Mendoakan Leluhur

09 October 2010

Di Jawa ini sudah menjadi tradisi penduduk dari semua agama dan aliran kepercayaan untuk mendoakan para leluhur secara berkala pada hari-hari tertentu. Di agama Islam, disebutkan ajaran yang menghimbau untuk mendoakan ayah bin pulan binti pulan dan ibu bin pulan binti pulan. Tidak ada himbauan agar mendoakan juga kakek, nenek, buyut, cicit, canggah, gantung siwur dan leluhur di atasnya. Selain doa kepada almarhum ayah dan ibu, ada juga doa Qunut untuk mendoakan umat secara umum,  dan dibatasi hanya kepada kaum muslim dan mukmin, artinya hanya untuk orang Islam saja.

Artikel selengkapnya bisa baca di sini:
Mendoakan Leluhur

Related Article: Mendoakan Orang Lain


Mari Sebarkan Orgonite di Indonesia

27 September 2010

Mungkin sebagian dari Anda sudah mengetahui apa yang disebut dengan Orgone dan Orgonite. Bagi yang belum tahu, saya berikan penjelasan singkat.

Orgonite adalah perpaduan material sederhana (serabut logam, batu kristal dan resin) yang dicetak dalam berbagai bentuk dan berfungsi untuk menyeimbangkan energi yang ada di alam dengan melakukan konversi enerji negatif menjadi enerji positif. Enerji yang dihasilkan ini disebut dengan Orgone.

Artikel selengkapnya bisa baca di sini:
Mari Sebarkan Orgonite di Indonesia


Mengapa Kita Terkadang Berperilaku Aneh

16 September 2010

Kemarin malam, saya berjalan-jalan di salah satu taman. Saat itu saya sedang menikmati kesendirian. Setelah hampir sekitar setengah jam saya berjalan, tiba-tiba ada seorang wanita di taman yang berteriak, “Hei macho… sini dong…” Dia kemudian melambaikan tangan ke arah saya. Saya cenderung untuk mengabaikannya karena saya pikir saya tidak kenal dengan orang itu, atau mungkin dia memanggil orang lain yang ada di dekat saya. Tetapi rasa ingin tahu saya meledak keluar. Saya berhenti.

Artikel selengkapnya bisa baca di sini:
Mengapa Kita Terkadang Berperilaku Aneh


Pemimpin, Pasrah dan Nerimo

14 September 2010

Sejak kecil dulu, simbah selalu berpesan agar dalam mengarungi kehidupan ini kita selalu pasrah dan nerimo. Pasrah artinya menyerahkan semuanya pada kehendak Tuhan, Allah atau Gusti Allah. Nerimo maksudnya tidak boleh mengeluh atas apapun yang terjadi pada diri kita, baik tentang masalah pekerjaan, perlakuan orang lain, interaksi dengan keluarga dan lingkungan, kesehatan dan lain-lain. Semuanya cukup dilakoni dengan sabar dan selalu mengedepankan sikap yang bijaksana, simpati dan empati.

Artikel selengkapnya bisa baca di sini:
Pemimpin, Pasrah dan Nerimo


Idul Fitri 1431H

10 September 2010

Kepada sahabat dan pengunjung yang pernah mampir di sini, saya mengucapkan Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

Semoga kita juga dapat segera melupakan rasa sebel, benci, marah, dendam dan berbagai perasaan buruk kepada orang lain, yang secara sengaja maupun tidak sengaja telah berbuat sesuatu yang tidak menyenangkan bagi kita.

Memaafkan orang lain dari lubuk hati yang paling dalam, dibarengi dengan permohonan maaf yang tulus dan ikhlas,  jelas merupakan akhlaq yang sangat mulia.

Semoga Tuhan selalu menanamkan akhlaq mulia tersebut ke dalam hati kita semua. Amieen ya robbal alamieen.

Salam Persahabatan. Semoga selalu damai di bumi dan damai di hati.

Gambar: dari sini.


Keputusan Hakim Yang Bijaksana

03 September 2010

*Maaf, ini mungkin kisah yang sudah outdated, tetapi masih memberikan sentuhan yang cukup terasa bagi saya*

Cerita ini terjadi di kota New York pada pertengahan 1930-an ketika AS mengalami depresi ekonomi. Saat itu hari amat dingin. Di seluruh penjuru kota, orang-orang miskin nyaris kelaparan.

Artikel selengkapnya bisa baca di sini:
Keputusan Hakim Yang Bijaksana


Menyambut Lailatul Qadr

30 August 2010

Salah satu cita-cita saya yang belum kesampaian adalah menikmati malam Lailatul Qadr. Malam seribu bulan. Entah itu kiasan atau nyata, yang jelas THR satu bulan saja sudah membuat hati berbunga-bunga, apalagi seribu bulan.

Konon, pada malam itu dan pada timing yang sangat dirahasiakan, gerakan dan indra kita bisa lebih cepat dari waktu. Air seolah tampak berhenti mengalir. Daun jatuh seakan melayang dan berhenti di udara.

Artikel selengkapnya bisa baca di sini:
Menyambut Lailatul Qadr


%d bloggers like this: