Filosofi Sebuah Pensil

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.

“Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?”

Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya, “Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai. Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti”, ujar si nenek lagi.

Artikel selengkapnya bisa baca di sini:
Filosofi Sebuah Pensil

6 Responses to Filosofi Sebuah Pensil

  1. lovepassword says:

    Wuihhhh artikelnya keren ih…. 🙂 Kayaknya aku juga harus jadi pengamat pensil nih

    ======================
    :: Hehe… bukannya sekarang lagi ngetren jadi pengamat ekonomi dan politik… selain bisa nampang di tipi, bayarannya juga gede… katanya…🙂
    ======================

  2. m4stono says:

    waduh….udah bangun to…..:mrgreen:

    sini tak tambahin

    kualitas keenam.
    pensil sebagai sarana imajinasi untuk bisa menulis, apabila pensilnya warnanya merah maka apa yg bisa tersirat dari warna pensil itu? misalnya merah menyimbolkan romantisme maka yg cocok buat nulis roman picisan ya pake pensil merah :mrgreen: disambung sambungin mode ON

    ======================
    :: Berhubung wajah avatarnya merah terus disambung-sambungin merah berarti romantis… hehe… padahal merah kan artinya berani *halah, jadi inget lagu perjuangan*🙂
    ======================

  3. abifasya says:

    saya punya slide shownya mas dalam bentuk flash ttg hikayat pinsil ini.
    Seru juga yah ….😆
    Kapan berkunjung ke Blog saya lagi.

    ======================
    :: Wah gitu ya… keknya sih ini memang motivasi jadul… kebetulan aja saya yang telat bacanya.
    Nanti saya mampir lagi ke blog-nya ya… Ail bi bek…🙂

    ======================

  4. adi isa says:

    nice article

    ======================
    :: 🙂🙂
    ======================

  5. m4stono says:

    wis stabil to le onlen……..kapok pesbukan tah….lumayan lho keno dinggo hiburan….ono cak gundul dadi togog saiki :mrgreen:

    ======================
    :: Kapok pesbukan aku. Bener-bener mbuang waktu.
    Kang Santri Gundul dadi Togog tah? Tak pikir wis dadi lumba-lumba Bontang…😀

    ======================

    • m4stono says:

      mulane kadang2 ae……lumayan keno dinggo nyebar virus buto lan bocor alus…..hihi

      ======================
      :: Hiya ya… Lumayan buat manas-manasin orang-orang yang sensi…😀
      ======================

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: