Agama Terbaik

Pada sebuah jamuan makan malam antara Leonardo Boff, pendiri Theology of Freedom, dengan Dalai Lama, Boff mengajukan pertanyaan kepada Dalai Lama, “Your Holliness, apakah agama yang terbaik?” Boff berpikir bahwa dia akan mendapatkan jawaban “The Tibetan Buddhism” atau “The oriental religion, yang jauh lebih tua dari agama Kristen”.

Ternyata Boff salah duga. Dalai Lama termenung sejenak, dan menjawab dengan tersenyum, “Agama yang terbaik adalah agama yang bisa mendekatkan Anda dengan Tuhan Anda. Agama yang bisa membuat Anda menjadi manusia yang lebih baik.”

Artikel selengkapnya bisa baca di sini:
Agama Terbaik

46 Responses to Agama Terbaik

  1. m4stono says:

    hihihi jawaban yg lucu aneh dan kafir spt dalai lama:mrgreen: agama yg terbaik ya agamaku yaitu agama yg bisa bikin jalan pintas ke surga bertemu 72 bidadari, agama yg paling aku2 kebenaranya sedangkan agama2 lain ya kafir ujung2nya masuk neraka pokoke.

    pokoknya selama aku menyembah tuhan sampai jidatku item maka selama itulah tuhan berada di pihakku, pokoke kalo aku bilang kafir ya tuhan pasti bilang kafir juga, walopun yg aku sembah itu tuhan imajinasiku tapi masa bodoh yg penting jidatku udah item, logat bicaraku juga udah pake cengkok timur tengah sono, celanaku juga udah cingkrang, jenggotku udah tebel ya wis pokoke udah memenuhi syarat masuk surga:mrgreen:

    bodo amat ama perkataan si dalai lama itu, wong dia bukan tuhan kok, sedangkan aku bersama tuhan, pokoke prinsipe apa yg tidak ada di kitab suciku maka bid’ah, yg bertentangan di kitab suciku maka itu kafir, wong udah ada jelas2 di kitab suciku kok tinggal baca aja dan artikan gak usah pake filsafat2 atau sufi2an segala….gitu aja kok repot:mrgreen:

    arep melu2 dadi mas wahabi, sekali2 tampil beda:mrgreen:

  2. Lambang says:

    *Habibie mode on*
    Pokok’e agamaku paling top. Semua keturunan langsung dari Nabi Muhammad dijamin masuk surga. Yang bukan keturunan tidak ada jaminan. Apalagi turunan simbok rondo pojokan sana itu.😀

    *Fanatik mode on*
    Untukmu agamamu, untukku agamaku. Agamaku adalah agama yang paling sempurna. Umat selain umat agamaku masuk neraka semua. Tuhanku beda dengan Tuhanmu. Tuhanku adalah Tuhan yang terakhir… eh salah… agamaku adalah agama yang terakhir.:mrgreen:

    *Sufi mode on*
    Makanya, gabunglah dengan kelompok kami. Mursyid kami adalah wali pilihan yang bisa mengantarkan untuk bertemu dengan Tuhan. Kalau sudah bisa bertemu dengan Tuhan, apalagi yang perlu dicari. Dunia dan akhirat pasti terjamin.

    *New Age mode on*
    Ayo gabung dengan kelompok kami. Kami tidak membeda-bedakan agama apapun. Kami adalah penganut ajaran universal. Tuhan, surga dan neraka itu hanyalah imajinasi dan ilusi saja. Kalau memang Tuhan itu ada, coba buktikan bahwa Tuhan bisa dimintai tolong dengan seketika.

    *Bocor alus mode on*
    Nabi sendiri mengatakan bahwa umatnya nanti akan terpecah menjadi 73 golongan. Yang terselamatkan hanya 1 golongan. Lalu bagaimana hubungannya antara klaim sebagai agama yang paling sempurna dengan perpecahan umat yang sudah diramalkan oleh nabinya sendiri?🙂

  3. m4stono says:

    wahabi super ngeyel mode ON

    weelhadalah yg 73 golongan yg selamat ya golonganku itu yaitu golongan salapusoleh atau golongan orang2 terdahulu yg soleh2, wis pokoke beragama tidak usah rumit2 tidak usah repot2 tinggal apa yg dikerjakan umat2 dahulu terutama nabi harus dicontoh persis plek, baju gak pake krah, jenggoten, peci putih, celana cingkrang bila perlu naik onta, minum madu, makan korma, bersiwak, pengobatan harus bekam kalo bukan itu maka bid’ah:mrgreen:

    lha sekarang ini umat islam kok ngaku2 ahlusunnah padahal mereka ahlul bid’ah suka yasinan, ziarah kubur, tahlilan dsb, coba contohlah aku yg ngaku paling sunnah ini, dari ujung kaki sampai ujung rambut sudah mirip nabi maka pastilah aku masuk surga ketemu bidadari yg mlenuk2 dan montok2, yg tidak mirip nabi jaminannya neraka:mrgreen:

    awas ya yg tidak sependapat dengan tuhanku ati2 ntar aku bom lho, pokoknya tuhanku ya yg aku sembah, aku juga pernah mimpi bertemu tuhan beliau sudah tua duduk bersila di arsy jenggotnya panjang sampai tanah, jidatnya item dan pake peci putih, kalau memerintah malaikat sambil ngacung ngacungin pedang. :mrgreen:

    • ahmed shahi kusuma says:

      @mas Ton
      Wah2…temen kita ini kalo jadi wahabi, la trus wayange disimpen di mana Mas?

  4. Yang-Kung says:

    “Keyakinan merupakan suatu pengetahuan di dalam hati, jauh tak terjangkau oleh bukti “.

    salam rahayu.

  5. Yakini aja apa yang kamu percaya tentunya dengan dalil dan ilmu yang kuat, sehingga kita bisa percaya dan meyakini agama yang menurut anda alingbaik dan benar.

    • Lambang says:

      Duh, udah dijelasin masih ngga mudeng juga.😉

      Semua agama basisnya hanya dalil, hipotesis dan dogma. Kalau merasa cocok dan memperoleh banyak manfaat, silahkan diyakini, dan keyakinan ini sudah masuk dalam lingkup pribadi. Tidak bisa diperdebatkan dengan dalil atau ilmu kuat model apapun. Banyak bahan debat agama yang sudah ratusan tahun ngga pernah selesai.

      Karena saya merasa cocok dengan ucapan Dalai Lama yang ini, “agama yang terbaik adalah agama yang bisa mendekatkan Anda dengan Tuhan Anda. Agama yang bisa membuat Anda menjadi manusia yang lebih baik”, maka artikel ini dibuat. Kalau ada yang merasa tidak cocok, ya ngga masalah, toh dunia tidak harus memiliki nada dan warna yang sama dengan keinginan setiap orang.🙂

  6. itempoeti says:

    selalu saja ada pencerahan disini…
    lama tak berkunjung…
    rindu selalu datang…

  7. Love4Live says:

    hanya bisa terdiam di tengah keramaian hati…

  8. m4stono says:

    itempoeti iki apane love4live yo? hihi😆

  9. S™J says:

    agama terbaik adalah tidak egois😎

    ======================
    :: Bisa juga itu.🙂
    ======================

  10. ahmed shahi kusuma says:

    @Lambang
    Malah kalo menurut saya “agama” malah ndak perlu, karena banyak menjadi kedok penumpukan harta, tahta, wanita, dan imperialisme rasis.
    Nah lalu apa yg perlu ?, kalo saya sih perlunya kesadaran untuk beriman, bahwa ada hidup sesudah hidup ini… Nah jadi siapapun beroleh jalan keselamatan, tanpa ribyek dengan formalisasi agama.
    Seandainya Islam salah nanti di akhirat, saya rasa saya gak rugi… Tokh dari perspektif Hindu-Budha saya tidak pernah membunuh orang, korupsi, meniduri istri atau anak gadis orang dll. Berarti Insya Allah atau Insya Khrisna, saya akan mendapatkan wala al akhiro khoyr laka min al ula..
    Nah kalo nanti Kristen yg bener, ya boleh saja, nanti tak tanya Yesus langsung gimana bisa koq Sampeyan memasukkan neraka orang yg tidak percaya sampeyan sebagai Juru selamat semata? la apakah Gotama atau Gandhi,bahkan Mohammad Yunus orang Bangladesh itu,meski masuk neraka???
    ya itu malah ngerendahin Yesus donk, yg sering dipakai kedok menumpuk wilayah jajahan dan kekayaan!

    • Lambang says:

      Wah kacau nih. Agama tetep perlu, tetapi hanya digunakan sebagai pembinaan moral dan etika pada tahap dini. Minimal bisa untuk mengerem anak-anak TK supaya ngga nabokin temen atau gurunya. Tapi kalau udah tua, bersurban dan jenggotan, dan ternyata masih nabokin orang lain, bisa dipastikan ada sesuatu yang salah di situ.😀

      Kalau saya sih nantinya pingin dialog sama Tuhan. “Tuhan, kenapa menurunkan agama koq ya semaunya gitu. Udah gitu ngga diturunkan dari awal peradaban tapi ditengah-tengah. Ritualnya beda dan isi kitabnya pun ngga sinkron. Apa ngga lebih baik kalau agama diturunkan sejak dini, secara sistimatis dan berkesinambungan?”. Lalu Tuhan menjawab, “Eh anak singkong. Koq bisa-bisanya kamu ngajarin Tuhan yang menciptakan kamu. Emang kamu itu bisa apa? Sana kamu masuk neraka… biar dibakar hidup hidup dengan panas yang satu juta kali lipat”.
      “Ah, sadis bener boss. Katanya Maha Bijaksana… mana…”.

      • KangBoed says:

        xixixixixi… sabaaaaaaaaaaaarrrr cuuuuuu.. numpang lewat yaaaa.. kangen neeeeh..
        salam kangen yaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..

      • Lambang says:

        Wueh Kang, apa kabar juga… kita dah jarang YM-an yak…😀

      • batjoe says:

        agama untuk pensucian juga ada lho mas… kasih perawan katanya hehehe
        mau juga dong….hihihihi

        ======================
        :: Saru lho mas… entar kalau dibaca anak ABG *seperti KangTono itu* bisa salah pemahamannya…🙂
        ======================

      • @Lambang
        Ya…ya.saya paham maksud sampeyan. Maksude sampeyan rak bagaimana menumbuhkan kesadaran untuk ajeg/istiqomah/continuity , kjadi sing bocah Tk ora naboki koncone trus dimunculke ide agama?
        Tapi penting ngendi agamane, sing kalo menurutku berarti institusi sosial (trusane berarti nanti ada alat legitimasi penghakiman buatan manungso) atau jiva spiritnya??
        Nah kalo spiritnya, maka dengan apa orang takut berbuat aniaya (dholim, khianat dst?)? Itu lagi poinnya kan?
        Idealnya, mungkin ya…anak2 (murid2)diajarin untuk lebih berkembang jiwa spiritualnya daripada jiwa beragamanya , nanti kelanjutane kan mencari (bukaknkah murid berarti yg mencari), ora ngerti nggoleki opo?
        Jadi simpulnya bukan pada agamanya, tapi refleksi dari iman terhadap adanya hidup sesudah mati yg berasal dari amal di kesementaraan ini, gimana?

      • KangBoed says:

        iya mas lama juga gak jumpa.. lama gak kencan jadi kangen.. tapi masih ditabokin neh.. mudah mudahan selesai dah.. biar bisa aktif lagi yaaaa..
        salam kangeeeeeeeeeeeeeen

      • Lambang says:

        @Cak Ahmed,
        Setuju Cak Ahmed.
        Kesadaran spiritual bagi anak-anak ya hanya bisa diajarkan lewat agama. Kalau dijelaskan lewat hukum sebab akibat atau Law of Attraction keknya terlalu jauh untuk bisa dipahami. Jiwa spirit jelas lebih penting dibanding agama karena jiwa spirit sangat mengutamakan keseimbangan alam dan sebab akibat. Yang salah kalau negara ikut-ikutan masuk dalam pengaturan keimanan seseorang, seperti misalnya mencantumkan agama pada KTP.

        Kalau spiritual-nya sudah di mendaki, orang tidak mau berbuat aniaya (dholim, khianat dst) karena itu merugikan orang lain. Bukan karena takut dosa dan neraka. Tujuan hidup sudah dipahami dengan baik, yaitu bagaimana agar bisa bermanfaat bagi orang lain.

        Yang perlu dikoreksi adalah pengajaran nilai-nilai luhur pada anak-anak. Jangan mereka dilarang sesuatu dengan ancaman bahwa itu dosa. Ini pengajaran yang salah. Mereka perlu dijari bahwa berbuat aniaya itu merugikan orang lain. Ini bisa kita contoh bagaimana orang barat atau orang Tibet mendidik anak-anak mereka. Ngga pernah anak-anak mereka ditakut-takuti dengan dosa.

        Jadi yang penting adalah jiwa spiritualnya, bukan jiwa agamanya. Soal kehidupan sesudah mati itu, wah saya ngga paham je. Katanya sih gitu, tapi kalau dianalisa lebih mendalam banyak scripture yang menjadi paradox. Jangan-jangan itu hanyalah kiasan yang dianggap realitas oleh sebagian orang.

        @KangBoed,
        Ditabokin sapa Kang… Kasih lagi pipi yang sebelahnya biar yang nabokin puas dan biru-birunya seimbang…😆

      • m4stono says:

        aciiiikkkk…….ane dikatain abg ama mbah lambang:mrgreen:

  11. Tyangjawi says:

    WUAHAHAHAAAAA, NGAKAAK BENEER KAWULO ….. UENAAK TENAN EH SALAH NUWUN SEWU ….. UEDAAN TENAN …. DADI ANGEL TO MIKIR BENER SALAH DOSA PAHALA …..
    ORA USAH DIPIKIR, GUSTI KANG MAHA SUCI ORA SARE …..
    SALAM KENAL MAS …

  12. Lambang says:

    Gampang koq mas mikirnya. Benar itu kalau lebih banyak orang lain yang diuntungkan dibandingkan dengan yang dirugikan. Salah itu kalau lebih banyak orang lain yang dirugikan daripada yang diuntungkan.
    Malah yang saya ngga mudeng soal gusti ora sare itu. Kalau dihubungkan dengan paham Panentheisme atau Law of Attraction, itu ngga nyambung lho.😀

    Salam kenal kembali mas…🙂

    • Tul tuh Brat!
      Bener itu begitu.
      Tapi bener aja nggak cukup.
      Bener itu harus juga lah baik.
      Dan benar dan baik pun tak cukup.
      Tapi harus juga lah memerdekakan.
      Itu yg kutangkap dari Mas Dalai itu.

      Salam Merdeka!

  13. batjoe says:

    makin PD dengan tulisan sendiri…. kata mas Dalai Lama :
    “Lambang kamu pasti bisa” hahahahahaha

    becanda mas …
    salam kangen buat masku… dan temen-temen disini..

    mudah2an semua bisa terkendali dengan lebih baik lagi. amin

  14. Lambang says:

    Hehe… salam kangen kembali mas Batjoe. Aman terkendali. Saya sudah ada rencana baru nih yang sepertinya sangat positif. Minggu depan saya tugas ke Cilacap 3-4 bulan.🙂

  15. @Lambang
    mantap jaya……
    ma’mum aja dah aku!

  16. http://sangkebenaran.blogspot.com/

    Inilah contoh ajaran PEDOFILIA Muhammad:

    Dikisahkan Jabir bin ‘Abdullah: Ketika aku menikah, Rasullah bersabda kepadaku, perempuan macam apa yang kamu nikahi? Aku menjawab, aku menikahi seorang janda muda? Beliau bersabda, Mengapa kamu tidak bernafsu pada para perawan dan memanjakannya? Jabir juga berkisah: Rasullah bersabda, mengapa kamu tidak menikahi seorang perawan muda sehingga kamu dapat memuaskan nafsumu dengannya dan dia denganmu?

    Hadits Bukhari Vol.7, Kitab 62, Pasal 17.

    A’isyah (Allah dibuatnya bahagia) diceritakan bahwa Rasullah (semoga damai sejahtera atas beliau) dinikahi ketika usianya tujuh tahun, dan diambilnya untuk rumahnya sebagai pengantin ketika dia sembilan tahun, dan bonekanya masih bersamanya; dan ketika beliau (Nabi Yang Kudus) mampus usianya delapan belas tahun.

    Kitab Sahih Muslim 8, Pasal 3311.

    Dikisahkan A’isyah: bahwa Nabi menikahinya ketika dia berusia enam tahun dan menikmati pernikahannya ketika berusia sembilan tahun. Hisham berkata: Aku telah menceritakan bahwa A’isyah menghabiskan waktunya dengan Nabi selama sembilan tahun (yaitu hingga kematiannya).

    Bukhari Vol.7, Kitab 62, Pasal 65.

    Muhammad telah bernasu birahi kepada anak berusia enam tahun. Apa yang tersimpan di dalam otak Muhammad? Apa pikiran mesum nabi merupakan perbuatan suci?

    • ahmed shahi kusuma says:

      @lambang
      nah itu lo Lambang, sampeyan perlu belajar pada pakar Islam seperti beliau ini ( sang kebenaran). Beliau luar biasa lo pengetahuannya tentang Muhammad dan islam. Syekhuna Sang kebenaran itu lo memberi tau sampeyan hanya ada satu jalan menuju Tuhan ( Yohanes 14:6), bukan lewat Muhammad, Gautama, Musa dll. Gitu lo Mas Lambang!

    • lovepassword says:

      Wah namanya dahsyat tuh : Sang Kebenaran…He he he…( mringis dulu ah )

      • ahmed shahi kusuma says:

        @lovepassword
        Kalo menurut Theodor(e) Adorno, pemilik keb
        benaran (Truth) dengan huruf besarlah yang
        membuat darah tumpah di muka bumi, entah itu
        pake atas nama bangsa,Tuhan, atau kelas.
        saya belajar memakai kata sang kesalahan saja, karena klaim kebenaran justru menjadi api
        dan pedang , saya jadi sang kesalahan aja deh!

    • @Mas sangkeb,
      Jadilah Mas sangkebai,
      Dan jadi Mas sangkemer!

      Salam Damai!

  17. darius says:

    betul…betul…betull!
    Itu kata sang kebenaran…
    Kalau sang kesalahan bagaimana ya kira2..
    REGardz…

    • ahmed shahi kusuma says:

      Sejak awal, dengan kasih rahman rahimNya , Tuhan tidak pantas menghukum manusia, karena manusia bergantung padaNya……
      Jadi mau lewat jalan apa saja untuk mengenalNya (kalo ketemu dan ada), atau agnostikisme bUdha dan ateisme asketik Jain boleh juga..

  18. gaelby says:

    Pencerahannya mantab Bro… Thanks I like it.

    Salam sobat🙂

  19. G3mbel says:

    apapun itu agama nya toh agama hanyalah sekedar sebuah konsepsi, tentu balik lagi ke hal pokok yakni tergantung dari orang yg bersangkutan sebab sikap beragama tidak mengharuskan seseorang mengklaim agama tertentu dan kadangkala orang yang mengaku memiliki suatu agama pada kenyataan terlihat seperti tidak beragama.

  20. Dunia iku palsu says:

    Puh..Sip2 wunge..B-)

  21. Seperti kata seseorang,
    Jangan bertanya apa agamamu,
    Tapi seberapa beragama kamu?

    Salam Damai!

  22. jamurstress says:

    Agama timbul dari rasa takut manusia terhadap hal hal yg tidak menyenangkan, apapun agamanya minumnya the bolot sosro…ok?

  23. sikapsamin says:

    Lho…saya belum komeng to?

    “AGAMA TERBAIK”?

    DIMANA-SAJA, KAPAN-SAJA, MENGHADAP KEMANA SAJA, TIDAK PERLU DIHITUNG BERAPA TEGUK…

    Kata simbah…itulah BHINNEKA TUNGGAL ESA

  24. Yes! Mas Sam!
    Bineka tunggal esa!
    Agama itu memerdekakan kita
    Dari kejahatan dan kebodohan.

    Salam Damai!

  25. Lambang says:

    Betul itu mas Samin dan brat MK. Dengan beragama, minimal kita punya pilihan untuk curhat selain ke mamak, pasangan hidup atau pacar.🙂

    Kalau ngga beragama lalu kapalnya karam di tengah laut, mau curhat ke siapa? Masih untung kalau ketemu lumba-lumba. Minimal bisa bicara dengan isyarat dan wajah memelas.:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: