*Daftar Artikel*

Daftar Artikel :

202. Ternyata Gambar Bisa Menciptakan Enerji Positif, 06Oct10

201. Mendoakan Leluhur, 09Oct10

200. Mari Sebarkan Orgonite di Indonesia, 27Sep10

199. Mengapa Kita Terkadang Berperilaku Aneh, 16Sep10

198. Pemimpin, Pasrah dan Nerimo, 14Sep10

197. Idul Fitri 1431H, 10Sep10

196. Arabian Jokes, 04Sep10

195. Keputusan Hakim Yang Bijaksana, 03Sep10

194. Menyambut Lailatul Qadr, 30Aug10

193. Menyambut Ramadhan, 10Aug10

192. Tips Menarik Perhatian Orang Lain, 08Aug10

191. Tujuan Bersyukur, 01Aug10

190. Kambing Hitam, 24Jul10

189. Hukuman Yang Nikmat, 22Jul10

188. Halal dan Haram, 29Jun10

187. Dahsyatnya Sedekah, 28May10

186. Agama Terbaik, 06May10

185. Menghilangkan Pikiran Negatif, 30Apr10

184. Brain Wave Generator – Brain Simulator, 27Apr10

183. Kekuatan Imajinasi, 21Apr10

182. Jadilah Seeorang (Be Someone), 06Apr10

181. Filosofi Sebuah Pensil, 30Mar10

180. Mencipta dan Mengukir Dunia, 13Mar10

179. Ada dan Tiada, 25Feb10

178. Censorship di Iran, 14Feb10

177. Pria Berpikir Tentang Seks 5.000 Kali Setahun, 12Feb10

176. Anak Yatim Haiti Dijual 50 Dollar, 04Feb10

175. Menunggu Bisikan atau Lemparan Batu, 31Jan10

174. Koreksi Arah Kiblat, 27Jan10

173. IQ dan Agama, 24Jan10

172. Wanita Dilarang Naik Ojek, 18Jan10

171. Phil Hansen – Pelukis Luar Biasa, 16Jan10

170. History of Religion, 15Jan10

169. Mengatur Jenis Kelamin, Warna Rambut dan Kulit Bayi, 14Jan10

168. Mengapa Kera Tidak Pernah Mentertawakan Kera Lain?, 13Jan10

167. Menurut Ilmuwan, Malaikat Tidak Bisa Terbang, 12Jan10

166. Biaya Membunuh – Satu Juta Dollar per Tentara, 12Jan10

165. Usia Berapa Yang Dianggap Paling Bahagia?, 10Jan10

164. 30 Buku Yang Layak Dibaca Sebelum Usia 30, 08Jan10

163. Menurut Ba’asyir, Gus Dur itu Murtad, 06Jan10

162. Queen Rania of Jordan, 05Jan10

161. Tragedi Kyia Liberal, Akhir Hayatnya Memilukan, 05Jan10

160.  Ancient Aliens, 02Jan10

159. Jaran Goyang, 02Jan10

158. Pikiran Menjadi Kenyataan, 02Jan10

157. Masa Lalu dan Masa Depan, 31Dec09

156. Menangkal Kehancuran Global, 29Dec09

155. Kiamat, 26Dec09

154. Selamat Hari Natal dan Dilemanya, 25Dec09

153. Karakter Wanita Berdasarkan Sepatu, 25Dec09

152. Bayi Lucu, 24Dec09

151. Samudera Kasih, 23Dec09

150. Rekor Masuk Neraka, 22Dec09

149. Wolo Wolo Kuwato, 20Dec09

148. Prostitusi – Haram Tetapi Legal, 21Dec09

147. Kreativitas, 20Dec09

146. Penyembuhan Kebutaan Dengan Stem Cells, 19Dec09

145. Asumsi, 19Dec09

144. Intelejensia Pada Gurita, 18Dec09

143. Tips Kesehatan Dokter Tan Ngom Yang, 17Dec09

142. Confusius dan Muridnya, 16Dec09

141. 10 Pekerjaan Terbaik di Dunia, 15Dec09

140. Cara Mudah dan Murah Untuk Menjadi Sehat, 13Dec09

139. Empat Lilin, 13Dec09

138. Global Peace Index 2009, 12Dec09

137. Akar Gerakan Islam Radikal, 11Dec09

136. Haram Level Tiga, 09Dec09

135. Tentang Atheisme dan Tuhan Yang Tak Harus Ada, 09Dec09

134. Bahagia Duluan atau Manembah Duluan, 07Dec09

133. Personality Disorder, 06Dec09

132. Perubahan Muncul Dari Dalam Diri, 04Dec09

131. YouTube – Five Most Viewed Video – Above 100 Million Views, 03Dec09

130. Kencan Spiritual, 03Dec09

129. Religion and Science, Part Four (4/4), 02Dec09

128. Religion and Science, Part Three (3/4), 01Dec09

127. Religion and Science, Part Two (2/4), 29Nov09

126. Religion and Science, Part One (1/4), 27Nov09

125. Realitas dan Imajinasi, 25Nov09

124. Cintailah Produk Indonesia, 24Nov09

123. Pengaruh Fluoride Pada Pineal Gland, 23Nov09

122. The Orion Conspiracy, 22Nov09

121. Korelasi dan Kausalitas, 21Nov09

120. Kegemukan Menyebabkan IQ Turun, 20Nov09

119. Sajian Malam Jum’at, 19Nov09

118. Bohong, 19Nov09

117. Angels Don’t Play This HAARP, 19Nov09

116. Mitigasi Bencana, 17Nov09

115. Magic Tricks, 16Nov09

114. Ketika Ilmuwan Bernyanyi, 14Nov09

113. Hujan Meteor 17-Nov-09, 13Nov09

112. Ida, Lucy, Ardi dan Dino, 12Nov09

111. Katakan dengan Bunga, 10Nov09

110. Doa dan Solusi, 09Nov09

109. What The Bleep Do We Know, 05Nov09

108. Rendra, Adwiah dan Bima, 04Nov09

107. Ego – Jiwa – Jati Diri, 03Nov09

106. Illuminati – Freemasonry, 31Oct09

105. The Mind and Thought, 28Oct09

104. The Oxford Murders, 26Oct09

103. Baik dan Jahat, 25Oct09

102. Turbo Hamster, 24Oct09

101. Madu dan Racun, 19Oct09

100. Blog Celebration, 13Oct09

99. Kesadaran Kosmis, 12Oct09

98. Membela Tuhan – Karen Armstrong, 09Oct09

97. Malaikatpun Harus Tahu Ngeblog dan Transfer ATM, 08Oct09

96. Biola Tak Berdawai, 03Oct09

95. Satu Malaikat Yang Menangis Dan Doa Seribu Iblis, 01Oct09

94. Menciptakan Dunia Pribadi, 29Sep09

93. Mitos 10 Persen Otak, 25Sep09

92. Jalan-Jalan, 23Sep09

91. Allah, 20Sep09

90. Lebaran, Makan Besar, 20Sep09

89. Idul Fitri 1430H, 18Sep09

88. Menepati Janji, 17Sep09

87. Hikmah Lailatul Qadar, 16Sep09

86. Realitas Spiritual, 16Sep09

85. I See You – Sawa Bona, 14Sep09

84. [HUMOR] Salad dan Mie, 14Sep09

83. Sabar Terhadap Gangguan, 13Sep09

82. Hafizh Sang Guru, 12Sep09

81. Trust God, 11Sep09

80. Jangan Selalu Menunggu, 10Sep09

79. 09-09-2009 09Sep09, 09Sep09

78. Pesan Kehidupan dari George Carlin, 09Sep09

77. Simpati dan Empati, 08Sep09

76. Emotional and Spiritual Quotient (ESQ), 07Sep09

75. Arabian Music, 06Sep09

74. Sudut Pandang 2,04Sep09

73. Sudut Pandang, 02Sep09

72. Apakah Time Travel Bisa Dilakukan, 31Aug09

71. Agama dan Perilaku, 26Aug09

70. Misteri Lailatul Qadar Dari Sisi Ilmiah, 22Aug09

69. Ramadhan Sudah Datang, 21Aug09

68. Dimensi ke Empat, 28Jul09

67. Cinta Buta, 26Jul09

66. Di Balik Pengeboman – Sebuah Introspeksi, 23Jul09

65. Menghilangkan Rasa Bersalah, 15Jul09

64. The Power of Now – Eckhart Tolle, 19Jun09

63. Membaca Tanpa Memahami Makna, 14Jun09

62. Tatap Mata Bersahabat, 11Jun09

61. Ahlussunnah wal Jamaah, 06Jun09

60. Joko Penthil dan Manusia Poligami, 04Jun09

59. Ingin Tahu Nanti Masuk Surga atau Neraka?, 02Jun09

58. Pusing Tiga Kali!, 30May09

57. Berhenti Berkomen – 27May09 22:00, 27May09

56. Kontemplasi Pertama, 23May09

55. Meditasi dan Kepribadian, 20May09

54. Jiwa dan Ruh Manusia, 18May09

53. C’est La Vie – Jean Michel Jarre, 13May09

52. Meneruskan Tradisi Melempar Award, 10May09

51. On Friendship by Kahlil Gibran, 06May09

50. Quote of the Day, 30Apr09

49. *** (deleted), 29Apr09

48. Kembali ke Peradaban, 26Apr09

47. Halaman Introspeksi, 21Mar09

46. Wawancara Eksklusif: Buddha Bar!, 19Mar09

45. The Five Tibetan Rites, 17Mar09

44. Sate Sandal atau Sate Kelabang, 15Mar09

43. Komposisi Kehidupan, 12Mar09

42. Sang Guru, 12Mar09

41. Belajar Kepada Majelis Setan, 10Mar09

40. Apakah Tuhan Menciptakan Kejahatan ?, 10Mar09

39. Memahami Hakikat Ilmu, 10Mar09

38. Nikah Siri, 05Mar09

37. Berprasangka Baik kepada Tuhan, 04Mar09

36. Kekuatan Sedekah, 04Mar09

35. Tujuh Pertanyaan Setan kepada Allah SWT, 03Mar09

34. Cinta Kasih Universal, 02Mar09

33. Menjual Keperawanan, 28Feb09

32. Manusia Identik dengan Yang Dicintainya, 28Feb09

31. Teori Evolusi Charles Robert Darwin, 28Feb09

30. Botol Kehidupan, 26Feb09

29. Tenzing Norgay – Tiger of the Snows, 26Feb09

28. Tak Perlu Ajari Kami Berpuasa, 26Feb09

27. Seorang Arab dengan darah Yahudi, 24Feb09

26. Apakah Gus Dur membela Israel ?, 22Feb09

25. Zoundry Raven – Blog Editor, 22Feb09

24. Mengenali Orang Lain, 22Feb09

23. Tuhan Dan Malaikat Saja Bershalawat, 22Feb09

22. Sholat Malam dan Ahlulbait, 22Feb09

21. Rezeki Jasmani dan Ruhani, 22Feb09

20. Maria Ozawa Miyabi, 20Feb09

19. Beauty Contest para Caleg, 18Feb09

18. Polemik Ponari, 15Feb09

17. Kekayaan Manusia yang Terbesar, 15Feb09

16. Bawa Muhayyaddin, 10Feb09

15. Mendoakan Orang Lain, 08Feb09

14. Kampanye Donor Organ, 08Feb09

13. Jangan Berdagang Dengan Allah, 07Feb09

12. Manfaat Lain Dari Iblis, 06Feb09

11. DNA Spiritual, 04Feb09

10. God is a Girl, 02Feb09

09. Konsepsi Tentang Kafir, 01Feb09

08. License to Kill, 01Feb09

07. Pengemis Favorit, 01Feb09

06. Di Situlah Wajah Allah, 26Jan09

05. Takdir Masuk Surga atau Neraka, 26Jan09

04. Pandangan Hidup Jawa, 26Jan09

03. Ranking Agama dari Jumlah Pemeluk, 26Jan09

02. Akankah Indonesia menjadi negara Islam ?, 26Jan09

01. Islam Abangan – apa itu ?, 26Jan09

Pre-Opening Articles:

16 Responses to *Daftar Artikel*

  1. elfan says:

    Kepastian ajaran agama Islam yang disampaikan Nabi Muhammad SAW didasarkan pada Al Quran yang memuat istilah, kata dan identitas serta makna Islam, yakni suatu ajaran dari Tuhan, Allah SWT yang telah disempurnakan-Nya, siapa yang meyakini ajaran ini maka merupakan nikmat-Nya kepada hamba-Nya manusia dan sekaligus sebagai agama yang dirihai-Nya (QS. 5:3).

    Islam merupakan agama yang telah disempurnakan oleh Allah SWT. Artinya bahwa ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW bukanlah ajaran baru dalam kehidupan umat manusia, karena para nabi dan rasul-Nya yang terdahulu juga telah menyampaikan pokok-pokok ajaran Islam khususnya masalah pengesaan atau pengtauhidan dari Allah SWT. Ajaran-ajaran ini disempurnakan oleh Allah SWT disesuaikan dengan kebutuhan manusia kini dan sampai akhir jaman. Karena itu, ajaran Islam itu berlaku sepanjang masa sampai kiamat, walaupun Nabi Besar Muhammad SAW itu telah tiada.

    Siapa saja orangnya yang mempercai, meyakini akan kebenaran Islam secara baik, sempurna atas dasar baik merupakan warisan moyangnya atau hasil penelitian dan pengkajian secara mendalam sesuai dengan tingkat ilmu yang tinggi, maka ini merupakan nikmat bagi manusia dengan memperoleh kebahagian hidupnya baik di dunia ini dan terlebih lagi di akherat kelak, Insya Allah.

    Islam, satu-satunya ‘agama samawi’ sementara tentang agama Yahudi maupun agama Nasrani bukanlah agama ‘samawi’ walaupun sumber ajarannya berasal dari kitab samawi yakni Taurat, Zabur dan Injil. Karena itu, dalam ketiga kitab samawi ini, Taurat, Zabur dan Injil tidak kita temukan pengakuan Allah SWT akan adanya agama Yahudi maupun Nasrani. Istilah, kata Islam baru dikenal dan dimuat dalam kitab suci Al Quran yang dibawa oleh Nabi kita Muhammad SAW dan dalam kitab suci sebelumnya tidak disebut sama sekali kecuali istilah sebagai Muslim. Dan, Allah SWT sangat meridhai akan agama Islam ini.

    Berbahagialah saudara-saudaraku yang telah menemukan Islam berdasar pada hasil penelitian dan kajian yang penuh dengan ketulusan dengan semata untuk memperoleh keridhaan Allah SWT. Ini merupakan suatu nikmat yang tak bisa dihitung dan dinilai dengan materi dunia. Pastilah, akan berbeda nikmat orang yang memperoleh Islam berdasarkan keturunan dengan yang memperoleh Islam berdasarkan penelitian, kajian dan taufiq serta hidayah Allah SWT, sehingga kadar keyakinannya pada Islam jauh lebih tinggi nilainya di sisi Allah SWT. Insya Allah.

  2. Lambang says:

    Terima kasih mas atas pencerahannya.

    Memang dalam kitab disebutkan bahwa “Islam is the best” dan Islam adalah agama terakhir yang wajib untuk diikuti oleh semua umat. Dalam hal ini saya tidak membahas bagaimana dengan nasib umat yang hidup sebelum agama Islam dikenal.

    Ada beberapa masalah yang muncul kemudian, seperti adanya beberapa kelompok Islam yang merasa bahwa kelompoknya adalah yang terbaik, dengan mengacu pada ayat, hadist dan dalil tertentu. Tersinggung sedikit langsung mengeluarkan fatwa, menghalalkan darah orang lain, atau langsung ngambil golok.

    Menurut saya, agama adalah guidance untuk mencapai akhlak yang mulia. Guidance itu harus dilakukan secara bertahap, mulai dari syari’at, tarekat, hakikat dan terakhir menuju ma’rifat.
    Kalau guidance ini dijalankan dengan benar, Insya’Allah akan bisa meninggal dan kembali ke alam malakut dengan sukses. Saya masih memakai kata Insya’Allah, karena memang tidak ada referensi yang berani menjamin hal ini.

    Yang jadi masalah buat saya, batas amannya itu ada di mana? *mengacu acara Indonesian Idol* Apakah cukup menjalankan Rukun Islam dan Rukun Iman dengan benar maka saya sudah berada di batas aman? Masih belum ada ada jaminan dan kepastian untuk hal ini, karena yang disebut “beribadah dengan benar” itu sampai saat ini masih menjadi bahan perdebatan panjang. Baik di kalangan pesantren maupun di kalangan umum.

    Setelah debat panjang habis-habisan, kata akhirnya tentu sudah bisa ditebak, “Marilah kita melakukan penyerahan diri secara total kepada Allah. Jalankan perintahnya dan hindari larangannya. Sadarilah posisi kalian sebagai hamba yang wajib menyembah sang Khalik, dan perbaiki hubungan sesama manusia. Marilah kita kembali kepada Al-Qur’an dan Hadist”.

    Untuk melengkapi, biasanya saya tambahkan sendiri (dalam hati) dengan satu kalimat dibelakangnya, “Sesuai dengan ilusi, persepsi dan imajinasi masing-masing”.

    Mohon maaf kalau ada perbedaan pemahaman.

    Salam Sejati.

  3. ijin nyimak gan. banyak juga tulisannya

    ======================
    :: Yah maklumlah… kan udah hampir setahun ngeblog…🙂
    ======================

  4. b0nK says:

    pastinya sih: Tuhan “terlalu” Maha Akbar untuk “dikerangkeng” hanya dalam satu agama.

    ya memang 100% betul bahwa pemahaman kita tentang “diri & pribadi” Tuhan harus mengacu pada risalah Rasul-Nya dan kitab yang diwahyukan pada Rasul-Nya.

    tapi keterbatasan kemampuan tafsir kita (terutama setelah wafatnya Rasulullah kita tak bisa mengkonfirmasi langsung kesahihan tafsir kita), membuat adanya “jarak” dan “ruang” antara “apa yg kita pahami” (nisbi) dengan “apa yg betul2 benar” (absolut).

    pada akhirnya kita toh tetap berada dalam taraf keyakinan terhadap “kebenaran relatif” berdasarkan pd “pengetahuan yg tak cukup”, yg menyisakan apa yg biasa disebut sbg “misteri Ilahi”, karena memang hanya Beliau dan Rasul-Nya yg tahu.

    dalam hal ini, agama berada dalam posisi sbg “metode paling efektif-efisien” utk menjembatani gap tsb. namun semua kembali pd sikap, perilaku dan kedewasaan pemeluknya dlm beragama. apakah Islam benar2 akan menjadi rahmatan lil ‘alamin ataukah sebaliknya, ditentukan oleh kita sendiri sbg pemeluk2nya, dan seberapa jauh ikhtiar kita utk menjadi cukup pantas menyandang titel khalifatullah.

    Rasulullah sdh meneladankan dgn sangat sempurna figur sang khalif tsb, tp sudahkah kita mengikuti beliau?

  5. @bonK

    Setuju banget aku dgn kesimpulanmu ini:

    namun semua kembali pd sikap, perilaku dan kedewasaan pemeluknya dlm beragama. apakah Islam benar2 akan menjadi rahmatan lil ‘alamin ataukah sebaliknya,

    Semua tau bahwa semua Nabi diturunkan untuk keselamatan umat manusia. Oleh karena itu menjadi aneh bila ada agama berada di atas kemanusian, kan!

    Salam Damai!

  6. Lambang says:

    Setuju dengan @bonK dan Brat MK,

    Tetapi kalau kita sudah masuk dalam pluralitas agama, mau tidak mau kita harus mengakui bahwa pandangan seperti itu adalah pandangan yang sekuler dan liberal, sama seperti yang dilakukan oleh Ulil dkk di JIL.

    Dalam agama Islam yang murni, tidak ada pengakuan terhadap agama lain, dilarang mengucapkan selamat Natal, dan pernikahan antar agama dilarang. Tuhanpun berfirman bahwa Injil sudah terkontaminasi.

    Ini bertentangan dengan yang disebutkan pada rukun iman untuk mengakui rasul dan kitab agama lain.

    Jadi yang mana yang akan diikuti? Yah yang paling cocok di hati saja.🙂

    • Agama Islam boleh-boleh saja harus berada diatas segala nama-nama lembaga penting lainnya yg ada dunia ini, tapi bila menjadi di atas kemanusiaan itu lah yg menjadi janggal dari maksud semula agama itu diturunkan. Gitu, Brat!

      Salam Damai!

  7. lovepassword says:

    Intinya tih simpel simpel saja . Yakin itu bagus-bagus saja tapi jangan maksa. Cuma itu saja sih🙂
    Yakin itu perlu dilihat sebagai kepercayaan hamba kepada Tuhannya. Lha kalo nggak yakin itu tentu dilihat sebagai kesadaran kemungkinan kalo bisa saja yang namanya manusia salah tafsir. Kita percaya X kalo hasilnya berbeda dengan X itu ya itu kesalahan manusia🙂

    Lha masalahnya adalah pihak yang yakin melihat pihak yang kurang yakin dari perspektif tidak beriman. Sementara pihak yang tidak terlalu yakin melihat pihak yang sok yakin sebagai kesombongan rohani padahal para Nabi saja selalu merendahkan diri menangis tidak berani mengatakan pasti masuk surga. Surga itu hak Allah. Jadi yah …Gitu deh.

    SALAM

    ======================
    :: Sip mas, yang penting bagaimana kita menghargai hak orang lain dan hak orang lain itu tidak melanggar hak kita…🙂
    ======================

  8. b0nK says:

    di Qur’an udah jelas kok:

    Kalau Allah SWT berkehendak, Beliau bisa aja bikin semuanya jadi seragam (termasuk agama), semuanya beriman dalam satu ajaran.
    Tapi toh Beliau gak bikin seragam gitu, justru dunia dibuat penuh keanekaragaman (walaupun maknanya gak harus “berbeda” loh).
    Nah, disitulah “teka-teki”Nya kan?

    Kalo kita boleh menafsirkan secara logis: memang sudah menjadi kehendak Beliau bahwa di dunia ini penuh keberanekaragaman gini. Karena justru disitulah Beliau hendak membuka mata manusia akan Ke-Maha Besar-an-Nya. Justru disitulah sifat Rahman dan Rahim Beliau lebih mudah dipahami oleh otak bebal manusia.

    Ini kira2 hampir sama dengan kenyataan bahwa: pada satu sisi semua agama menuntut pemeluknya untuk menjauhi dosa (apalagi melakukannya), padahal di sisi lain sbg manusia (yg mustahil sempurna) kita pasti tak mungkin bersih dari dosa. Bukankah itu sebenarnya paradoks?
    Tapi justru disitulah Allah hendak menunjukkan sifat Maha Pengampun Nya. Karena kalo manusia bisa jadi makhluk suci tanpa dosa, lantas gimana kita akan pernah paham bahwa Allah Maha Pengampun?
    Jadi biarpun manusia gak akan luput dari berbuat dosa, toh Beliau Yang Maha Pemurah selalu kasih jalan keluar utk beroleh ampunan-Nya.

    Soal liberal or puritan or apapun, itu kan cuma versi2 penafsiran per kelompok manusia dalam memahami kebenaran-Nya. Rasulullah diutus terutama adalah untuk memberi suri tauladan yg baik dlm berakhlak mulia (akhlaqul karimah; ini juga ada di Qur’an).
    Esensi dari akhlak mulia itu kan peningkatan kualitas kehidupan sosial (bermasyarakat/ummat). Jadi penekanannya ada pada kemanusiaan (persis kayak kata Maren tuh).
    Dengan kata lain, kualitas dan “produk” ibadah personal kita, bisa dilihat dari output sosialnya (kontribusi thd kemanusiaan secara luas). Dari situlah dasar kaidah: sebaik-baik manusia adalah yg paling banyak memberi manfaat bagi sebanyak mungkin orang lain.

    Untuk orang yg beda agama, dalam sebuah hadist shahih, Rasulullah meneladankan contoh begini:
    Suatu hari selepas dzuhur Rasulullah bersama para sahabat duduk di depan masjid. Dari jauh terlihat ada iring-iringan jenazah seorang yahudi yg hendak dimakamkan. Ketika barisan org2 itu telah dekat, Rasulullah berdiri dari duduknya hingga rombongan itu lewat.
    Saat beliau duduk kembali, seorang sahabat bertanya:
    “Ya Rasulullah, mengapa engkau berdiri menghormati seorang Yahudi yg mati?”
    Jawab Rasulullah: “Aku menghormatinya sebagai seorang manusia”.

    Rasulullah SAW adalah seorang humanis sejati, yg mendahulukan kasih sayang, kelembutan dan toleransi.
    Dan karena Rasulullah (tentu saja) adalah manusia pilihan yg paling “intim” dgn Allah, yg paling banyak “menyerap” sifat-sifat Allah, maka dari teladan2 Rasulullah, bukankah bisa kita tafsirkan bahwa sesungguhnya “sifat dominan” Beliau Yang Maha Agung adalah ar-Rahman dan ar-Rahim?

  9. Lambang says:

    Oke mas… siiip…

  10. Soal liberal or puritan or apapun, itu kan cuma versi2 penafsiran per kelompok manusia dalam memahami kebenaran-Nya. Rasulullah diutus terutama adalah untuk memberi suri tauladan yg baik dlm berakhlak mulia (akhlaqul karimah; ini juga ada di Qur’an).Esensi dari akhlak mulia itu kan peningkatan kualitas kehidupan sosial (bermasyarakat/ummat). Jadi penekanannya ada pada kemanusiaan (persis kayak kata Maren tuh).Dengan kata lain, kualitas dan “produk” ibadah personal kita, bisa dilihat dari output sosialnya (kontribusi thd kemanusiaan secara luas). Dari situlah dasar kaidah: sebaik-baik manusia adalah yg paling banyak memberi manfaat bagi sebanyak mungkin orang lain.
    +1

  11. Afdal says:

    Hey guys, are you providing any email updates everytime there is a new post? thanks

  12. Claudell says:

    Soal liberal or puritan or apapun, itu kan cuma versi2 penafsiran per kelompok manusia dalam memahami kebenaran-Nya. Rasulullah diutus terutama adalah untuk memberi suri tauladan yg baik dlm berakhlak mulia (akhlaqul karimah; ini juga ada di Qur’an).Esensi dari akhlak mulia itu kan peningkatan kualitas kehidupan sosial (bermasyarakat/ummat). Jadi penekanannya ada pada kemanusiaan (persis kayak kata Maren tuh).Dengan kata lain, kualitas dan “produk” ibadah personal kita, bisa dilihat dari output sosialnya (kontribusi thd kemanusiaan secara luas). Dari situlah dasar kaidah: sebaik-baik manusia adalah yg paling banyak memberi manfaat bagi sebanyak mungkin orang lain.+1
    +1

  13. assyams says:

    numpang nampang mas😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: