Menurut Ilmuwan, Malaikat Tidak Bisa Terbang

angel.jpgMalaikat memiliki beberapa peran yang cukup penting dalam tradisi Yahudi-Kristen dan Islam.

Malaikat yang digambarkan pada adegan kelahiran Yesus yang sering dijumpai pada berbagai lukisan di seluruh dunia, secara anatomi adalah cacat, menurut seorang ilmuwan yang mengklaim bahwa mereka tidak akan pernah bisa terbang.

Seorang ahli biologi terkemuka telah membandingkan fisiologi spesies yang bisa terbang dengan gambar makhluk spiritual dan mitos dalam seni – dan menemukan bahwa para malaikat dan peri yang duduk di atas pohon Natal itu tidak mungkin bisa naik ke sana dengan kemampuannya sendiri.

Prof Roger Wotton, dari University College London, menyatakan bahwa penerbangan akan menjadi mustahil bagi malaikat yang digambarkan memiliki asesori sayap lengkap dengan bulu burungnya. “Bahkan pemeriksaan sepintas terhadap berbagai gambar yang ada menunjukkan bahwa malaikat tidak bisa lepas landas dan tidak memiliki cukup tenaga untuk terbang,” kata Prof Wotton. “Dan bahkan jika mereka terbang dengan bantuan angin, maka diperlukan angin yang sangat kencang agar mereka bisa lepas landas, dan angin ini akan membuat mereka melayang tanpa perlu memiliki sayap”. Yang menarik, ada gambar artis Giotto yang menunjukkan satu malaikat dengan sayap tunggal dan ini cocok dengan konsep terbang yang menggunakan bantuan angin. Tetapi jika memang sayap itu bisa digunakan untuk meluncur, bagaimana sayap dapat dilipat, dibuka dan menjadi kaku saat terbang? “

Malaikat dan putti (bayi dengan sayap) menghiasi beberapa lukisan keagamaan dan arsitektur yang terkenal di dunia, melayang di udara untuk menyaksikan perbuatan Tuhan dan manusia.

Kemampuan para penganut agama untuk menangkap imajinasi tentang malaikat itu begitu kuat sehingga survei tahun lalu mengungkapkan bahwa sebagian besar orang Amerika percaya pada malaikat. Studi oleh Pew Forum on Religious and Public Life menemukan bahwa 68 persen dari 36.000 orang dewasa yang disurvei berpikir bahwa malaikat dan setan itu memang ada tugasnya di dunia ini.

Menurut studi terbaru, sayap burung itu berevolusi dari lengan nenek moyang mereka dan dari waktu ke waktu seluruh tubuh mereka dibentuk berdasarkan sayap yang terbentuk dan bulu yang menutupinya. Pengurangan densitas pada tulang burung membuatnya menjadi ringan namun memiliki kerangka yang kuat. Tetapi malaikat memiliki ukuran tubuh normal dan putti sering digambarkan sebagai bayi gemuk dengan sayap kecil. Mereka juga tidak memiliki otot-otot yang kuat seperti burung yang memungkinkan untuk terbang.

Peri juga muncul dengan struktur tubuh yang sejenis. Mereka umumnya digambarkan dengan sayap serangga atau kupu-kupu. Kedua serangga ini memiliki mekanisme terbang yang kompleks dengan otot besar di sekitar dada yang mampu untuk mengepakkan sayap.

“Distorsi tulang dada diperlukan pada peri dengan sayap kupu-kupu dan ini akan menjadi sangat tidak nyaman,” kata ilmuwan. “Yang pasti, peri tidak bisa terbang.”

Malaikat memiliki makna khusus dalam tradisi Yahudi-Kristen dan juga dalam Islam. Banyak bagian dalam Alkitab King James menyebutkan bahwa malaikat bisa terbang. Dalam Yesaya, malaikat Seraphim digambarkan memiliki enam sayap.

Presentasi Profesor Wotton mengeksplorasi mengapa mitologi begitu kuat. “Melihat hal-hal ini mengajarkan kita sesuatu tentang apa yang kita percayai dan apa yang sesungguhnya ada dalam realitas. Malaikat adalah ikon religius yang sangat kuat bagi orang-orang beriman. Kesamaan dengan manusia akan menambah kekuatan iman. Dalam hal ini, mereka diberi gambaran memiliki sayap karena ada kelebihan tertentu pada mereka dibandingkan manusia. Mereka menerima pesan-pesan itu dari langit, atau surga, dan oleh karena itu mereka harus bisa terbang. Imajinasi yang paling populer terhadap peri adalah mereka berasal dari dunia bawah tanah dan mondar-mandir ke dunia kita, dan terbang adalah cara yang terbaik untuk mengurangi waktu perjalanan.”

Lalu bagaimana imajinasi para penganut agama Islam (muslim) tentang mahluk yang diberi nama malaikat ini?

Hampir sebagian besar umat muslim mengetahui bahwa malaikat itu diciptakan dari cahaya dan bisa berubah bentuk semaunya sehingga tidak pernah dijumpai ada gambar malaikat dalam sejarah kebudayaan Islam.

Berhubung tidak pernah ada gambaran visualnya, maka imajinasi para pemeluk akan semakin liar. Sebagai contoh misalnya malaikat Raqib dan Atid. Mereka berdua tugasnya adalah mencatat kebaikan dan keburukan manusia.

Bagaimana mungkin hanya ada dua malaikat tetapi bisa mencatat trilyunan kelakuan manusia setiap menit dan setiap detik? Salah satu komen di artikel lama tentang malaikat di blog ini pernah menyatakan, “O… itu bisa saja terjadi, karena toh malaikat itu dibuat dari cahaya, jadi bisa bebas membelah diri menjadi trilyunan entitas dan setiap entitas ini akan melakukan tugasnya masing-masing.”

Lalu bagaimana dengan sinkronisasi data catatan?
Sang komentator melanjutkan lagi, “Sinkronisasi ini bisa dilakukan setiap saat atau nanti, karena setiap pecahan cahaya itu kalau berkumpul akan menjadi satu lagi dan disitulah sinkronisasi catatan terjadi.” Konon begitulah.

Dan bagaimana dengan malaikat Jibril yang tugasnya sudah selesai atau malaikat lain yang masih belum betugas seperti misalnya malaikat Israfil?

Mengenai tugas itu, tidak ada penjelasan lebih lanjut. Malaikat Israfil ini disebut Serafim dalam Alkitab. Menurut Wiki, pada permulaan waktu Israfil memiliki empat sayap, sangat tinggi sehingga bisa meraih tiang-tiang surga. Malaikat yang rupawan ini merupakan penguasa musik. Israfil selalu bertasbih kepada Allah kedalam ribuan bahasa yang berbeda. Dari bawah kaki hingga ke kepalanya ada beberapa rambut, beberapa mulut, dan beberapa lidah yang tertutup hijab.
Catatan Lambang: Beberapa mulut dan lidah itu perlu karena beliau menyukai musik, bisa berbagai bahasa dan berperan sebagai peniup terompet (sangkakala). Bagaimana terompet bisa berbunyi kalau bukan dengan bantuan mulut? Tetapi tentang beberapa rambut itu, rasanya tidak ada hubungannya dengan tugasnya, walaupun ini bisa saja menjadi bahan untuk imajinasi liar berikutnya.

Sumber dan gambar: Dari Telegraph.co.uk, 22 Dec 2009, dengan berbagai tambahan imajinasi dan persepsi dari Lambang.

19 Responses to Menurut Ilmuwan, Malaikat Tidak Bisa Terbang

  1. sikapsamin says:

    Mereka…orang2 pandai Dari Barat, memang terbukti masih harus belajar dan mengerti betul Bahasa-Nuswantara
    Mereka memang menyebut ‘Angel’ untuk Malaikat…tapi tidak mengerti ‘makna’nya…
    Namun…mudah2an setelah riset yg dilakukan Prof. R.Wotton…mereka2 menyadari kebodohannya…Dan mau belajar bahasa Nuswantara

    Baik Angel maupun Malaikat…keduanya asli Bahasa-Nusantara…
    Makhluk apapun itu, apabila sudah terlanjur Malaikat…pasti Angel…bergerakpun Angel, apalagi terbang…

    Demikian…Kuliah-Umum Prof. Samin Boginov*
    (*Boginov = Rebo Legi November)

    • Lambang says:

      Hehe… yaya… bener. mereka harusnya belajar ke Indonesia. Angel tenan je.

      Ide nama Boginov itu bagus sekali. Ada yang lain ngga mas.. buat referensi.🙂

  2. m4stono says:

    hihihi ada2 aja si prof londo ini…sampe2 moloikat diteliti…memang benar malaikat tidak bisa terbang sebab tidak disekat ruang dan waktu….susah to mbayangke terbebas dari ruang dan waktu sebab kita masih terkurung diruang dan waktu ini….kalo kita sudah terbebas dari ruang dan waktu maka tidak ada lagi debat/dialog ttg takdir, dimensi keempat dll semuanya akan terang…bahkan akan senyum2 sendiri ketika melihat orang2 yg debat tentang takdir, dimensi ke empat sampai ngeyel2 segala….hihihihihi:mrgreen:

    • Lambang says:

      Hihi… pembuktian hal-hal yang imajinar memang susah. Yang realitas seperti pembuktian bosson aja harus buat LHC yang harganya 460 trilyun, apalagi yang hanya ada dalam persepsi.:mrgreen:

  3. Kenapa ya “hihihi” nggak terhindarkan.
    Kek ada pesan awal yg khusus pd “hihihi”.
    Apa pula yg mendorong “hihihi” selalu di awal?

    Salam Hahaha!

    • lovepassword says:

      Kalo aku mah nggak selalu harus diawal. Kapanpun dimanapun bisa. Itu biasanya kugunakan untuk mengatur ritme dan suasana pembicaraan. Biar nggak terkesan terlalu galak gitu lho, apalagi kalo topiknya rada sensitip.

      tapi aku pernah juga disantlap dimarahi orang di blognya karena ini, katanya kalo diskusi dengan saya jangan cengengesan. Hi Hi hi lagi deh.

    • Lambang says:

      Salah satunya yang pernah menyantap mas LP adalah Jephman dkk dan mbak Fanny.🙂

      • batjoe says:

        hihihihihihi

        ketahuan juga akhirnya yang nyatap mas LOP siapa?

        cengegesan aja lagi mas LOP selama tidak ada yang ngelarang apalagi yang punya blog ini..

        tapi dilemapar lemper huahahahahaa

      • Lambang says:

        Tapi bagus koq gayanya mas LOP yang aduhai itu. Dengan cara begitu beliau ngga banyak diserang habis-habisan di berbagai forum debat agama, dan malah menjadi akrab dengan sang penyerang.

        Pola seperti ini yang harusnya ditiru oleh para pendebat muslim. Bukannya bakar bacok bunuh.

        Semakin kasar komen kita terhadap pemeluk agama lain, itu semakin mengukuhkan pendapat mereka bahwa muslim itu kasar dan sadis.:mrgreen:

  4. Lambang says:

    Hihi…😆😆

    Itu sekedar ciri khas saja dari saya dan rekan-rekan, agar yang dikomen tidak tersinggung. Maklumlah kita kan tinggal di negara yang separuh uncivilized, jadi semua harus serba dipoles dan diperhalus, dan masih banyak yang kurang mengerti makna emoticon. Sampai ada yang komen, “apa sampeyan ngga lihat emoticon mrgreen di belakang komen saya? Itu kan artinya saya hanya just kidding…”

    Kalau lihat di blog luar negeri malah pakai kata “ignorance fucking idiot”, atau WTF, tapi berhubung mereka sudah “open-minded”, ya ngga babaliut seperti di sini bahkan ada yang kejar-kejaran komen lintas blog.

    Hihi…😆😆

    Salam Haha Hihi!

  5. Ya!
    Tapi hehe lebih netral kurasa dari pada hihi Brat.
    Pada hehe nggak keliatan gigi atau taringnya.
    Pd hehe hanya uap, jigongnya tak tampak.

    Salam an!

  6. Lagi pula
    Kesan kanak ku,
    Hihi itu animasi kuntik anak!

    Gimana tuh!

  7. Lambang says:

    Enda papa koq, itu bisa diganti. Tergantung kondisi aja. Kalau serius biasanya malah ga pakai hehe atau hihi atau emo. Gimana kalau ayayay.😆

  8. lovepassword says:

    Hi Hi Hi itu lebih romantis Maren. Ha Ha Ha…Mengapa gitu ? Karena kesannya seperti tawa mringis anak kecil yang nakal. Itu bukan masalah netral, tetapi masalah pilihan… Lha apesnya kadang malah aku dituduh perempuan …Hi Hi hi lagi deh. Atau xixixi . Kalo yang itu seperti gaya tawa di film-film kartun.

  9. Kalau begitu apa boleh buat.
    Ternyata segalanya bulat-bulat.
    Tak patut utk dipersalahkan ya Brat.

    Salam Hihihi!

  10. Lambang says:

    Hehe… entar diganti koq… kebetulan beberapa komen terakhir menggunakan hihi…
    Kalau komen yang dulu-dulu, kebanyakan pakai hehe.. atau wekekekkk… ketularan KangBoed karena dulu beliau kan sering mampir ke sini.

    • batjoe says:

      hehehehe juga aja dech soalnya ketularan bocor aluznya dari blog ini…

      hehehehehe lagi

      ======================
      :: Hehe… ketularan dari sini yak…🙂
      ======================

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: