arab di

    ======================
    :: Ok, segera meluncur.. cekidot..🙂
    ======================

  20. ahmed shahi kusuma says:

    he..he..sori pencetannya ada salah ketik, jadi saru.. he..he..he!!!! (maksudnya konyol, jadi kon…)

    tapi ttg salahnya gagasan negara Islam coba cek di
    http://ahmedshahikusuma.wordpress.com/2008/12/01/hizbuttahrir-sebuah-contoh-fasisme-agama/
    sedangkan islam bukan Arab di
    http://ahmedshahikusuma.wordpress.com/2008/12/24/islam-bukan-arab/

    ======================
    :: Hihi… jadi saru yah. Udah saya betulin.
    Makanya jangan keburu napsu kalau ngetik, jadinya ya gitu deh…🙂

    ======================

  21. Trima kasih. Habis segera ke kelas! Eh…tapi ttg penjelasan ttg substansinya …mana dunk????
    Insya Allah saya akan tulis ” Ilusi tentang negara islam” …….

    • Lambang says:

      Wah udah telat soal substansi itu.
      Maksute substansi artikel ini khan? Apa substansi yang ada link di komen atas itu?
      Tapi udah terlanjur posting baru, jadi pindah topik lagi. Biar hidup ini selalu dinamis, ganti topik melulu.

  22. Alhamdulillah saya masuk surga, karena tidak merokok, la tapi saya golput, masuk neraka lagi dunk!

    ======================
    :: Wuah, lha kalau saya malah keluar masuk neraka empat kali. Merokok, golput, ngga mengimani sebagian Injil, ngga mengimani sebagian Al-Qur’an dan Hadist. Piye iki?🙄
    ======================

  23. Gentole says:

    cak nun memang inspiratif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: