Ego – Jiwa – Jati Diri

03 November 2009

lotus.jpgSeorang anak dilahirkan. Dia dilahirkan tanpa pengetahuan, tanpa kesadaran terhadap dirinya sendiri. Hal pertama yang dia sadari bukanlah dirinya sendiri, tetapi hal lain. Ini wajar, karena mata terbuka ke arah luar, tangan menyentuh orang lain, telinga mendengarkan orang lain, lidah merasakan makanan dari luar dan hidung mencium aroma dari luar. Semua indra terbuka ke arah luar.

Artikel selengkapnya ada di sini:
Ego – Jiwa – Jati Diri


Jiwa dan Ruh Manusia

18 May 2009

bird_paintingKetahuilah bahwa Allah menciptakan manusia dari dua unsur yang berbeda. Pertama, jasad yang gelap dan tebal, di bawah struktur alam, tersusun dari tanah, dan tidak bisa sempurna kecuali dengan kehadiran unsur lain. Kedua, jiwa yang bersifat individual, menyinari, mengetahui, melaksanakan, menggerakkan, dan menyempurnakan tubuh. Allah menciptakan tubuh dari sari-sari makanan, merawatnya dengan unsur-unsur debu, meratakan dasar dasarnya, menyempurnakan pilar-pilarnya, menentukan ujung-ujungnya, dan menampakkan permata jiwa dari Yang Satu, Yang Sempurna, Yang Menyempurnakan, dan memberi faidah. Saya tidak mengartikan jiwa yang kuaf adalah kuat mencari makanan, juga bukan kuat menggerakkan syahwat dan nafsu amarah, juga bukan kuat yang diam dalam hati yang melahirkan kehidupan dan menggerakkan indra.

Read the rest of this entry »


%d bloggers like this: