IQ dan Agama

24 January 2010

bear.jpg Pada tahun 2002, Lembaga survey Pew Global Attitude Project telah mengadakan survey yang meneliti hubungan antara kemakmuran negara dengan sikap keberagamaan mereka.

Selain itu, ada satu survey lagi yang mencoba membuat korelasi antara IQ dan Religion. Grafik tersebut dihasilkan dari penggabungan data sikap keberagamaan dari sekitar 40 negara, dengan data IQ global yang diambil dari buku IQ and The Wealth of Nations oleh Richard Lynn dan Tatu Vanhanen.

Artikel selengkapnya bisa baca di sini:
IQ dan Agama


Religion and Science, Part Four (4/4)

02 December 2009

Science and Religion.jpg

Artikel terakhir dan lanjutan dari Religion and Science, Part Three.

KATHLEEN PARKER, The Washington Post: Terima kasih Barbara. Saya ada pertanyaan untuk Dr Collins. Anda menyebutkan kemungkinan bahwa Tuhan di luar alam dan waktu, dan tampaknya Dia sama cerdas dan bahkan lebih cerdas dari Anda dan dia jelas akan membuat beberapa ketentuan tentang pemanasan global. Saya ingin tahu bagaimana pendapat Anda mengenai hal ini dari sudut pandang ilmiah Anda?

Artikel selengkapnya ada di sini:
Religion and Science, Part Four (4/4)


Religion and Science, Part Three (3/4)

01 December 2009

religion_and_science3.jpgArtikel lanjutan dari Religion and Science, Part Two.

BARBARA BRADLEY HAGERTY: Menurut saya, Tuhan adalah sebuah pilihan. Kita dapat mencari atau menghilangkan keterkaitan Tuhan. Anda dapat melihat bukti dan menyimpulkan bahwa segala sesuatu bisa dijelaskan oleh materi, atau Anda bisa memperhatikan dunia dan alam semesta dan Anda melihat tangan Tuhan di sana. Ilmu pengetahuan tidak dapat menjelaskan pertanyaan ini. Saya pikir, pada dasarnya Anda percaya atau tidak kepada Tuhan adalah masalah keimanan.

Artikel selengkapnya ada di sini:
Religion and Science, Part Three (3/4)


Religion and Science, Part Two (2/4)

29 November 2009

religion_and_science2.jpgArtikel lanjutan dari Religion and Science, Part One.

Keimanan (agama) dan sains adalah dua cara untuk mengetahui. Mereka harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berbeda. Sains menjawab pertanyaan tentang ‘bagaimana’, iman menjawab pertanyaan tentang ‘mengapa’. Saya menyukai pemahaman seperti ini. Jika Anda menggunakan sains dan iman, Anda membaca buku yang diberikan Tuhan kepada kita, satu buku tentang firman Tuhan, dan satu buku lagi tentang karya Tuhan, khususnya tentang alam semesta, seharusnya tidak menjadi masalah kan?

Artikel selengkapnya ada di sini:
Religion and Science, Part Two (2/4)


Religion and Science, Part One (1/4)

27 November 2009

religion_and_science.jpgReligion and Science: Conflict or Harmony?

Artikel ini adalah terjemahan dari transcript atas event yang diselenggarakan oleh Pew Forum on Religion & Public Life’s di Key West, Florida, pada bulan Mei 2009 dengan tema Faith Angle Conference on religion, politics and public life. Event ini dihadiri oleh beberapa wartawan media terkemuka.

Artikel selengkapnya ada di sini:
Religion and Science, Part One (1/4)


Ida, Lucy, Ardi dan Dino

12 November 2009

Selama 150 tahun, para ilmuwan telah berdebat tentang perjalanan evolusi manusia dari primata yang bergelantungan di pohon sampai dengan primata Homo sapiens modern. Ketika Darwin mengajukan teori evolusi dalam bukunya “On The Origin of Species“, dia mengatakan bahwa ada spesies peralihan yang menghubungkan manusia dengan seluruh kehidupan binatang.

Artikel selengkapnya ada di sini:
Ida, Lucy, Ardi dan Dino


%d bloggers like this: