Perubahan Muncul Dari Dalam Diri

04 December 2009

the way home to oneness.jpgTidak ada sesuatu yang tidak diinginkan dalam eksistensi kehidupan ini. Kita bukanlah muncul secara tidak disengaja dalam proses kehidupan ini. Sebaliknya, kita adalah bagian dari hidup ini, bagian yang dinamis, yang menyambut dan merayakan kehidupan ini. Seperti dalam Upanishad , disebutkan: “Even if a blade of grass is missing, the whole existence will thirst for it” (Bahkan jika ada rumput yang hilang, seluruh eksitensi akan mencarinya)

Artikel selengkapnya ada di sini:
Perubahan Muncul Dari Dalam Diri


Religion and Science, Part Four (4/4)

02 December 2009

Science and Religion.jpg

Artikel terakhir dan lanjutan dari Religion and Science, Part Three.

KATHLEEN PARKER, The Washington Post: Terima kasih Barbara. Saya ada pertanyaan untuk Dr Collins. Anda menyebutkan kemungkinan bahwa Tuhan di luar alam dan waktu, dan tampaknya Dia sama cerdas dan bahkan lebih cerdas dari Anda dan dia jelas akan membuat beberapa ketentuan tentang pemanasan global. Saya ingin tahu bagaimana pendapat Anda mengenai hal ini dari sudut pandang ilmiah Anda?

Artikel selengkapnya ada di sini:
Religion and Science, Part Four (4/4)


Religion and Science, Part Three (3/4)

01 December 2009

religion_and_science3.jpgArtikel lanjutan dari Religion and Science, Part Two.

BARBARA BRADLEY HAGERTY: Menurut saya, Tuhan adalah sebuah pilihan. Kita dapat mencari atau menghilangkan keterkaitan Tuhan. Anda dapat melihat bukti dan menyimpulkan bahwa segala sesuatu bisa dijelaskan oleh materi, atau Anda bisa memperhatikan dunia dan alam semesta dan Anda melihat tangan Tuhan di sana. Ilmu pengetahuan tidak dapat menjelaskan pertanyaan ini. Saya pikir, pada dasarnya Anda percaya atau tidak kepada Tuhan adalah masalah keimanan.

Artikel selengkapnya ada di sini:
Religion and Science, Part Three (3/4)


Religion and Science, Part Two (2/4)

29 November 2009

religion_and_science2.jpgArtikel lanjutan dari Religion and Science, Part One.

Keimanan (agama) dan sains adalah dua cara untuk mengetahui. Mereka harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berbeda. Sains menjawab pertanyaan tentang ‘bagaimana’, iman menjawab pertanyaan tentang ‘mengapa’. Saya menyukai pemahaman seperti ini. Jika Anda menggunakan sains dan iman, Anda membaca buku yang diberikan Tuhan kepada kita, satu buku tentang firman Tuhan, dan satu buku lagi tentang karya Tuhan, khususnya tentang alam semesta, seharusnya tidak menjadi masalah kan?

Artikel selengkapnya ada di sini:
Religion and Science, Part Two (2/4)


Religion and Science, Part One (1/4)

27 November 2009

religion_and_science.jpgReligion and Science: Conflict or Harmony?

Artikel ini adalah terjemahan dari transcript atas event yang diselenggarakan oleh Pew Forum on Religion & Public Life’s di Key West, Florida, pada bulan Mei 2009 dengan tema Faith Angle Conference on religion, politics and public life. Event ini dihadiri oleh beberapa wartawan media terkemuka.

Artikel selengkapnya ada di sini:
Religion and Science, Part One (1/4)


Sudut Pandang

02 September 2009

vision_thumbKisah ini tentang seorang fisikawan yang memutuskan untuk menjadi biksu. Seperti yang kita tahu, kehidupan biksu sederhana saja… mereka terbiasa hidup apa adanya… (padahal kalau saja dia mau melanjutkan hidup sebagai fisikawan pastilah dia sudah kaya raya sekarang)

Artikel selengkapnya ada di sini:
Sudut Pandang


%d bloggers like this: