Tujuan Bersyukur


Q: Apakah tujuan manusia bersyukur kepada Tuhan?

Artikel selengkapnya bisa baca di sini:
Tujuan Bersyukur

60 Responses to Tujuan Bersyukur

  1. emina says:

    bersyukur, agar dpt menikmati kehidupan dgn apa adanya diri kita skrg, dan terus berusaha menjadi lbh baik.
    kalo nda bersyukur, mana bisa menikmati hidup? stres krn selalu merasa kurang atw ga beruntung

  2. lovepassword says:

    Jawaban yang mungkin agak tepat adalah kita bersyukur kepada Tuhan dalam bentuk berbagi kepada sesama

    Jika Mas Lambang lagi punya bakso, jangan lupa lho di sini ada manusia yang berminat di bagi juga . ^_^

  3. Sumego says:

    Ikut nimbrung ya mas Lambang…Saya pilih, Benar atau Tidak, semua tergantung pada sudut pandang kita… dapet berapa nih?

  4. sikapsamin says:

    Tujuan bersyukur…

    Menurut pakemnya simbah :
    – mangerteni marang SANGKAN PARANING DUMADI ;
    – mangerteni marang TITAH/FITRAH DIRI PRIBADINYA ;
    – mangerteni marang SAPADA-PADA TITAH ;

    kanggo anggayuh KESELARASAN-HIDUP.

    Tapi ada pakem lain, tujuan bersyukur adalah agar memperoleh keber’UNTUNG’an sebanyak mungkin.
    Misalnya : -UNTUNG hanya rumahnya terbakar;
    -UNTUNG hanya kakinya yg patah;
    -UNTUNG hanya…dst.

    Terakhir sekedar ‘tips’ untuk foot-note mas Lambang diatas guna menetralisir stress :
    – memperhatikan semut atau apa, dalam menjalani kehidupannya;
    – memperhatikan perilaku tumbuhan, misalnya kita potong ujung rantingnya, tidak berapa lama dibawah potongan tadi akan muncul 2 atau 3 tunas baru ;
    – bercengkerama dg anak balita, kalau kebetulan tugas luar ya cari anak balita yang ibunya janda;

    Silahkan tips yang mana yang dipilih…

  5. emina says:

    Oh masih ingat janji itu? janji emg utang, apalagi laki2: pantang ingkar janji. tp mas lambang ga usah khwtr, ga apa2 ga usah memaksakn diri utk ngasih. lupakan aja. terimakasih🙂

    • Lambang says:

      Sabar aja dik, nanti pasti ditepati. Kemarin2 ada masalah besar yang membuat down abis. Sekarang masih tugas lama di luar kota.
      Mudah2an sebelum lebaran sudah selesai tugasnya.

  6. sikapsamin says:

    Wooo…eh gak sido ahh,
    Tapi memang menepati janji memang termasuk aktualisasi/implementasi rasa syukur juga sih…

    aku pake helm dulu aaahhh…

  7. m4stono says:

    ini critanya dialog antara islam dan abangan yah:mrgreen:

    kan rumusnya gampang to, kalo pingin syukur dalam urusan rejeki ya lihat kebawah, kalo urusan ibadah lioat keatas, kan repot kalo punya motor pitung tapi lihat herli depitsen, ya kapan syukurnya, mending liat sepedha onthel baru bisa syukur……..kalo sholat pas jumatan thok tapi lihat yg sholatnya setahun sekali mah repot.:mrgreen:

    jadi kalo kasusnya mas lambang ya lihatlah berapa banyak yg belum dapet kerjaan yg kepingin kerja, berapa banyak yg cacat sedangkan kita masih utuh kumplit:mrgreen:

    jan2e yo meri weruh bang ical sugih mbrewu, kapan yo iso sugih:mrgreen:

    • Lambang says:

      Ora Kang. Ini dialog imajiner antara AKU dan aku *halah*

      Jan-jane ngga nyambung Kang. Komennya tentang cara bersyukur, padahal topiknya apa tujuan bersyukur.

      Hayuh coba lagi…:mrgreen:
      Siapa tahu dapet voucher gudeg ceker eyem…😆

      • m4stono says:

        jan2e ora tak waca je….hihihi:mrgreen:

        yg penting kan ada kata syukurnya to…hihihih

        kalo aku bersyukur dengan cara makan enak sampe kenyang hingga glegeken lalu tidur pulas, bebas to hidup menjalani sebgai buto di alas hihihihih:mrgreen:

  8. emina says:

    no, thanks🙂

  9. Ibeng says:

    Biar manusia menyadari alias tau diri.
    kalo’ bukan karna kebaikan tuhan,maka gak ada bedanya manusia dengan cacing.

    • Lambang says:

      Padahal ada cacing yang bisa menyembuhkan tipus dan menggemburkan tanah sehingga bermanfaat bagi manusia. Gimana kalau diganti tikus aja?🙂

  10. sikapsamin says:

    Hi..hi..hi…

    Malah kata simbah…manusia yg gemar MEMBALAK-HUTAN derajatnya lebih-rendah dibanding Berang2(beaver)…

  11. G3mbel says:

    kalo saya sendiri syukur itu lebih identik dengan sikap merasa puas di segala kondisi cuma sikap merasa puas disegala kondisi tuh bukan perkara mudah dan jujur saya pun belum bisa seperti begitu , kalo tujuan syukur itu dikaitkan lagi dengan tuhan malah jadi makin ribet:mrgreen: , lagian kata agama juga mau syukur atau gak itu samasekali gak berdampak pada tuhan. jadi syukur itu untuk diri sendiri.

    dengan bersyukur diharapkan kesadaran seseorang itu semakin meningkat, seiring dengan itu bertambah pula pengetahuan nya.🙂

  12. Betul tuh: “syukur itu lebih identik dengan sikap merasa puas di segala kondisi”. Sulit memang, karna tubuh itu kodratnya penuntut, dia lemah.

    Salam Damai!

  13. Lambang says:

    Mas Gem dan Brat MK,
    Seandainya kita memang mampu bisa puas dalam segala kondisi, bukankah itu akan menutup kreativitas dan daya juang? Padahal katanya para motivator dan proklamator, kita tidak boleh mudah puas. Segalanya harus diperjuangkan sampai titik darah penghabisan. Hidup atau mati. Merdeka!

    *oh.. maaf, lagi kena pengaruh lampion diujung gang*

    • G3mbel says:

      Seandainya kita memang mampu bisa puas dalam segala kondisi, bukankah itu akan menutup kreativitas dan daya juang? Padahal katanya para motivator dan proklamator, kita tidak boleh mudah puas.

      seperti nya memang demikian mas makanya terlalu riskan jika kita langsung mengidentikan syukur tuh dengan sikap puas d segala kondisi dan keadaan, soalnya kalo salah interpretasi dan persepsi bisa tersesat ke sikap fatalistik .

      Tapi yang jelas syukur itu bukan sebuah pengkondisian tapi lebih tepatnya mengacu pada keadaan di dalam diri yang kokoh dan stabil yg sudah terbebas dari segala pengaruh dari laur baik itu berupa suka ataupun duka. tidak lupa daratan ketika senang serta tidak hilang ingatan ketika susah

      maka dari itu untuk sampai pada derajat syukur itu bukan perkara mudah bahkan dengan modal daya juang berapi2 dan kreatifitas cemerlang pun sepertinya belum cukup sebab keduanya hanyalah bagian dari proses untuk sampai kesana.

      hukum alam itu tidak bisa di lawan selain untuk dijalani selanjutnya dilampaui. setiap aksi itu akan menimbulkan reaksi .

      bisa jadi syukur yang sebenarnya hanya bisa dicapai ketika seseorang telah melampaui hukum aksi dan reaksi.

      lebih sederhananya sungguh beruntunglah seseorang yg letak kepuasannya tidak sekedar dengan mendapatkan tapi dengan jalan memberi, memberi dan memberi sebab sesuatu yang kita dapatkan satu saat akan kita lepas atau akan terus selamanya melekat sedangkan sesuatu yang kita berikan itu otomatis sebagai bagian dari upaya pelepasan.

      ini baru sekedar teori jadi prakteknya ya kita sama-sama jalani saja:mrgreen:

      salam syukur piiis ah…😆

  14. Begitulah keinginan tubuh itu.
    Setelah RI merdeka malah ingin merdeka dari RI.
    Titik darah sudah habis demam berdarah baru mulai.
    Ah! Nggak ngetilah aku dimana ujung balapan ini.

    Kurasa ada benernya begini:
    Carilah maka kita akan mendapatkan, ketuklah maka pintu akan dibukakan. Tetapi carilah terlebih dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka segala sesuatunya akan ditambahkan. Kemudian bersyukurlah kita pd setiap tahap perolehannya.

    Salam Merdeka!

    • Lambang says:

      Brat!
      Bukannya yang sulit justru di tahapan mencari kerajaan Allah dan kebenarannya itu? Sering orang menjadi putus asa dalam pencarian karena selalu salah mengetuk pintu. Apalagi kebenaran yang hakiki itu sangat sulit ditemukan, karena benar atau salah itu sangat subyektif baik bagi perorangan maupun bagi suatu kaum.🙂

    • Brat!
      Bukannya yang sulit justru di tahapan mencari kerajaan Allah dan kebenarannya itu?

      Ya! Sangkin sulitnya, maka ada tahapan perolehan yg patut untuk syukuri. Kerajaan Allah dan kebenarannya itu ada di hal-hal nano dan Tera. Hal-hal mikro dan mega udah mulai habis dijarah pemujaNya terdahulu, kali.
      Sulit memang, bila bahasa kita mati dan monoton, atau kita tak bisa atau tak biasa menemukan kata.

      Sering orang menjadi putus asa dalam pencarian

      Pencaharian harus ke tiga arah kurasa, hh.
      Arah alami, arah duniawi, arah Illahi.
      Seimbang, jangan pincang dan putus asa.

      karena selalu salah mengetuk pintu.

      Kalau salah mengetuk pintu berarti itu jendela yg kegedean spt pintu. Sering kita merasa malu mengetuk pintu, malu dituduh pengamen. Padahal mereka semua pun selalu mengamen kepada Tuhannya.

      Apalagi kebenaran yang hakiki itu sangat sulit ditemukan, karena benar atau salah itu sangat subyektif baik bagi perorangan maupun bagi suatu kaum.

      Kebenaran itu bertumbuh seiring dgn pengetahuan kita.
      Bahasa dan pengetahuan kita tak sempurna dan terbatas.
      Jika yg sempurna datang maka yg tak sempurna pergi.

      Ya! Masalah apapun itu,
      Kita hrs mensyukuri segalanya,
      Supaya tidak gampang prustasi.

      Salam Damai!

      • Soal salah mengetuk pintu jangan kaget!

        Pan, kalo benda diketuk pintu kebika kliatan molekul, Molekul diketuk kliatan atom. Atom pun diketuk kliatan proton, neutron dan elektron. Elektron diketuk ada muatannya dst.
        Tapi kalo monyet diketuk kliatan manusia, ya kagetlah, hh. Apa itu maksudnya salah ketuk?

        Salam Kaget!

      • Lambang says:

        Lha iya soal proton itu. Kalau diketuk berkali-kali dan sampai ke level paling dalam, ternyata koq kosong.
        Jangan-jangan yang kita cari sebetulnya lagi iseng petak umpet. Jangan-jangan sebetulnya bliow sudah selalu bersama kita sejak Big Bang sampai Big Cruch nanti.

      • Hh, petak umpet, Ato,
        Mainin dulu yg dibukakan,
        Lain kali ketuk aja lagi.

        Salam Damai!

  15. m4stono says:

    apa ya yg membedakan antara sukur dan sukurin?:mrgreen: kalo gak salah yg satu mengekspresikan atas kebaikan diri sendiri/org lain, kalo sukurin mengekspresikan atas keburukan org lain:mrgreen: padahal sih beda2 tipis😆

    • Lambang says:

      Kalau soal beda-beda tipis itu banyak di pembacaan huruf Arab Kang. Salah huruf atau tajwid, bisa berbeda makna. Konon kita harus berhati-hati baca Al-Qur’an atau doa dalam bahasa Arab. Salah-salah bukannya dikasih rahmat oleh Tuhan, tapi malah dikasih musibah karena salah makna doa.:mrgreen:

      Tapi apa hiya Tuhan segitu lugunya sampai ngga memahami maksud si pengirim doa…🙂

      • m4stono says:

        baru tahu yah kalo tuhan itu ndeso?:mrgreen: paling tidak itu yg dicitrakan oleh para pecinta persepsi radikal atas agamanya sendiri….

        paling tidak saya masih bisa bersukur atas ketidak sukuran orang lain yg pandai mensukur sukurin….hihihih:mrgreen:

      • Lambang says:

        Hihi… lha kemarin ada konvoi rombongan yang berbaju putih koko, jenggotan dan pici haji untuk memperingati hari jadi ormasnya yang ternyata malah bikin macet Jakarta. Sempet-sempetnya juga demo ke Istana Merdeka. Bener-bener menampilkan citra yang sangat buruk tentang keimanannya sendiri.

        Daripada biyayakan di jalanan, kenapa ngga memperingati hari jadi sambil tausiyah di masjid besar. Setelah itu memberikan santunan ke yatim piatu dan para tuna wisma yang sengaja diundang ke masjid itu. Dijamin citranya akan meningkat drastis.🙂

  16. sikapsamin says:

    Mmmmm…tentang ‘beda2 tipis’ dalam hal pembacaan huruf Arab…konon memang begitu to mas Lambang?
    Sudah cukup lama simbah memperingatkan tentang hal tersebut, bahkan mengatakan “salah2 ayat-suci berubah menjadi mantra-api”
    Bukannya mendapat rahmat-tuhan tetapi rahmat demit/iblis/jin/setan…
    Pernah memberi contoh begini: Arab dan ar Rabb, coba pikiren nang kata simbah…
    Gusti Ingkang Murbeng Dumadi iku MAHA MENDENGAR, MAHA-MENGERTI, MAHA-MENGETAHUI…”TAN KENA KINAYA APA”
    Ora usah nganggo bahasa, ora usah nganggo BERHALA-HURUF…nung-nong-nang-ning-neng

    Waktu itu saya cuma diem pura2 ngerti…
    Tapi setelah baca uraiannya mas Lambang diatas, ‘pura2’ saya agak berkurang…

    Makasih mas…salam ‘pura2’…eh ar-Rabb…
    Mangsutku salam tuhan

  17. Lambang says:

    Iya mas, bahasa Arab memang cukup sulit. Apalagi yang gundul.🙂
    Saya pernah iseng nguji teman sak kantor (50an orang). Tak kasih 1 lembar artikel arab gundul dan minta diterjemahkan. Ngga ada yang sanggup. Jadi, ada berapa persen muslim yang fasih arab? Padahal dulu pernah ada ustadz yang bilang bahwa muslim itu harus fasih bahasa arab, karena di alam kubur nanti malaikat akan bertanya dalam bahasa arab. Duh, ndesonya… Ada malaikat arab…🙂

    • sikapsamin says:

      …karena dialam kubur nanti para malaikat akan bertanya dalam bahasa arab…

      Maaf mas Lambang, kalau dlm penulisan apa mungkin yg ‘benar’ begini :
      …karena dialam kubur nanti para malaikat akan bertanya dalam bahasa ar Rabb…

      Dari sini muncul pertanyaan: “apa beda bahasa Arab dg bahasa ar Rabb”?!?

      Sekali lagi maaf kalau saya melèncèng dan lancang… Tks

      Salam…ar Rabb

      • m4stono says:

        kalo yg mati orang jawa ya pake bahasa jawa atau bahasa jawa/jews/yahweh/jehova?? lalu apa bedanya orang jawa dengan org arab?? kan sama2 pake bahasa tuhan:mrgreen:

        salam yahudi nglindur:mrgreen:

  18. Lambang says:

    Mas Samin,
    Keknya Arab menjadi Ar-Raab itu hasil gothak-gathuk. Saya pernah baca tentang Tuhan yang pasti akan (atau telah) menurunkan pemberi petunjuk sesuai dengan bahasa kaumnya. Ada juga yang pernah mengatakan bahwa bahasa AQ itu bahasa khusus yang bukan arab, tapi sangat mirip arab. Ada kata-kata yang belum ada sinonimnya pada jaman itu. Tapi tetep masih belum bisa saya nalar kenapa Tuhan tidak mau menjadikan Arab sebagai bahasa internasional. Koq malah bahasa Inggris yang mencuat. Malah SAW pun diterjemahkan jadi PBUH.

    • sikapsamin says:

      Kalau Ar-Raab…mungkin iya gothak gathik gathuk,
      Tapi ar Rabb ada di mbah Google, artinya “Yang Memiliki dan Mengatur Segala Sesuatu (didalam Alam Semesta?)”
      Soal Tuhan menurunkan seorang Pemberi Petunjuk dg Bahasa Kaumnya,
      saya ya sering dengar. Cuma mana…saya tunggu2 Pemberi Petunjuk sing Berbahasa Samin…mana…mana?!?

      Konon dlm Surat ar Rum ayat 20-22… (kalau gak salah lho mas)

  19. Lambang says:

    KangTon, dulu saya berimajinasi ruh itu berbentuk mirip manusia. Jadi bisa tanya jawab dengan malaikat dll. Belakangan ini imajinasi itu buyar karena ada pemahaman baru tentang enerji dan quantum physics. Contohnya adalah ribuan ikan kecil yang bisa bergerak berubah arah secara cepat dan sinkron dalam hitungan milidetik. Ternyata mereka menggunakan sejenis telepati. Lha kalau ikan kecil saja bisa, mosok menungso ngga bisa? Apalagi malaikat. Mangkanya tanya jawab itu saya anggap hanya metafora untuk menyederhanakan kalam illahi.

    • sikapsamin says:

      Nhaaa…iki saiki tekan kéné…

      Betul mas Lambang, saya pernah memperhatikan perilaku dulur2ku -manuk blekok/sapi/wedhus- mereka gelisah/ribut duluan menjelang ada gempa.
      Malah konon yang liar dihutan berlarian mengevakuasi diri sebelum peristiwa terjadi…
      Kesimpulan saya(hihihi…kemlinthi)…
      “Mereka mendapat early-warning dalam bahasa kaumnya”

      gitu aja kok repot

      • Lambang says:

        Mas Samin, saya pernah diskusi dengan penganut kejawen. Bliow bilang “Makanya jangan ikuti petunjuk yang dari arab sono. Ikuti aja petunjuk yang asli dari tanah jawa sini. Gitu aja koq repot.” ternyata ngikuti yang asli dari sini juga banyak versi dan “service pack”. Hasil akhirnya ya hanya meditasi dan visualisasi saja. Siapa tahu ada halusinasi dengan rasa Tuhan yang mendadak muncul.

  20. Lambang says:

    Wah hiya, maap saya salah tulis. Maksute ya Ar-Rabb itu. Apa iya kata “arab” itu bermula dari Ar-Rabb, dan bukan sekedar gothak gathuk? Lha waktu jaman nabi Musa atau Isa di sekitar TimTeng sana, koq kata “arab” belum diasosiasikan dengan Ar-Rabb?
    Maaf lho banyak tanya, soale saya belum tahu asal usul kata “arab”. *mangkanya tanyalah kepada mas Samin atau ahlinya*

    • sikapsamin says:

      Hihihi…wis keroso nek digiring to mas?

      Lha akhirnya gathuk pertanyaannya soal asal-usul kata arab dan diasosiasikan dg ar Rabb…?!?
      Tapi disalah satu situs, ar Rabb adalah 1 dari 99 nama Tuhan…katanya.

      Saya ya cuma tanya2 mbah Google lho, masih nul puthul soal beginian, cuma nek kambuh bahasa’ne agak kemlinthi…hihihi

      Sing penting tetep…Salam ar Rabb

    • Lambang says:

      Hihi… podo nul puthul mas soal bahasa arab kuwi.🙂
      Sing penting nggaya dhisik…:mrgreen:

      Salam Nul Puthul…

    • m4stono says:

      kalo jarene simbahe kang samin…halah….al rabb itu kan artinya tuhan, gak tahu tuhan yg mana spt di surat alfatihah “rabbil aalamin” artinya tuhan seru sekalian alam gak tahu tuhan yg mana dan bagaimana kok bisa teriak seru2 gitu:mrgreen: atau di annas “rabbinass” artinya tuhan/raja bagi manusia keknya ini perlu direvisi terjemahan dari depag, kan tuhan manusia itu nafsunya sendiri:mrgreen:

      • sikapsamin says:

        Tapi begitulah mas Tono, sampai2 simbah menyodorkan dlm bentuk tulisan, maksudnya biar jelas bedanya.
        Diskusi kita ini kan keywordnya “beda2 dikit” to, ya nggak?
        Sekarang saya malah ingat salah satu ulasan mbah Wiki(pedia), tapi saya lupa kata arab apa, bahwa satu kata bisa mempunyai 19-arti.

        Tapi kesamaan akhir kita adalah Pertanyaan “mulai kapan dan oleh siapa gothak-gathik-gathuk antara kata Arab dengan ar-Rabb”?!

        Saya yakin (bukan mbela2in gimana), simbah juga pernah bingung dulunya.

        Kalau arti ar-Rabb adalah Yang Memiliki dan Mengatur Segala Sesuatu di Alam Semesta…dan seandainya simbah orang arab mestinya ya sah2 aja mengatur segala sesuatu didunia ini (panggung sandiwara-kata ahmad albar). Oo ini samin-masuk neraka, oo ini mastono 99-th neraka dulu kemudian 99-th surga… Tul nggak?!?
        Bingung aku…wis mbuh…

  21. Lambang says:

    Ati-ati lho dibalang susur sama simbah.

    Ditinjau dari tata bahasa, arab itu beda spelling dengan Ar-Rabb. Ditinjau dari kelakuan, yang suka gothak-gathuk itu orang jawa atau yang lama di jawa. Ditinjau dari mayoritas negara pemeluk, keknya yang menggunakan kata arab hanyalah orang arab, india dan melayu. Ditinjau dari penyebar agama, banyak habib yang jadi kyai, ustadz dan pemimpin pesantren di sini. Ditinjau dari kebanggaan kelompok, ada habib yang yakin bahwa nenek moyang dan keturunannya tidak akan di hisab.

    Jadi, kesimpulannya belum ada karena data pendukung masih kurang kuat.
    *halah, jebul mek ngono thok*

    • m4stono says:

      lho kan emang sudah watak orang jawa yg suka othak athik gathuk, kalo diforum sekarang sedang rame antara sleman dengan sulaiman, jangan2 nabi sulaiman dulu tinggal di sleman:mrgreen: antara saba dgn wonosobo, keknya ini terlalu dipaksain deh:mrgreen: dan juga antara candi ratu baka dengan ratu balqis….keknya ini pemerkosaan ratu balqis😆

      tapi kalo saya pribadi sih gak terlalu mempermasalahkan teori senyeleneh apapun asalkan ya jangan kebangetan lah:mrgreen: kan kita hanya bisa wait and see aja……….

      salam nglindur di WC karo ngeden

      • sikapsamin says:

        Sik mas Kumbo, olehmu ngeden tunda sik, iki info agak menggemparkan, begini : dari hasil penelitian ilmiah terhadap fosil serpihan papan perahu nabi Nuh, ternyata ternyata terbuat dari kayu-jati yg hanya ada di Jawa.
        Dan prediksi Atlantis oleh prof.Arysio Santos.
        Kedua temuan tsb jelas bukan gothak-gathik-gathuk nya wong Jowo.

        Yg terakhir…bahwa samin iku asli/murni/tulen/100% dari SANGIRAN, sangat jelas 10000%-BUKAN gothak-gathik-gathuk

      • sikapsamin says:

        Lha nek soal ‘teori nylenèh’, jadi ingat cerita simbah setahun yl, begini : “iki tak critani nang, simbah antara ngalamun lan ngimpi, mbayangno bentuk’é p.Jawa, penduduk’é paling padat sedunia utk kategori pulau, dari berbagai ras wni (mangsute warga negara indekos), banyaknya peninggalan purba, jangan2 sing dimangsut perhu nabi Nuh ki yo p.Jawa…

      • m4stono says:

        wuih elok kuwi tembe ngerti aku yen pulau jawa ki ternyata perahu nabi nuh……….tapi aku ra wani nggawe trit ngene iki nang forum iso dibantai entek nggari balung aku:mrgreen:

        yen sangiran sih pancen tuwo tenan fosile, ojo2 kang samin ki salah satu fosile…..kiks….kiks…..mbulayuuuuuuu diplintheng aku:mrgreen:

      • Lambang says:

        Mas Samin,
        Saya sepintas baca teori prof. Arysio Santos yang menganggap Indonesia adalah Atlantis yang hilang itu. Di Internet, teori itu ditanggapi secara kontroversi dan masih belum diakui secara bulat oleh para ilmuwan. Jadi… ya gitu deh…:mrgreen:

        Soal perahu segede pulau Jawa, atau kayu perahu Nabi Nuh itu adalah kayu jati dari Jawa, saya ngga mau komen ah. Ada info menarik di sini.

      • Lambang says:

        KangTon, sapa yang mau membantai kalau hanya membahas perahu Nabi Nuh. Itu kan disebutkan dalam 3 kitab agama samawi. Lagian Nabi Nuh kan popularitasnya jauh di bawah dua nabi terakhir. Yang bahaya kalau berani guyonan tentang nabi yang terakhir. Negara bisa ikut-ikutan ngeroyok.:mrgreen:

        Tapi tak lihat umat muslim sekarang sudah lebih adem ayem. Ada cerita Al-Quran mau dibakar rame-rame di luar negeri sana tanggal 11 Sep nanti, sama sekali ngga ada reaksi balas dendam atau sejenisnya. Luar biasa. Perubahan yang sangat signifikan.🙂

      • m4stono says:

        lha saya di forum cuman jadi penggembira je……paling2 nyepam komen gak mutu:mrgreen:

        yg saya maksud itu membikin trit yg mengatakan bahwa pulau jawa adalah perahu nabi nuh koyo wejangane simbahe kang samin😀 ……lha ada seorang yg membabar teori KH Fahmi Basya yg bilang kalo candi borobudur peninggalan nabi sulaiman aja langsung dibabat habis di forum budaya……jiaan mesakne tenan:mrgreen:

  22. Lambang says:

    Oiya, nambah dikit. Ada lho kata dalam bahasa jawa yang memiliki 19 arti juga, yaitu biyayakan. Artinya kurang lebih: pethakilan, pencilakan, penthalitan, pecicilan, gegabah, sembrono, kurang cermat, kurang fokus, kurang ajar, kurang tata krama, kurang tepo seliro, kurang sopan, kurang etis, kurang patut, kurang hati-hati, grusa-grusu, nabrak-nabrak, blusak-blusuk, dan bludhas-bludhus.
    *pasti pingin ngitung, bener 19 apa ngga*:mrgreen:

    • sikapsamin says:

      Lha betul itu, biyayakan…

      Jadi sing pantes ‘biyayakan’ ngatur masuk surga/neraka, bid’ah/kafir/murtad/sesat, plus analisa Atlantis oleh prof.Arysio Santos, sopo jal?!?

      Hihihi…tambah bingung to?
      salam…biyayakan

      • sikapsamin says:

        Aku ya nambah dikit juga…

        …sing pantes tur berhak/berwenang ‘biyayakan’…

        Tentang beda spelling panjang/pendek- katanya juga beda arti/makna. Mengharap rahmat tuhan, eee…malah kesurupan massal (ngetren juga beberapa tahun terakhir ini)…

        Mbuh mas…gundhulku berasep

      • Lambang says:

        Lha koq nyasar ke Atlantis mas..
        Apa oom profesor itu juga mengatakan bahwa Atlantis ditenggelamkan Tuhan? Mirip dengan analisa terhadap tsunami dan gempa bumi.

      • sikapsamin says:

        Anu kok mas Lambang,
        Arysio Santos, Edgar Cayce, Helena Blavatsky, mereka menurut saya adalah pakar Gothak-Gathik-Gathuk kaliber dunia…
        Ini saya cantumkan agar jangan sampai orang2 jawa dada dan gundhul’é bengkak merasa satu2nya didunia yg punya hak monopoli soal Gothak-Gathik-Gathuk itu tadi…

        Salam…3G

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: