Masa Lalu dan Masa Depan

Sebentar lagi kita akan memasuki tahun baru 2010. Web dan blog populer biasanya menampilkan artikel tentang “The Best of … in 2009” atau “Top 10 … of 2009” yang berisi tentang apa yang terbaik atau terburuk dari tahun lalu. Misalnya Top 10 Gadgets for 2009.

Ada juga sebagian yang menceritakan pencapaian apa yang sudah berhasil diraih pada tahun 2009 yang akan berakhir ini. Mass media biasanya secara rutin akan menampilkan kaleidoskop tahun yang akan segera berlalu.

Sebetulnya untuk apa semua itu dilakukan? Yang utama tentunya untuk refleksi diri dan introspeksi. Peningkatan maupun penurunan yang terjadi di tahun lalu harus menjadi pemicu untuk berbuat yang lebih baik pada tahun mendatang. Ditinjau dari sisi produksi, berarti tahun depan harus bisa membuat produk yang lebih baik, lebih murah dan lebih disukai masyarakat. Kalau ditinjau dari sisi kelakuan dan sikap, mudah-mudahan tahun depan kita akan lebih baik dalam berkelakuan (termasuk berpikir, berkata dan berbuat), bersosialisasi, berorganisasi dan berkarya. Tidak ketinggalan juga harus memiliki ilusi, persepsi dan imajinasi yang lebih baik dari tahun sebelumnya.🙂

Memang perbaikan hal yang abstrak seperti kelakuan dan sikap ini agak sulit dicari tolok ukurnya. Banyak dijumpai artikel atau buku yang memberikan pencerahan tentang hal ini, tetapi tetap saja masih sulit untuk diterapkan.

Sebagai contoh misalnya, apa yang harus kita lakukan jika melihat nenek-nenek mau menyeberang tetapi tidak mau melewati jembatan penyeberangan yang ada di dekat situ? Contoh lain lagi, seandainya Anda menjadi ketua RW, apa yang harus Anda lakukan kalau melihat ada remaja ngumpul di ujung jalan dan membuat kebisingan sampai larut malam?

Perbaikan diri itu selalu ada hubungannya dengan orang lain. Kita memperbaiki kelakuan ingin menang sendiri tentunya jika ada yang diajak diskusi, rapat atau debat. Kita berusaha untuk jujur tentunya agar bisa dipercaya dan tidak merugikan orang lain. Lalu kita berusaha untuk selalu senyum kepada orang lain tentunya dengan harapan akan mendapatkan feedback yang sama.

Semua kelakuan dan sikap itu tidak perlu diperbaiki kalau kita sama sekali tidak bermasyarakat. Kalau ingin mengalah, jujur dan senyum-senyum padahal hanya tinggal sendirian di tengah hutan, tentu ada yang patut dipertanyakan, jangan-jangan kita mengalami personality disorder.

Jadi, perbaikan kelakuan dan sikap itu hanya diperoleh dari pengalaman hidup bersosialisasi. Bukan dari berbagai macam teori muluk-muluk tentang kepribadian. Atau bahasa spiritualnya, ini yang disebut dengan mengaji diri. Sering saya ketemu teman-teman (non-maya) yang selalu mengatakan bahwa kita itu harus “eling lan waspodo” dan harus selalu “ngaji diri“. Kalau dilanjutkan dengan pertanyaan bagaimana caranya menjalankan dua petuah itu, tidak banyak teman yang bisa menjawab dengan uraian yang bisa dipahami secara umum, kecuali dijawab dengan berbagai slogan lain dan istilah awang-awang.

Masa lalu adalah bahan untuk mengkaji diri, dan masa depan adalah rencana aktivitas baru berdasarkan hasil kajian itu. Pencapaiannya jelas akan berbeda bagi setiap orang. Oleh karena itu, buatlah pengalaman sebanyak mungkin dan bahan kajian Anda akan semakin lengkap. Referensi Anda pun akan menjadi semakin banyak sehingga bisa menghasilkan berbagai persepsi dan imajinasi baru. Dan secara otomatis ini akan sejalan dengan kiasan “padi itu semakin berisi akan semakin menunduk.” Mudah-mudahan sang padi itu akan bisa bermanfaat untuk sesama, dan tidak terserang hama wereng.🙂

.

.

Selamat Tahun Baru 2010
Selamat Berimajinasi
dan
Selamat Berkarya

.

.

23 Responses to Masa Lalu dan Masa Depan

  1. lovepassword says:

    MET TAHUN BARU SEMUANYA ….🙂

  2. m4stono says:

    Sering saya ketemu teman-teman (non-maya) yang selalu mengatakan bahwa kita itu harus “eling lan waspodo” dan harus selalu “ngaji diri“. Kalau dilanjutkan dengan pertanyaan bagaimana caranya menjalankan dua petuah itu, tidak banyak teman yang bisa menjawab dengan uraian yang bisa dipahami secara umum, kecuali dijawab dengan berbagai slogan lain dan istilah awang-awang.

    keknya saya pernah nasehatin orang gitu dgn teori2 sundul langit, tapi begitu si orang tadi bertanya bagaimana menjalankannya lalu saya milih kabur:mrgreen: jangan2 kita temenan tapi mesra ya kang…coba deh tanya si orang itu jangan2 malah saya lho…ntar saya ngaku deh…:mrgreen: hihi

  3. batjoe says:

    saya juga belum pernah bilang gitu lho ya…
    maaf mas lambang komputerku jebol kena petir. balikpapan ujan melulu… tapi itu berkah bagi penduduk gunung yang tidak punya air..
    cm komputewr jebol biasa yang penting hati jn=jgn jebol terus..
    maaf belum update juga..

    Selamat Tahun Baru Mas Lambang. Mohon maaf ya bila di tahun 2009 banyak salah kata dan sering ugal-ugalan diblog ini intinya saya ingin berbagi apapun dalam hal apapun selama itusangat bermanfaat bagi kehidupan saya walapun cm dalam dunia maya.
    selmat datang 2010 semoga masih banyak ilmu yang saya dapat petik diblog ini.

    Tanks beberapa bulan ini semua yang mas lamabng kasih tahuakn sangat berguna bagi kehidupan saya dan kehidupan teman-teman saya tentunya..

    tank’s dan rasa hormatku pada mas lambang

    • Lambang says:

      Makasih mas Batjoe. Selamat Tahun Baru juga dan tetap semangat.
      Tujuan hidup ini kan hanya untuk bersosialisasi dan saling berbagi pengalaman. Tentunya juga disertai dengan keimanan yang lingkupnya sangat pribadi dan sangat bervariasi. Ada yang bagus ya kita ambil, ada yang jelek ya disimpan dulu, mungkin suatu saat itu justru akan menjadi bahan yang paling berharga dan mungkin itulah kebenaran yang sejati.

      Terima kasih dan salam hormat kembali kepada mas Batjoe.🙂

  4. Abula says:

    Selamat Tahun Baru 2010

    Salam Hangat Selalu
    AbulaMedia.com

  5. sikapsamin says:

    Whaahhh… Pergantian Tahun 2009 ke 2010

    Ini pasti banyak yang Merefleksi-Diri…Siiippp Lumayan Kesempatan Musiman…
    Segera saya siapkan segala perangkatnya : Sehelai tikar, sebuah bantal, minyak kayu-putih, minyak-sayur secukupnya. Tak lupa Diagram-Refleksi disertai Huruf2 Keterangan dg ukuran yg Cukup-Besar sekalian sebagai Papan-Iklan, berbunyi :

    PERGANTIAN TAHUN 2009 ke 2010
    MEMBUKA JASA MEREFLEKSI-DIRI ANDA
    AGAR MANTAP DAN RINGAN MENAPAKI MASA DEPAN ANDA

    BIAYA RINGAN BISA NEGO…
    REFLEKSI 1-TELAPAK KAKI Rp.30.000,- / 2-TELAPAK KAKI Rp.50.000,-

    MARI BERAMAI-RAMAI MEREFLEKSI-DIRI…
    KESEMPATAN LANGKA DAN TERBATAS…

    Kualitas Dijamin…
    Selamat Menapaki Tahun-Baru 2010

    • Lambang says:

      Nah, peluang bisnis yang bagus itu.
      Mestinya ditambahin REFLEKSI MEMPERBESAR JATI DIRI Rp. 500.000,- (besarnya jati diri sangat tergantung pada niat dan keyakinan. Garansi uang kembali jika jati diri tidak membesar seperti yang diharapkan).🙂

  6. m4stono says:

    Contoh lain lagi, seandainya Anda menjadi ketua RW, apa yang harus Anda lakukan kalau melihat ada remaja ngumpul di ujung jalan dan membuat kebisingan sampai larut malam?

    wah sudah tak antemi itu…minimal tak plintheng kalo perlu tak uncali bom:mrgreen: untung saya bukan ketua RW…jadi gimana menurut mas lambang sebagai ketua RW?

    Semua kelakuan dan sikap itu tidak perlu diperbaiki kalau kita sama sekali tidak bermasyarakat. Kalau ingin mengalah, jujur dan senyum-senyum padahal hanya tinggal sendirian di tengah hutan, tentu ada yang patut dipertanyakan, jangan-jangan kita mengalami personality disorder.

    waduh kalo tidak didandani kelakuan saya tambah bocor…ntar lama2 saya berilusi tuhan itu mirip miyabi:mrgreen:

    Masa lalu adalah bahan untuk mengkaji diri, dan masa depan adalah rencana aktivitas baru berdasarkan hasil kajian itu. Pencapaiannya jelas akan berbeda bagi setiap orang. Oleh karena itu, buatlah pengalaman sebanyak mungkin dan bahan kajian Anda akan semakin lengkap.

    pengalaman sebanyak mungkin?? pinginnya gitu sih naik turun gunung di jawa tapi berhub gendut baru jalan bbrp meter aja dah ngos2an…jadi yo wis lah buatlah ilusi sebanyak mungkin:mrgreen: keknya kita kurang sependapat yah hihi…dari hasil ilusi itu ditulis diblog supaya menjadi pengalaman orang lain didalam membaca ilusi saya…o iya ilusi dan membaca ilusi orang itu pengalaman juga yah…hhhmmm🙄:mrgreen:😆

    lagi ikutan caranya mas gembel kuot sana sini

  7. Lambang says:

    Kalau di sini ketua RW-nya negor dengan cara agak keras. Eh besoknya ban mobilnya malah dikempesin semua. Kalau saya sih tak ajak makan-makan, terus habis makan-makan itu dikasih wejangan sedikit. Biasanya sih bisa nurut. Memang uang belanja jadi tekor, tapi kan demi masyarakat. *halah*

    Membaca buku (atau artikel internet) itu bisa juga dianggap mencari pengetahuan atau membaca pengalaman orang lain, walaupun banyak juga yang isinya hanya “hoax” atau ilusi. Yang penting sih banyak mencari referensi dan pengalaman. Soal mana yang ilusi atau tidak, ya logika dan persepsi kitalah yang akan memilah-milahnya.

    Banyak orang luar negeri yang tidak pelit dalam berbagi pengalaman spiritual dan menuliskannya di blog, walaupun kadang dijual juga dalam bentuk ebook. Kalau di Indonesia sepertinya agak sulit mencari referensi pengalaman spiritual di internet, kecuali berguru langsung ke kyai, ustadz atau simbah-simbah yang ada di gunung atau tepi pantai. Tentunya harus cari guru yang banyak pengalaman, bukan yang hanya ahli kitab.

    Semua referensi yang kita dapatkan pasti baru bisa dirasakan kalau sudah dipraktekkan. Konsepnya seperti gimana bisa tahu rasa jeruk kalau belum pernah makan jeruk?

    Tapi itu hanya persepsi saya saja koq, KangTono boleh punya persepsi yang beda. Misalnya sama-sama mengalami sendiripun pasti pengalamannya juga akan beda. Misalnya kita sudah bisa sama-sama ketemu malaikat, menurut saya malaikat itu pakai sayap kecil, padahal menurut KangTono ngga pakai sayap, tapi pakai jubah Batman. Ngga harus sama.:mrgreen:

  8. m4stono says:

    kuot lagi aah ben ketok keminter….

    Semua referensi yang kita dapatkan pasti baru bisa dirasakan kalau sudah dipraktekkan. Konsepnya seperti gimana bisa tahu rasa jeruk kalau belum pernah makan jeruk?

    ah gak juga tuh…pernah juga saya merasakan tapi tidak pernah mempraktekkan, kalo saya merasakan es jeruk itu kecut/asam maka bukan berarti saya harus menjadi es jeruk to? jeruk makan jeruk:mrgreen: nyambung pora yo…hihihihi

    tidak harus dirasakan sendiri juga asal kita bisa merasakan pengalaman orang lain, entah si orang itu jujur apa ndak…bodo amat…kan jujur itu kan cuman persepsi aja bisa beda2 kriterianya:mrgreen: kata si jos adicondro ini namanya data sekunder, tertier tapi bukan pengalaman:mrgreen: hihihihi…tepatnya bukan pengalaman yg seperti pengalaman

    Tapi itu hanya persepsi saya saja koq, KangTono boleh punya persepsi yang beda. Misalnya sama-sama mengalami sendiripun pasti pengalamannya juga akan beda. Misalnya kita sudah bisa sama-sama ketemu malaikat, menurut saya malaikat itu pakai sayap kecil, padahal menurut KangTono ngga pakai sayap, tapi pakai jubah Batman. Ngga harus sama.:mrgreen:

    ada kalanya pengalaman itu dialami bersamaan dan sensasinya sama juga sama pula persepsinya…misalnya kita sekelas di kelas 3 SD dan diajari 1+1 = 2 anggep wae pelajaran SD hongkong maka kita akan punya pengalaman ditempat sama berpersepsi sama yaitu jawabannya dua sing njawab sakliyane 2 berarti ora munggah ping pitu dan juga berilusi bu guru cantik itu mirip miyabi…halah jaman tahun alip wis ono miyabi:mrgreen: hihihihi…dan sensasinya mak jengaaat….kursine…..:mrgreen:

  9. Lambang says:

    Ikutan quot ah…

    kalo saya merasakan es jeruk itu kecut/asam maka bukan berarti saya harus menjadi es jeruk to

    Lha yang suruh jadi jeruk ya sapa.. maksute setelah minum jeruk baru bisa tahu tho kalau jeruk itu kecut/asam? jian, jelas ora nyambung…:mrgreen:

    tidak harus dirasakan sendiri juga asal kita bisa merasakan pengalaman orang lain, entah si orang itu jujur apa ndak…bodo amat…kan jujur itu kan cuman persepsi aja bisa beda2 kriterianya

    Ini bisa juga, tapi resiko ketipu persepsi juga besar.

    ada kalanya pengalaman itu dialami bersamaan dan sensasinya sama juga sama pula persepsinya…misalnya kita sekelas di kelas 3 SD dan diajari 1+1 = 2 maka kita akan punya pengalaman ditempat sama berpersepsi sama yaitu jawabannya dua

    Yang kita bahas di artikel ini sebetulnya sesuatu yang abstrak seperti kelakuan dan sikap, bukan matematika. Kalau matematika itu sudah jelas kesepakatannya dari yang nemukan teori. Kalau menurut prof Gembel itu hanya kesepakatan simbol.

    Lagipula matematika itu di buku rapor SMP masuk dalam Ilmu Pasti, bukan masuk dalam ilmu Filsafat. Padahal induk semua ilmu pengetahuan itu adalah Ilmu Filsafat, dan filsafat ini erat hubungannya dengan imajinasi dan persepsi. Jadi ilmu pasti itu bagian dari ilmu filsafat juga walaupun ditulisnya di rapor ngga gitu. *Halah, lha koq dadi malah mbulet ya*

    Tapi filsafat itu memang ilmu yang mbulet, makanya kalau ada dua orang mahasiswa filsafat yang lagi debat, bisa 7 hari 7 malam ngga selesai. Ngomongnya ngga nggenah menurut kita, tapi menurut mereka justru itu yang esensial *halah*. Wong yang dibahas hanya logika dalam imajinasi dan persepsi.:mrgreen:

  10. m4stono says:

    kuot lagi ahhhh…..:mrgreen:

    Lha yang suruh jadi jeruk ya sapa.. maksute setelah minum jeruk baru bisa tahu tho kalau jeruk itu kecut/asam? jian, jelas ora nyambung…:mrgreen:

    nggak harus jadi jeruk utk tahu jeruk itu kecut…kan tahunya jeruk itu kecut dari ilmu pasti ngawur ….kan asam sulfat itu asam/kecut dan tidak harus dicicipi to? bisa mlonyoh ilate:mrgreen: jadi kita tahu itu asam kuat karena “katanya” kertas lakmus/detektor keasaman…hihihi ketoke meh nyambung

    Ini bisa juga, tapi resiko ketipu persepsi juga besar.

    sebesar apapun resikonya ketipu tapi resiko tidak ketipunya juga nggak kecil to? ingat kitab suci itukan “katanya” firman tuhan…kata siapa? ya kata orang2 dulu,tapi kita percaya kan? kita kan juga katanya anak ibu kita, apa ya harus menyaksikan sendiri kelahiran kita?:mrgreen:

    Yang kita bahas di artikel ini sebetulnya sesuatu yang abstrak seperti kelakuan dan sikap, bukan matematika. Kalau matematika itu sudah jelas kesepakatannya dari yang nemukan teori. Kalau menurut prof Gembel itu hanya kesepakatan simbol.

    antara kelakuan dan sikap itu tidak abstrak tapi realitas kita, kecuali kalo kelakuan kita yg suka berkhayal tanpa tindakan, sedangkan matematika lah yg abstrak karena sampai sekarang saya tidak pernah nemuin angka 3, yg ada gambar angka 3, tulisan angka 3 dan simbol angka 3…mana ada angka 3 jalan2 di malioboro:mrgreen: , kecuali kalo ada orang namanya “angka 3” hihihi

    Tapi filsafat itu memang ilmu yang mbulet, makanya kalau ada dua orang mahasiswa filsafat yang lagi debat, bisa 7 hari 7 malam ngga selesai. Ngomongnya ngga nggenah menurut kita, tapi menurut mereka justru itu yang esensial *halah*. Wong yang dibahas hanya logika dalam imajinasi dan persepsi.:mrgreen:

    filsafat itu tidak mbulet, kalo kuliah filsafat tinggal datang duduk dengar/tidur, kerjakan ujian sesuai teori dapet A, enak to?:mrgreen: …kalo ada orang yg berdebat tentang filsafat sampai 7 hari karena mereka lebih menonjolkan “keakuannya” pada dasarnya sama kok yaitu filsafat “ADA” , karena “ada” maka kita ngeblog, berdebat, diskusi, nonton miyabi:mrgreen:

    ketoke bocahe meh ngetokke plinthengane, mlayu aaah hiyaaaaaaa mbuulaayuuuuuuuuuu

  11. Lambang says:

    Plinthengane ilang je…🙂
    Mendingan makan cendol aja. Disuguhin cendol satu galon.:mrgreen:

  12. @Mas Lambang
    Selamat tahun baru 2010, mari kita awali dengan niat dan kemauan yang kuat semoga Allah melancarkan dan memudahkan semua usaha kita, Amin.

    Salam hangat selalu,

    #Haniifa.

  13. Lambang says:

    Selamat Tahun Baru mas Haniifa.
    Semoga makin sukses dan tetap semangat.

    Salam Persahabatan.

  14. ami says:

    wahaha iya kalau hidup sendirian di hutan terus mosting terus ndak ada feedback, wah ndak seru babarblas. selamat tahun baru

    • Lambang says:

      Ceritanya malah ngga ada komunikasi sama sekali. Ngga ada internet. Mostingnya ditempel di pohon, dibaca sama macan.😆

      Selamat Tahun Baru mbak.

  15. m4stono says:

    kuot lagi aaahhh…:mrgreen:

    Plinthengane ilang je…🙂

    haaaa plinthengane wis ketemu…ra sido nabuh kendang maneh…..mbuuulaaayuuuuuuu………..

  16. Lambang says:

    kuot juga…

    haaaa plinthengane wis ketemu

    Karete pedhot. Golek karet jarik’e simbah sik…😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: