Kekuatan Imajinasi

Imajinasi adalah kemampuan untuk membentuk citra mental dari sesuatu yang tidak dirasakan melalui indera. Ini adalah kemampuan pikiran untuk membangun citra mental, obyek atau peristiwa yang tidak pernah ada, yang tidak hadir sekarang atau terjadi di masa lalu. Ingatan sebenarnya merupakan manifestasi dari imajinasi. Setiap orang memiliki beberapa kemampuan imajinasi. Dalam beberapa hal mungkin sangat berkembang dan pada orang lain itu mungkin terjadi dalam bentuk yang lemah. Dia terjadi dalam berbagai tingkatan pada berbagai macam orang.

Artikel selengkapnya bisa baca di sini:
Kekuatan Imajinasi

16 Responses to Kekuatan Imajinasi

  1. m4stono says:

    kok tumben gak pake ngutip artikel lain, pake imajinasi sendiri panjang lagi:mrgreen: kliatannya udah ada kemajuan neh😆

    apa yg mas lambang uraikan itu ya mirip2 artikel saya ttg olah cipta itu cuman bahasanya yg beda, saya pake bahasa munyuk mas lambang pake bahasa kethek halah…..

    kekuatan visualisai itu masuk di wilayah cipta meliputi antara lain afirmasi atau sugesti thd benda dan juga diri sendiri, sebenarnya saya mo lanjutin artikelnya tapi ya itu masih byar pet maklum masih pake lampu lenga pet sih:mrgreen:

    jujur aja saya jarang menggunakan apa yg disebut kekuatan imajinasi kecuali kalo kepepet, dulu saya sering menggunakan pas nonton pertandingan bola di tipi, saya imajinasikan gol dan ternyata gol tenanan, saya sempat mikir ini memang hasil imajinasi saya atau memang kebetulan atau memang udah jatahnya gol sebab sering gagalnya sih ….hihi….tapi sekarang udah jarang2 kecuali kalo pas mo bikin artikel sama ngalamun miyabi

    intinya kalo mo berhasil harus buang jauh mikir yg ndak2, belajar utk fokus dan yakin berhasil….eh dah lama gak nulis komeng panjang…..:mrgreen:

  2. Lambang says:

    Wah hiya Kang, dari imajinasi pribadi yang beberapa waktu yang lalu sudah terisi dengan berbagai artikel sejenis. Terus dikemas dan jadilah artikel. Jadi ngutipnya ngga langsung, disimpan di memori dulu beberapa hari. Sumber aslinya udah lupa wong banyak banget. Ada kata kunci di atas, “Ingatan sebenarnya merupakan manifestasi dari imajinasi”. Jadi sebetulnya ngutip juga yak… tapi ngga mau ngaku…😆

    Soal olah cipta itu, ya sama saja Kang. Kalau Kang Tono pakai nafas kejawen, saya pakai nafas universal. Kalau di Islam ya pakai istilah haqqul yaqqin dan iman. Jan-jane yo podo wae. Bedanya dengan yang di Islam, hanya masalah pasrah terhadap takdir itu. Ini yang saya ngga cocok. Pasrah kepada takdir itu kan esensinya menyalahkan Tuhan. Seolah-olah Tuhan telah mentakdirkan kita untuk bodoh, melarat, ngga sukses, ngga bahagia dan lain-lain. Kita harus yakin bahwa Tuhan tidak pernah membuat manusia menjadi bodoh dan pecundang. Hilangkan sikap pasrah dan ubah menjadi sikap pantang menyerah, optimis disertai keyakinan penuh bahwa Tuhan ingin agar semua umat manusia menjadi pandai, sukses dan bahagia. Salam Sukses! *Halah, jadi niru gayanya Mario Teguh*

    Kalau mengimajinasikan agar teman lama menelpon, itu sering saya lakukan dan sebagian besar selalu berhasil. Yang belum berhasil hanya mengimajinasikan Miyabi agar menelpon saya. Lha gimana mau nelpon wong dia ngga tahu nomor telpon saya…:mrgreen:

    Cobain deh Kang soal imajinasi telpon itu ke teman-teman lama. Ngga perlu kemampuan khusus koq. Cukup dibayangin sepenuh hati sambil merem-melek liyer-liyer😀

  3. m4stono says:

    setuju kang…………..tapi kalo yg imajinasi dengan membayangkan supaya ditelpon miyabi itu menjurus ke telepati:mrgreen:

    kalo soal ngelmu2 kek gini Israel lah rajanya dan disana ada sekolahnya lho spt telepati, clairvoyance, telekinesis dan sudah diakuai dunia…katanya:mrgreen: bahkan si dedy corbuzier belajar disana…..

    lha sungguh sayang seribu sayang di indonesia yg punya tradisi semacam ini spt dgn aji2 atau mantra yg berbasis tradisonal malah dianggap klenik biangnya kemusrikan karena tidak islami….padahal tidak boleh dipukul rata gitu…..disaat israel dan barat gencar2nya mengembangkan teknologi berbasis metafisika, parapsikologi dll tapi secara diam2 lha di indo yg antik ini malah sedang giat2nya mengembangkan “teknologi debat” yg efektif perihal kafir mengkafirkan, haram mengharamkan bila perlu pake pentungan, klewang ngancam leher orang bagi yg tidak sependapat…..yg ini memang indonesia banget:mrgreen:

    analogi yg gampang adalah ketika kita mau ngrakit komputer dan kita menemui baut chasing kurang satu maka kita sibuk mencarinya kesana kemari dan harus ketemu sehingga lupa memasang monitornya😆

    saya berharap dikemudian hari UGM maupun UI bahkan ITB ada fakultas parapsikologi dan metafisika, tapi ya apa mungkin ketika agama dijadikan alat utk memberangus yg tidak sependapat😆

    • Lambang says:

      Wuah, baru tahu kalau di Israel banyak ilmu seperti itu. Lha waktu perang sama Irak kenapa ilmu itu ngga dipake ya… minimal bisa bikin rudal Scud mejen dan ngga bisa mencelat…😀

      Kalau di Indonesia mah emang udah parah. Selama negara campur tangan dalam urusan agama rakyatnya, ya begitulah hasilnya. Orang-orang akhirnya ikutan menghakimi orang lain karena toh negara sudah memberi contoh dengan menghakimi agama atau kepercayaan yang dianggap bertentangan dengan mayoritas.

      Di UGM, UI atau ITB bagusnya jangan dibuat fakultas parapsikologi dan metafisika, entar mahasiswanya pada nyantet dosennya kalau ngga dilulusin.:mrgreen:
      Mendingan waktu di SMP dan SMA dibuat mata pelajaran “Toleransi dan Empati”. Keknya yang satu ini jarang digunakan masyarakat. Knalpot dibuka, ketawa ngablak, nyupir biyayakan, pasang TOA kenceng-kenceng, parkir sembarangan, pakai HP ngga lihat-lihat suasana, jendela kereta dilempari batu, maling dibakar dll itu sudah jelas menjadi bukti bahwa sebagian masyarakat ngga paham dengan toleransi dan empati.

      Ah, tapi kembali ke masalah keseimbangan alam, keknya biar aja ada orang-orang rusak dan enerji gelap di sekitar kita. Toh hukum alamnya memang harus begitu. Dunia ngga rame kalau Yin dan Yang ngga seimbang.

    • m4stono says:

      lho baru tahu yah….kirain malah situ lebih tahu je:mrgreen: kalo soal ilmu2 parapsikologi itu barat lebih maju dilihat dari segi keilmiahannya tapi tidak diekspose kalah sama al qaeda dan liga champions😆 makanya bisa jadi mereka mempergunakannya di perang Irak tapi ya ndak ngaku.

      kan maksudnya kalo masuk universitas2 terkenal kan biar rame, kalo ada mahasiswa gak terima dikasih nilai E maka paku dom pentul yg bicara:mrgreen:

      kalo budaya empati itu sebenarnya sudah mengakar tapi sayang cuman karena masalah rebutan lahan, rebutan priuk nasi dan individualis ya jadinya luntur, lha sekarang gimana lagi wong maen bola kalah tawuran, disuruh ngantri gak mau pinginnya cepet2 dll, kalo menurut saya org2 yg kek gini mending dibiarin musnah aja di 2012 karena sudah parah ngeyelnya gak bisa sembuh………………………………….termasuk saya :mrgreen:

    • lovepassword says:

      disaat israel dan barat gencar2nya mengembangkan teknologi berbasis metafisika, parapsikologi dll tapi secara diam2 lha di indo yg antik ini malah sedang giat2nya mengembangkan “teknologi debat” yg efektif perihal kafir mengkafirkan, haram mengharamkan bila perlu pake pentungan, klewang ngancam leher orang bagi yg tidak sependapat…..yg ini memang indonesia banget:mrgreen:

      ===> Hi Hi Hi… Wah Bagaimana kalo dicampur aduk kayak martabak, misalnya debatnya pake parapsikologi, metafisika sambil jopa japu gicu.. Keren nggak ?

  4. m4stono says:

    huaaa mlebu spam wis komeng dawa2 je 😥

    ======================
    :: Komennya dah dikeluarin Kang…
    ======================

  5. Brahala Sewu says:

    hilangkan sikap pasrah dan ubah menjadi sikap pantang menyerah,
    ===============================================
    Kalu ini saya sudah sering praktek Kang Lambang, Berkali2 saya ini mancing dengan modal yang agak gede dan di belain bangun pagi2 tapi hasilnya boncos ga dapet ikan, akan tetapi tetep ajak ga kapok-kapok, masih mancing terus. lha kalu kaya gini termasuk sikap pantang menyerah atau karena doyan kang? he he he

    • Lambang says:

      Wah kalau yang seperti itu keknya campuran antara pantang menyerah, doyan, penasaran, pembuktian kemampuan mancing, sama emang bener-bener ngga ada kerjaan lain karena tabungan udah luber-luber.🙂

      Ngga papa sih, yang penting kan bisa bahagia dengan mancing. Mau dapet ikan atau ngga, kan seninya mancing udah dijalanin. Ngomong-ngomong, udah pernah mancing yang lain belum mas? Misalnya mancing topinya polisi atau sanggulnya sinden.:mrgreen:

  6. m4stono says:

    nek siji iki mlebu sepam berarti wp koyo wedus tenan:mrgreen:

    ======================
    :: Ternyata ra mlebu spam. Dadi wp-ne ra koyo wedus.🙂
    ======================

  7. ossmed says:

    assalamualaikum

    salam kenal nihh
    sedang blogwalking dan ketemu blog menarik ini.. ditunggu kunjungan baliknya di http://www.ossmed.com

    ======================
    :: Walaikum salam, salam kenal kembali mas.
    Blog baru yah… entar tak mampir…

    ======================

  8. Filarbiru says:

    Bagaimana kalo imagnya berevolusi?

    ======================
    :: Wah, keknya ada yang kurang tepat. Imajinasi ngga mengenal batasan bentuk, ruang dan waktu. Jadi ngga ada kaitannya dengan evolusi atau revolusi yang tergantung pada waktu. Dia bisa berubah secepat cahaya. Menit ini mengimajinasikan mencelat ke rasi cygnus, menit berikutnya bisa mengimajinasikan lagi jalan-jalan naik dinosaurus.
    ======================

  9. Brahala Sewu says:

    Ngomong-ngomong, udah pernah mancing yang lain belum mas? Misalnya mancing topinya polisi atau sanggulnya sinden.:mrgreen:
    ===============================================
    wah ga berani mas kalu yang ini,resikonya dunia akherat je, selama ini kaya’nya masih bisa ngampet. kalau soal konde itu sih memang godaanya orang mancing, makanya ada istilah “mancing konde”.Waktu di karang serang saya sempat bengong juga, lha ada aki-aki mancing tapi itu lho, yang ndampingi cuaaantik sekali seperti mbak yuni shara, tak pikir sih cucunya, tapi ketika temen saya iseng ngegodain si kakek melotot penuh cemas, wealah yang begini nich yang akhirnya bisa ngundang tsunami he he

    ======================
    :: Ooo, yang seperti mbak Yuni Shara itu mungkin lagi kursus mancing dan kebetulan si aki-aki sudah menduda 20 tahun. Tumbu ketemu tutup.:mrgreen:

    Saya malah baru tahu ada istilah “mancing konde” itu. Lha koq kebetulan bisa nyambung ya…🙂
    ======================

  10. Yang-Kung says:

    Ya..setuju sekali mas Lambang ulasannya.
    Dengan imajinasi yang sudah terlatih ternyata daya cipta,rasa dan karsa bisa kita gunakan dengan baik.Kadang bisa untuk pengobatan pada orang sakit hanya dengan air putih yg di imajinasikan sebagai penawar sakit.Bisa juga untuk menguatkan hati seseorang yg lagi stress berat,juga bisa untuk keberhasilan dagang.Namun semuanya itu harus di landasi hati yang jernih dan niat yang tulus.

    salam rahayu.

  11. Hi there could I quote some of the material here in this entry if I reference you with a link back to your site?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: